Apakah Bayi di Dalam Kandungan Bisa Menangis?

Kali ini Popmama.com mencoba menjawab rasa penasaran Mama

3 Agustus 2021

Apakah Bayi Dalam Kandungan Bisa Menangis
Unsplash/Alicia Petresc

Kehadiran bayi di dalam kandungan merupakan salah satu keajaiban dalam kehidupan yang menakjubkan. Ada begitu banyak hal yang membuat penasaran orangtua di masa-masa kehamilan tentang apa yang dilakukan bayi di dalam sana. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah bayi dalam kandungan bisa menangis?

Nah, ketimbang penasaran, berikut ini Popmama.com akan menjawab rasa ingin tahu Mama, dilansir dari Very Well Family:
 

Respon Bayi di Dalam Kandungan

Respon Bayi Dalam Kandungan
Freepik/Wombatzaa

Pada hakikatnya bayi mulai belajar dan merespon dunia bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan. Penelitian menemukan bayi merespon jauh lebih hebat ketimbang yang diperkirakan orang selama ini ketika mereka masih di dalam kandungan sang Mama.

Bayi dalam kandungan dapat merespon rangsangan eksternal, seperti suara, gerakan sang Mama, cahaya, atau pun sentuhan pada perut mama. Mereka pun bisa bergerak, buang air, dan jungkir-balik. 

Editors' Picks

Apakah Bayi di Dalam Kandungan Bisa Menangis?

Apakah Bayi Dalam Kandungan Bisa Menangis
Freepik/senivpetro

Jika pertanyaannya adalah apakah bayi di dalam kandungan bisa menangis, sepertinya hal ini sulit diketahui. Hal ini dikarenakan bayi di dalam rahim mungkin tidak banyak mengeluh. 

Namun, menariknya adalah adanya kemungkinan bayi di dalam kandungan menangis, tetapi dengan cara berbeda. Jika setelah lahir bayi menangis mengeluarkan suara, saat di dalam kandungan yang berbeda adalah suara tangisan yang dihasilkan. 

Salah satu hal yang penting dalam sebuah tangisan yang dihasilkan adalah vokalisasi atau suara. Sebuah studi di tahun 2004 menunjukkan ketika bayi mulai belajar menangis di dalam kandungan, mereka menunjukkan sisi non-vokal dari tangisannya. 

Seperti Apa Tangisan Bayi di Dalam Kandungan?

Seperti Apa Tangisan Bayi Dalam Kandungan
Freepik

Peneliti mencatat bahwa bayi menunjukkan perilaku yang berkorelasi dengan seperti tangisan yang terjadi di luar kandungan, antara lain:

  • Bayi menarik napas dan membuka mulutnya, sementara lidahnya turun
  • Bayi menunjukkan tiga kali tarikan napas. Napas ketiga dan terakhir menampilkan jeda saat menarik napas dan menghembuskan napas panjang
  • Perilaku ini menyerupai perilaku bayi yang sudah dilahirkan saat ia menangis sejenak

Jadi, perilaku menangis pada bayi yang masih di dalam kandungan dan yang sudah dilahirkan bisa dibilang sama. Yang membedakannya hanya yang satu mengeluarkan suara, sedangkan yang lainnya tidak bersuara.

Kapan Bayi Mulai Menangis dalam Kandungan?

Kapan Bayi Mulai Menangis dalam Kandungan
Freepik/prostooleh

Bayi di dalam kandungan mulai mengembangkan berbagai 'syarat' untuk menangis pada saat usia kehamilan mama menginjak ke-20 minggu. Pada titik ini bayi telah mampu mengoordinasikan gerakan pernapasan, membuka rahang, menggerakkan dagu, dan menjulurkan lidahnya. Mereka pun sudah dapat menelan. 

Karena banyak bayi yang dilahirkan secara prematur, dokter menemukan bahwa sejak usia kandungan 24 minggu bayi sebetulnya sudah dapat menangis dan merespon kebisingan dari lingkungan sekitarnya. 

Pentingnya Kemampuan Menangis pada Bayi

Penting Kemampuan Menangis Bayi
Freepik/valuavitaly

Menangis adalah tonggak perkembangan penting bagi bayi dan merupakan tanda koordinasi berbagai sistem dalam tubuh. Seorang bayi mulai mengembangkan semua inderanya, mulai dari sentuhan, penciuman, pendengaran, dan latihan gerakan bahkan saat berada di dalam rahim dan memiliki semua kemampuan untuk meniru tangisan sekitar usia kehamilan 20 minggu.

Bayi belajar tentang dunia yang akan mereka huni di luar rahim dari dunia pertama mereka di dalam kandungan. Sebagian dari apa yang mereka pelajari itu melibatkan reaksi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.

Seorang bayi mungkin tidak dapat menangis dalam arti yang sama seperti saat mereka menangis di luar rahim, terutama karena rahim dipenuhi dengan cairan ketuban, yang mungkin sedikit memperlambat air mata. Tetapi bayi dalam kandungan pasti bereaksi dan memproses rangsangan, termasuk perilaku menangis.

Semoga informasi ini menjawab rasa penasaran Mama ya!

Baca Juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.