Hai Papa, Yuk Tingkatkan Bonding dengan Janin Melalui 7 Cara Ini

Apa yang bisa dilakukan oleh Papa untuk menjadi lebih akrab dengan si Kecil?

12 Desember 2018

Hai Papa, Yuk Tingkatkan Bonding Janin Melalui 7 Cara Ini
Pexels/Bryan Schneider

Ada banyak cara mudah yang bisa dilakukan oleh Mama untuk meningkatkan bonding dengan janin, mulai dari mengusap perut hingga bernyanyi.

Sementara untuk Papa, kesibukan bekerja atau beraktivitas seringkali waktu untuk bisa berdekatan dengan perut Mama pun menjadi lebih sedikit.

Tenang, Pa. Meski demikian, bukan berarti lantas Papa tak bisa melakukan apapun untuk meningkatkan bonding dengan buah hati, kok.

Beberapa hal sederhana namun jika dilakukan secara rutin juga bisa membuat ikatan antara Papa dan janin semakin bertumbuh.

Berikut rangkuman informasinya untuk Mama dan Papa:

1. Menemani saat cek ke dokter

1. Menemani saat cek ke dokter
Freepik/Pressfoto

Pemeriksaan ke dokter biasanya dilakukan setiap bulan sekali atau bergantung pada kondisi kehamilan masing-masing. Sebisa mungkin, sediakan waktu untuk bisa menemani Mama ke dokter ya, Pa.

Cek pertama biasanya dilakukan pada usia kehamilan 8 hingga 14 minggu. Pada pemeriksaan perdana ini, dilakukan pengecekan terhadap ukuran janin, tanggal perkiraan kelahiran, serta mengetahui apakah janin tunggal atau kembar.

Kehadiran Papa selama momen-momen penting ini tentu akan turut meningkatkan ikatan tak hanya dengan Mama, tapi juga dengan si Kecil.

Saat Papa kali pertama mendengar detak jantung atau melihat sosok janin dalam kandungan, rasa bahagia yang muncul akan membuat naluri orang tua semakin bertambah.

Namun demikian, wajar jika Papa justru mengalami momen emosional seperti cemas, takut atau bahkan panik. Tapi jangan lupa tetap berikan dukungan kepada Mama, ya.

2. Ajak bicara janin

2. Ajak bicara janin
Pixabay/Estebantroncosofoto0

Saat janin terus bertumbuh hingga berusia sekitar 23 minggu, ia sudah mulai bisa mendengar detak jantung dan suara dari luar perut. Nah, pada momen ini Papa juga sebaiknya aktif mengambil peran.

Setiap sedang berada di dekat Mama, ajaklah si Kecil berbicara. Papa juga bisa membacakan buku cerita atau berdoa di dekat perut Mama.

Penting untuk dicatat bahwa pendengaran janin pada waktu ini sangat sensitif. Hindari menggunakan suara yang terlalu keras, misalnya berteriak atau menggunakan nada tinggi.

Ceritakan bagaimana Papa sangat bahagia akan kehadiran si Kecil atau ceritakan seperti apa aktivitas Papa selama seharian ini. Dengan begitu, bonding antara Papa dan si Kecil pun akan kian meningkat.

Editors' Picks

3. Bernyanyi untuk janin

3. Bernyanyi janin
Pexels/Alicia Zinn

Suara yang paling dikenal oleh janin selama berada dalam kandungan adalah suara Mama. Mulai dari suara detak jantung Mama hingga suara pembicaraan Mama di luar perut.

Proses ini dimulai pada usia kandungan antara 23-27 minggu. Studi menunjukkan bahwa saat janin telah mencapai sekitar bulan ke-7 atau ke-8, denyut jantungnya melambat setiap kali Mama berbicara.

Ini menunjukkan bahwa ada efek menenangkan atau menyejukkan setiap kali janin mendengar suara yang ia kenali dari luar.

Momen ini pun bisa dimanfaatkan Papa untuk terus bersuara untuk janin. Selain mengajak ngobrol atau membacakan cerita, Papa juga bisa bernyanyi.

Pilihlah lagu sederhana yang sama, agar lama-kelamaan si Kecil bisa mengenali suara dan mengingat lagu tersebut. Nanti saat ia sudah dilahirkan, nyanyikan kembali lagu tersebut ya, Pa.

4. Mencari informasi tentang kehamilan atau parenting

4. Mencari informasi tentang kehamilan atau parenting
Pixabay/MedicalPrudens

Mendampingi Mama melewati semua proses kehamilan, persalinan hingga mengurus sang buah hati nanti tentu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Namun demikian, tak sedikit Papa yang menjadi cemas atau panik. Salah satunya adalah karena tidak memahami apa yang harus dilakukan untuk mengurus bayi.

Oleh sebab itu, penting bagi Papa untuk juga membekali diri dengan informasi seputar kesehatan kehamilan, proses persalinan hingga parenting.

Papa dan Mama bisa bersama-sama menghadiri kelas antenatal untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Bisa juga dengan membaca buku tentang ilmu kehamilan dan parenting.

5. Berhenti merokok

5. Berhenti merokok
Pexels/Irina Kostenich

Asap rokok dapat memengaruhi kesehatan janin dan juga Mama. Untuk memastikan kesehatan orang-orang yang Papa sayang tetap terjaga, usahakan untuk berhenti merokok ya, Pa.

Bukan cuma paparan asapnya saja, sisa-sisa asap rokok yang menempel di pakaian atau rambut Papa juga bisa memengaruhi kesehatan Mama.

Terlebih saat nanti si Kecil sudah dilahirkan, sistem imunnya masih sangat rendah sehingga paparan dari asap rokok bisa sangat membahayakan kesehatannya.

Demi kesehatan keluarga tercinta, yuk mulai mencari cara untuk bisa menghentikan kebiasaan merokok sekarang juga.

6. Pastikan Mama mendapat asupan nutrisi yang baik

6. Pastikan Mama mendapat asupan nutrisi baik
Freepik/rawpixel.com

Sudah diketahui bahwa apa yang dikonsumsi oleh Mama saat hamil adalah sumber makanan utama janin. Maka dari itu, memilih jenis makanan yang tepat pun penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan bahwa ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan asam folat, kalsium, zat besi, dan protein dalam makanannya.

Nutrisi-nutrisi ini penting untuk mencegah terjadinya masalah pada janin, membantu dalam perkembangan tulang dan gigi janin, serta meningkatkan pasokan oksigen dalam darah.

Penting bagi Papa untuk hadir dan memastikan Mama memiliki asupan nutrisi yang adekuat demi optimalnya tumbuh kembang janin. Jika perlu, lakukan konsultasi bersama dengan ahli gizi.

7. Menemani saat proses persalinan

7. Menemani saat proses persalinan
Pexels/Pixabay

Saat hari persalinan, perubahan besar dialami oleh si Kecil, Pa. Tadinya ia berada di lingkungan yang hangat dan gelap, namun kini menjadi dunianya menjadi terang dan mungkin dirasakannya lebih dingin.

Perubahan ini tentu akan membuatnya takut sehingga akan menangis kencang. Ia pun sudah langsung akan mengenali sesuatu yang familiar, seperti suara, sentuhan serta dekapan Mama.

Di sinilah Papa juga bisa mengambil peran penting dengan menggendong dan menenangkannya dengan suara yang lembut.

Memegang tubuh dan memeluk si Kecil akan menghangatkannya dan merangsang respons indra peraba. Kontak fisik ini juga membantu ia belajar mengatur pernapasan dan detak jantungnya menjadi lebih teratur.

Sudah siapkah Papa melakukan hal-hal ini demi mendekatkan diri dengan si Kecil?

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.