Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Emotional Rollercoaster: Peran Papa Menjaga Kesehatan Mental Mama Pascamelahirkan

Emotional Rollercoaster: Peran Papa Menjaga Kesehatan Mental Mama Pascamelahirkan
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Pasangan perlu membantu memastikan ibu mendapat istirahat cukup, termasuk berbagi jaga malam, agar kelelahan dan kerentanan stres pasca melahirkan berkurang.
  • Dukungan praktis mencakup membatasi kunjungan tamu, mengambil alih pekerjaan rumah, serta menciptakan ruang privat agar ibu dapat fokus pada pemulihan.
  • Pasangan perlu menjadi teman bicara, menyiapkan strategi mengelola stres sejak kehamilan, mendampingi kontrol, dan mendorong bantuan medis bila gejala berlangsung lebih dari dua minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah melahirkan, emotional rollercoaster pasca melahirkan memang sering dialami oleh Ibu baru. Perubahan fisik, kelelahan, serta fluktuasi hormon yang drastis membuat suasana hati Mama bisa berubah dengan sangat cepat.

Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian khusus agar Mama tidak merasa berjuang sendirian dalam menghadapi masa transisi, peran serta dukungan nyata dari pasangan menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga stabilitas mental Mama.

Yuk, simak pentingnya peran pasangan dari website Tommy’s yang telah Popmama.com rangkum dalam mendukung serta menjaga kesehatan mental yang bisa Papa lakukan!

  1. 1. Memberikan istirahat yang cukup

    Happy pixels/sleep deprivation
    Pexels.com/sleep deprivation

    Kelelahan akibat kurang tidur secara terus-menerus merupakan pemicu utama stres berat dan kerentanan psikologis pada Ibu baru, Papa dapat mengambil alih tanggung jawab penjagaan malam tertentu atau membiarkan Mama tidur siang guna memulihkan tenaga fisiknya secara optimal. 

    Ketika fisik Mama mendapatkan waktu pemulihan yang layak, kapasitas emosionalnya dalam merawat bayi akan jauh lebih stabil. 

    Maka, dalam membagi waktu jaga malam merupakan bentuk kepedulian yang berdampak besar pada kesehatan mental jangka panjang.

  2. 2. Mengatur dan membatasi jadwal kunjungan tamu

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (3)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Kehadiran kerabat maupun rekan yang antusias ingin menjenguk bayi baru lahir sering mendatangkan beban fisik dan mental tersembunyi bagi Mama. 

    Papa wajib bertindak sebagai filter atau pelindung utama dengan menyepakati dan mengatur batasan waktu serta jadwal kunjungan agar tidak melelahkan. 

    Langkah bijak ini bertujuan agar Mama memiliki ruang privat yang tenang untuk beristirahat tanpa harus merasa tertekan melayani tamu di tengah masa pemulihan tubuhnya.

  3. 3. Membantu pekerjaan rumah

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (4)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Membersihkan rumah, penyiapan makanan, hingga pengasuhan anak tidak boleh ditanggung sendirian oleh Mama yang kondisinya masih dalam tahap pemulihan. 

    Sehingga Papa harus proaktif memberikan bantuan untuk meringankan beban harian di rumah, dengan adanya dukungan dari lingkungan sekitar Mama dapat lebih fokus memulihkan diri tanpa terbebani tugas rumah tangga yang menumpuk. 

    Gotong royong keluarga terbukti efektif menurunkan tingkat stres psikologis yang biasa dialami Ibu baru.

  4. 4. Menjadi teman berbicara

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (5)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Mama sering kali merasa ragu, bersalah, atau memendam perasaan sedih yang mendalam karena merasa kewalahan dalam menjalani peran barunya. 

    Disini Papa perlu hadir untuk memberikan dorongan penuh agar Mama mau terbuka dan menceritakan segala perasaan kepada orang terdekat yang bisa dipercaya. 

    Membangun kebiasaan berbicara secara terbuka akan membuat beban emosional Mama terasa jauh lebih ringan dan tidak merasa sendirian.

  5. 5. Kesiapan dalam mengelola stres

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (6)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Upaya pencegahan awal dapat dibangun bahkan sebelum bayi lahir melalui penyusunan rencana kesejahteraan pasca melahirkan bersama Papa. 

    Perencanaan ini mencakup strategi pengelolaan stres, cara mengenali tanda-tanda perubahan psikologis, serta langkah antisipasi jika Mama mulai merasa kewalahan. 

    Adanya kesepahaman dan kesiapan mental sejak masa kehamilan memudahkan kedua belah pihak dalam mendeteksi gejala gangguan mental secara lebih awal. 

  6. 6. Mendampingi saat konsultasi ke dokter

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (7)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Pemeriksaan kesehatan pasca persalinan bukan sekedar agenda Mama seorang, melainkan momen penting yang harus dijalani bersama di fasilitas kesehatan. 

    Pasangan dapat mengambil peran dengan mengajak berdiskusi mengenai pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter, tenaga kesehatan, atau bidan.

    Kesiapan fisik dan mental pasangan ternyata memberikan rasa aman serta dapat memastikan kondisi psikologis Mama terpantau dengan baik, keterlibatan aktif ini menunjukkan bahwa kesehatan mental Mama merupakan prioritas bersama dalam keluarga.

  7. 7. Mencari bantuan tenaga medis

    Peran pasangan dalam menjaga kesehatan mental Ibu (8)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Ketika gejala kecemasan, kesedihan mendalam, atau perasaan tertekan berlangsung setiap hari selama lebih dari dua minggu, hal tersebut menandakan perlunya dikonsultasikan. 

    Papa harus sigap memberikan dorongan penuh agar Mama mau berkonsultasi ke dokter, sehingga dapat menghilangkan stigma negatif terhadap pencarian bantuan psikologis demi keselamatan jiwa Mama. 

    Nah, itulah peran Papa yang bisa membantu menjaga kesehatan mental mama dalam menghadapi fase setelah melahirkan, semoga informasi ini dapat membantu ya!

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More