Nyeri pada Tulang Belakang saat Hamil, Berbahayakah?

Rasa nyeri yang terasa menusuk sumsum tulang belakang ini disebut sciatica

17 Oktober 2020

Nyeri Tulang Belakang saat Hamil, Berbahayakah
Freepik/yanalya

Memasuki trimester kedua hingga ketiga, bayi di dalam kandungan mama semakin tumbuh besar. Seiring pertumbuhannya, ruang gerak di dalam kandungan pun terasa makin sempit baginya. Maka di masa-masa ini seringkali Mama merasakan rasa sakit karena tekanan di beberapa area tubuh. Salah satunya adalah tulang belakang.

Nyeri pada tulang belakang akibat desakan bayi dalam kandungan disebut sciatica. Kondisi ini mungkin membuat Mama stres karena ketika terjadi, rasanya sangat menyakitkan dan membuat tidak nyaman. Tapi Mama tak sendiri, faktanya, lebih dari 50 persen ibu hamil di seluruh dunia mengalami hal ini.

Berbahayakan sciatica yang terjadi ketika hamil? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut Popmama.com merangkum serba-serbi nyeri pada tulang belakang saat hamil, dilansir dari Motherly:

Apa itu Sciatica?

Apa itu Sciatica
Freepik/wavebreakmedia

Saraf sciatic adalah saraf terpanjang yang terdapat pada tubuh manusia. Saraf ini dimulai dari bagian tulang belakang, melewati bokong dan turun hingga ke belakang kaki, sampai ke jari-jari kaki. 

Nyeri sciatica terjadi ketika bayi yang sedang tumbuh menekan tulang belakang, menyebabkan kompresi saraf linu yang terasa di panggul. Rasa nyerinya begitu tajam menusuk di sekitar kaki, bokong, hingga betis. 

Editors' Picks

Ciri-Ciri Sciatica

Ciri-Ciri Sciatica
Freepik

Sciatica seringkali dikeluhkan sebagai rasa sakit menyerupai ditusuk jarum panas. Jadi, bisa dibayangkan rasa sakitnya yang sungguh menyiksa. 

Nyeri sumsum tulang belakang ini cukup membingungkan karena memang rasa nyeri biasa dirasakan ibu hamil yang membawa beban ekstra di tubuhnya. Tetapi apabila Mama merasakan sakit yang menusuk atau kebas bersamaan dengan rasa sakit tersebut, bisa jadi Mama memang benar mengalami sciatica.

Apabila merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter ya, Ma.

Penyebab Sciatica

Penyebab Sciatica
momjunction.com

Ketika hamil, tubuh mama mengalami serangkaian perubahan yang turut menimbulkan gejala-gejala sakit tertentu. Tetapi, sciatica umumnya dipicu oleh kenaikan berat badan dan perubahan postur tubuh selama kehamilan.

Sciatica bisa didiagnosis berdasarkan gejalanya. Tetapi jika Mama merasakan gejala yang cukup mengkhawatirkan, seperti mati rasa di daerah panggul atau kehilangan kontrol atas kandung kemih dan usus, kondisi ini perlu ditinjau oleh spesialis melalui bantuan pemindaian MRI. 

Mama juga harus segera mendapatkan perawatan dari dokter jika tiba-tiba kaki terasa semakin lemah. Ini bisa terjadi ketika saraf sangat terkompresi sehingga otot tidak menerima sinyal yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan benar.

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Nyeri akibat Sciatica?

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Nyeri akibat Sciatica
Freepik/Comzeal

Sciatica sendiri sebetulnya tidak membahayakan kondisi janin mama. Namun, membuat mama merasa kesakitan. Meskipun begitu Mama tetap bisa beraktivitas dengan normal dengan beberapa tips untuk mengurangi gejala tidak nyaman yang dialami, yaitu:

  1. Menggunakan korset kehamilan untuk mengangkat baby bump sehingga berat pada perut dapat terdistribusi dengan rata. Cara ini dapat memengaruhi tekanan pada tulang belakang sehingga membantu meredakan linu panggul.
  2. Berbaring menyamping di sisi yang tidak sakit.
  3. Lakukan terapi panas-dingin untuk mengurangi rasa sakit dan memberi kenyamanan. Tetapi ingat, lakukan terapi ini maksimal 15 menit saja.
  4. Peregangan bokong dapat dilakukan. Caranya, berbaringlah di lantai yang dilapisi matras. Angkat kaki mama, tekuk lutut hingga menyentuh paha dalam. Tahan dengan kedua tangan selama 30 detik. Lakukan peregangan ini hanya pada sisi yang tidak sakit ya, Ma.

Sciatica biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah Mama melahirkan. Meskipun begitu, sebelum melakukan terapi rumahan di atas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mama. Sehingga nyeri tulang belakang saat hamil yang Mama alami mendapatkan pemantauan dan anjuran medis yang lebih tepat.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.