Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada, Ini Dampak Asap Karhutla pada Kesehatan Ibu Hamil
Unsplash/Dominik Kiss
  • Ibu hamil lebih rentan terhadap asap karena kebutuhan oksigen meningkat, sehingga lebih banyak partikel dan gas berbahaya, termasuk karbon monoksida, dapat terhirup.

  • Paparan asap berlebihan dapat mengganggu aliran oksigen ke janin serta meningkatkan risiko keguguran, gangguan perkembangan janin, persalinan prematur, hipertensi, diabetes gestasional, dan berat lahir rendah.

  • Kurangi paparan dengan tetap di dalam rumah, menutup pintu dan jendela, memakai masker N95 saat keluar, menjaga udara indoor, memantau informasi resmi, dan segera ke dokter bila muncul keluhan serius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehamilan membuat tubuh mama mengalami berbagai perubahan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil di dalam kandungan. Selama masa ini, kebutuhan tubuh juga ikut berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Salah satu perubahan yang terjadi berkaitan dengan sistem pernapasan. Paru-paru memiliki kemampuan untuk mengambil lebih banyak udara agar kebutuhan oksigen dalam tubuh dapat terpenuhi. Kondisi tersebut menjadi bagian dari perubahan tubuh selama kehamilan.

Di sisi lain, kondisi lingkungan tempat Mama beraktivitas juga dapat memengaruhi udara yang setiap hari dihirup. Ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi, asap yang dihasilkan dapat bertahan di udara dan membawa berbagai gas serta zat, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, partikulat, dan nitrogen oksida.

Jika kondisi ini terjadi di sekitar tempat tinggal Mama, paparan asap tentu perlu diperhatikan, terutama ketika udara sudah dipenuhi kabut asap dalam waktu yang cukup lama.

Lantas, apa saja dampak asap karhutla pada kesehatan ibu hamil? Berikut Popmama.com telah mengulas informasinya untuk Mama.

Apa Saja Dampak Asap Karhutla pada Kesehatan Ibu Hamil?

Magnific

Paparan asap dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada ibu hamil. Salah satunya adalah ketika karbon monoksida yang terkandung dalam asap terhirup terlalu banyak.

Karbon monoksida tersebut berisiko mengganggu perfusi oksigen dari ibu ke janin. Jika terjadi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko keguguran pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, gangguan perkembangan janin, atau persalinan prematur pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Pada beberapa kasus, paparan asap juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, persalinan prematur, atau berat badan lahir bayi yang lebih rendah. Dampaknya bergantung pada banyaknya asap yang terhirup dan berapa lama Mama terpapar.

Selain berkaitan dengan kehamilan, asap juga dapat mengganggu kesehatan Mama secara langsung. Beberapa keluhan yang dapat muncul, yaitu:

  1. Pusing dan nyeri kepala

  2. Iritasi mata, termasuk konjungtivitis dan uveitis

  3. Rhinitis atau radang mukosa hidung

  4. Sinusitis atau radang rongga sinus

  5. Tonsilofaringitis atau radang tenggorokan dan amandel

  6. Asma bronkiale

  7. Batuk dan mengi yang berlangsung lama

  8. Serangan jantung

  9. Gangguan kardiovaskular, seperti stroke

  10. Dalam jangka panjang, kanker, penyakit jantung koroner, penyakit paru-paru, dan sebagainya

Mengapa Ibu Hamil Lebih Rentan terhadap Dampak Asap?

Magnific

Ibu hamil lebih rentan terhadap dampak asap karena selama kehamilan tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk mendukung pertumbuhan bayi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, paru-paru ibu hamil mengalami perubahan sehingga mampu mengambil lebih banyak udara.

Saat udara yang dihirup dipenuhi kabut asap, lebih banyak udara yang masuk ke tubuh juga dapat membawa partikel dan gas berbahaya dari asap. Salah satunya adalah karbon monoksida yang jika terhirup secara berlebihan dapat mengganggu perfusi oksigen dari ibu ke janin.

Ketika aliran oksigen dari ibu ke janin terganggu, risiko keguguran pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, gangguan perkembangan janin, atau persalinan prematur pada usia kehamilan di atas 20 minggu dapat meningkat.

Tidak hanya itu, paparan asap dalam beberapa kasus juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, persalinan prematur, atau berat badan lahir bayi yang lebih rendah. Besarnya risiko tersebut bergantung pada seberapa banyak asap yang terhirup dan berapa lama Mama terpapar.

Cara Mengurangi Paparan Asap saat Hamil

Magnific

Saat kabut asap mulai memenuhi lingkungan, Mama dapat mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar rumah. Sebisa mungkin, tetap berada di dalam rumah ketika asap terlihat cukup pekat.

Untuk membantu mengurangi paparan asap selama kehamilan, Mama dapat melakukan beberapa cara berikut:

  1. Tutup pintu dan jendela. Pastikan pintu dan jendela tertutup untuk membatasi masuknya asap ke dalam rumah.

  2. Gunakan masker saat keluar. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker berkualitas baik, terutama N95, untuk membantu mencegah terhirupnya partikel kecil dari asap.

  3. Jaga kualitas udara di dalam rumah. Mama dapat menggunakan air purifier dengan filter HEPA dan karbon aktif, terutama di ruangan yang paling sering digunakan.

  4. Hindari aktivitas yang menghasilkan polusi tambahan. Jangan membakar lilin beraroma, menggunakan semprotan, atau menjalankan penyedot debu yang dapat membuat debu dan alergen kembali beterbangan.

  5. Tetap terhidrasi. Cukupi kebutuhan cairan agar suhu tubuh tetap normal dan Mama tidak mengalami kepanasan.

  6. Pantau informasi resmi. Perhatikan pemberitahuan dari pemerintah atau pihak berwenang dan bersiap melakukan evakuasi jika diminta.

  7. Siapkan kebutuhan penting. Jika tinggal di wilayah terdampak kebakaran, siapkan persediaan makanan dan kebutuhan medis untuk 7-10 hari.

Jika Mama mengalami kesulitan bernapas, kelelahan, disorientasi, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar asap, segera periksakan diri ke dokter.

Nah, itu dia dampak asap karhutla pada kesehatan ibu hamil yang perlu Mama waspadai. Pastikan Mama tetap mengurangi paparan asap dan menjaga kesehatan selama masa kehamilan, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article