Tak Berpuasa, Begini Aturan Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui

Seringkali kelemahan fisik membuat ibu hamil tak bisa berpuasa ya, Ma

26 April 2019

Tak Berpuasa, Begini Aturan Membayar Fidyah Ibu Hamil Menyusui
Pexels/Rawpixel.com

Saat hamil, berbagai masalah dan perubahan fisik sangat mungkin dialami oleh tubuh. Salah satunya bisa membuat tubuh terasa lebih lemah dibandingkan sebelum hamil.

Kondisi ini pun kerap membuat ibu hamil tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Jika sudah demikian, beberapa pendapat mengungkapkan bahwa ibu hamil tersebut wajib membayar fidyah. Tapi ada juga yang berpendapat sebaiknya mengganti puasa di lain waktu saja.

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap tentang bayar fidyah ibu hamil untuk Mama:

1. Apa itu fidyah?

1. Apa itu fidyah
Pexels/Rawpixel.com

Menurut Suara Nadhlatul Ulama, dalam bahasa Arab ‘fidyah’ adalah bentuk masdar dari kata dasar ‘fadaa’, yang artinya mengganti atau menebus. Adapun secara istilah, fidyah berarti sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan pada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang ditinggalkan.

Salah satunya adalah fidyah yang diberikan setelah meninggalkan puasa Ramadan. Terutama oleh orang lanjut usia atau yang tidak mampu melaksanakannya.

2. Menghitung besaran fidyah

2. Menghitung besaran fidyah
Pexels/Rawpixel.com

Untuk menghitung besaran fidyah, ada bermacam-macam pendapat ulama. Dikutip dari Rumah Zakat, besarnya fidyah itu adalah satu mud dengan mud Nabi Muhammad SAW. Setiap satu mud digunakan untuk membayar satu hari puasa yang ditinggalkan.

Ukuran mud adalah ukuran telapak tangan manusia untuk memuat atau menampung bahan makanan. Misalnya seperti beras, gandum, kurma dan lainnya. Jika diukur dengan ukuran zaman sekarang, maka kira-kira akan menjadi 0.675 Kg atau 0.688 liter, atu kira-kira ¾ liter beras untuk satu hari puasa.

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi’i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW.

Tapi ada juga pendapat lain dari Abu Hanifah yang mengatakan bahwa ukuran fidyah adalah dua mud gandum dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW atau setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang.

Bolehkah fidyah diganti dengan uang?

Fidyah pada dasarnya adalah pengganti dari suatu ibadah yang telah ditinggalkan, berupa sejumlah makanan yang diberikan kepada fakir miskin. Dengan mengamati definisi dan tujuan fidyah yang merupakan santunan kepada orang-orang miskin, maka boleh saja memberikan fidyah dalam bentuk uang. Terutama jika sekiranya lebih bermanfaat.

Namun jika ada indikasi bahwa uang ter­sebut akan digunakan untuk foya-foya atau justru disalahgunakan, maka kita wajib memberi­kannya dalam bentuk bahan makanan pokok.

Editors' Picks

3. Orang-orang yang wajib membayar fidyah

3. Orang-orang wajib membayar fidyah
Pexels/Rawpixel.com

Ketentuan tentang siapa yang boleh tak berpuasa ada dalam surat Al Baqarah ayat 184. Berikut kutipan terjemahan surat Al Baqarah ayat 184:



(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Orang yang meninggalkan puasa ada kalanya harus membayar fidyah dan mengganti puasa di hari lain, tapi ada juga yang diharuskan untuk membayar fidyah saja.

Mereka yang termasuk dalam kategori pertama (membayar fidyah dan mengganti puasa) yaitu:

  • Ibu hamil dan menyusui, terutama yang mengkhawatirkan kesehatan janinnya
  • Orang yang terlambat mengganti puasa sampai datang bulan Ramadan berikutnya dengan tanpa udzur (misalnya karena haid, nifas, sakit, bepergian, dan lain-lain)

Untuk kategori kedua (membayar fidyah saja, tanpa mengganti puasa):

  • Seseorang yang kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan lagi berpuasa
  • Seseorang yang sakit dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya

4. Cara membayar fidyah

4. Cara membayar fidyah
Freepik

Pembayaran fidyah lebih utama dilakukan dalam bulan puasa sampai sebelum salat Id. Pembayaran fidyah juga bisa dilakukan lewat lembaga yang mengelola zakat.

Prosedur pembayaran fidyah berupa uang:

  1. Menghitung jumlah hari tak puasa
  2. Diniatkan untuk membayar fidyah
  3. Mendatangi pengelola zakat setempat
  4. Menyampaikan maksud untuk membayar fidyah ke panitia zakat
  5. Panitia zakat akan membaca doa sebagai tanda fidyah telah dibayarkan

5. Fidyah untuk ibu hamil dan menyusui

5. Fidyah ibu hamil menyusui
Freepik/Yanalya

Bagi perempuan yang tidak bepuasa di bulan Ramadan karena hamil atau menyusui, maka ia diperkenankan untuk tidak berpuasa.

Jika ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap dirinya sendiri atau pada diri sendiri dan bayinya, maka ia hanya wajib mengganti puasanya setelah bulan Ramadan dan tidak ada kewajiban membayar fidyah.

Namun apabila ia tidak berpuasa karena khawatir terhadap bayinya saja, maka ia wajib mengganti puasa di waktu lain dan membayar fidyah sekaligus.

Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Dewan Pakar Pusat Studi Alquran, Prof Dr M. Quraish Shihab. Menurutnya, sahabat Nabi bernama Ibnu Abbas memasukkan ibu hamil dan menyusui dalam kategori sesuai Surat Al-Baqarah ayat 184.

Tetapi ada pandangan lain, bahwa dalam mazhab Hambali disebutkan bahwa ibu hamil dan menyusui tak wajib membayar fidyah, tetapi mengganti puasa.

Kemudian menurut mazhab Ahmad dan Syafi'i, jika ibu hamil dan menyusui hanya khawatir dengan bayi yang dikandungnya atau disusukannya saja, maka ia harus membayar fidyah dan mengganti puasanya. Sedangkan jika khawatir akan dirinya sendiri, maka ibu hamil atau menyusui cukup mengganti puasa dan tidak membayar fidyah.

Nah, jangan lupa menghitung berapa hari Mama tidak berpuasa di bulan Ramadan tahun ini ya, Ma.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!