Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Bahaya Pakai Heels saat Hamil yang Tak Boleh Diabaikan

7 Bahaya Pakai Heels saat Hamil yang Tak Boleh Diabaikan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Memakai high heels saat hamil meningkatkan risiko jatuh dan keseleo karena berkurangnya keseimbanga.

  • Penggunaan heels memperparah nyeri punggung, panggul, serta menyebabkan kaki mudah bengkak dan kram.

  • Heels juga dapat memperburuk varises serta menurunkan kenyamanan ibu hamil, yang berpotensi memengaruhi kondisi emosional dan kenyamanan janin secara tidak langsung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Mama mungkin sudah terbiasa memakai heels saat menghadiri acara atau bahkan dalam aktivitas sehari-hari untuk menunjang penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri. Saat hamil, kebiasaan ini tetap ingin dilakukan agar tetap tampil stylish. Hal ini kemudian membuat Mama bertanya, apakah sebenarnya boleh memakai high heels saat hamil?

Sebenarnya tidak ada larangan khusus yang secara langsung melarang ibu hamil memakai high heels. Akan tetapi, kondisi kehamilan membuat tubuh mengalami berbagai perubahan, sehingga penggunaan heels dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga meningkatkan risiko bagi kesehatan Mama dan janin.

Berikut Popmama.com rangkum bahaya pakai heels saat hamil yang tak boleh diabaikan.

Table of Content

1. Risiko jatuh karena kehilangan keseimbangan

1. Risiko jatuh karena kehilangan keseimbangan

Risiko jatuh karena kehilangan keseimbangan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat memasuki masa kehamilan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan besar, salah satunya adalah perut yang semakin membesar sehingga membuat pusat gravitasi tubuh ikut bergeser ke arah depan. Kondisi ini secara alami membuat ibu hamil menjadi lebih sulit menjaga keseimbangan saat berdiri maupun berjalan.

Selain perubahan bentuk tubuh, hormon relaksin yang meningkat selama kehamilan juga berperan besar dalam membuat sendi menjadi lebih longgar dari biasanya. Sendi yang melonggar ini tidak hanya terjadi di area panggul, tetapi juga di lutut, pergelangan kaki, hingga bagian tubuh lain yang berperan dalam menopang berat badan, sehingga secara keseluruhan stabilitas tubuh ibu hamil menurun cukup signifikan.

Jika kondisi ini ditambah dengan penggunaan high heels, maka risiko terjatuh pun meningkat dan hal tersebut tentu tidak bisa dianggap sepele karena jatuh saat hamil dapat berdampak serius baik bagi Mama maupun janin di dalam kandungan.

2. Risiko keseleo lebih tinggi

Risiko keseleo lebih tinggi
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penggunaan sepatu hak tinggi saat hamil dapat menyebabkan distribusi berat badan tidak merata karena posisi kaki yang bertumpu pada ujung atau tumit yang terangkat, sehingga tekanan tubuh tidak tersebar secara seimbang ke seluruh telapak kaki.

Kondisi ini membuat kaki menjadi lebih mudah kehilangan tumpuan saat berjalan, terutama ketika melewati permukaan yang tidak rata atau saat tubuh mengalami perubahan keseimbangan secara tiba-tiba. Akibatnya, kaki menjadi lebih rentan mengalami salah gerakan yang dapat berujung pada keseleo, terutama pada area pergelangan kaki.

3. Nyeri punggung dan panggul semakin berat

Nyeri punggung dan panggul semakin berat
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebagian besar ibu hamil umumnya sudah merasakan nyeri punggung bawah atau low back pain akibat perubahan bentuk tubuh yang terjadi selama kehamilan, terutama karena tulang belakang harus bekerja lebih keras untuk menopang berat perut yang semakin membesar.

Kondisi ini sebenarnya tergolong normal, tetapi bisa menjadi jauh lebih mengganggu ketika Mama tetap menggunakan high heels dalam aktivitas sehari-hari. Beban tambahan membuat otot punggung dan area panggul bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga rasa nyeri yang muncul bisa menjadi lebih intens dan menetap lebih lama, terutama pada trimester akhir kehamilan.

4. Kaki lebih mudah bengkak

Kaki lebih mudah bengkak
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pembengkakan kaki atau edema merupakan salah satu keluhan yang cukup umum dialami ibu hamil akibat perubahan hormon serta peningkatan volume darah dalam tubuh. Kondisi ini biasanya membuat kaki terasa lebih berat, pegal, dan terkadang nyeri.

Penggunaan high heels dapat memperburuk kondisi ini karena posisi kaki yang tidak alami membuat aliran darah menjadi kurang lancar, terutama pada area kaki bagian bawah.

5. Betis lebih mudah kram

Betis lebih mudah kram
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat menggunakan sepatu hak tinggi, otot betis akan bekerja lebih keras karena posisi berjinjit dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini membuat otot menjadi lebih tegang dan mudah mengalami kelelahan, terutama jika digunakan untuk berjalan atau berdiri dalam durasi panjang.

6. Risiko varises pada kaki meningkat

 Risiko varises pada kaki meningkat
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Varises atau pelebaran pembuluh darah vena merupakan kondisi yang cukup sering dialami ibu hamil akibat perubahan hormon dan meningkatnya tekanan pada pembuluh darah di area kaki. Kondisi ini membuat aliran darah menjadi tidak lancar dan menyebabkan pembuluh darah tampak menonjol di permukaan kulit.

Penggunaan high heels dapat memperburuk kondisi ini karena posisi kaki yang terangkat membuat aliran darah dari kaki menuju jantung menjadi lebih sulit. Selain itu, tekanan pada otot betis juga meningkat sehingga pembuluh darah semakin tertekan dalam waktu yang lama.

7. Berpotensi mempengaruhi kenyamanan janin

Berpotensi mempengaruhi kenyamanan janin
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penggunaan high heels saat hamil memang tidak secara langsung memengaruhi janin, tetapi kondisi tubuh yang tidak stabil, cepat lelah, dan lebih rentan nyeri bisa berdampak pada kenyamanan kehamilan secara keseluruhan. Rasa tidak nyaman ini dapat membuat Mama lebih mudah stres, dan stres berlebihan selama kehamilan berpotensi memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.

Nah, itu tadi bahaya pakai heels saat hamil. Jangan anggap sepele dengan bahayanya, ya, Ma!

Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More