6 Larangan untuk Ibu Hamil dengan Plasenta Previa

Hindari dulu beberapa hal ini supaya tidak membahayakan kehamilan dengan plasenta previa

26 Juli 2019

6 Larangan Ibu Hamil Plasenta Previa
Unsplash/Dexter Chatuluka

Plasenta previa menjadi salah satu masalah kehamilan yang membahayakan, terutama di trimester kedua dan ketiga. Oleh sebab itu, jika didiagnosis dengan plasenta previa, Mama perlu ekstra hati-hati.

Dilansir Healthline, plasenta umumnya terletak di samping atau di atas rahim, namun bisa saja organ ini terletak di bawah rahim. Akibatnya, plasenta pun jadi menutup leher rahim. Kondisi ini disebut sebagai plasenta previa.

Pada tahap akhir kehamilan, plasenta previa dapat menyebabkan komplikasi serius.

Terutama jika yang terjadi adalah previa lengkap atau total, di mana plasenta menutup serviks sepenuhnya.

Dalam kasus seperti ini, biasanya bayi tidak dapat dilahirkan melalui persalinan normal dan tindakan operasi caesar perlu dilakukan. Selain previa lengkap, ada juga previa parsial. Ini terjadi saat plasenta menutupi serviks sebagian dan tidak sepenuhnya.

Saat terkena plasenta previa, ada beberapa hal dan aktivitas yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Ini supaya tidak menimbulkan komplikasi berbahaya lainnya. Berikut informasinya dari Popmama.com untuk Mama:

1. Berhubungan intim dan penetrasi

1. Berhubungan intim penetrasi
Pixabay/niekverlaan

Dikutip dari American Pregnancy Association, berhubungan intim hingga penetrasi menjadi salah satu aktivitas yang sebaiknya dihindari dulu pada ibu hamil dengan plasenta previa.

Sebab saat terdiagnosis dengan kondisi ini, ibu hamil menjadi lebih rentan mengalami perdarahan. Oleh sebab itu, ada baiknya Mama berdiskusi dulu dengan Papa untuk menemukan jalan tengah terbaiknya, ya.

2. Melakukan aktivitas terlalu berat

2. Melakukan aktivitas terlalu berat
Unsplash/Benjamin Balazs

Bedrest menjadi salah satu kebutuhan ibu hamil dengan plasenta previa, terutama menjelang persalinan. Ini untuk menghindari terjadinya perdarahan dan komplikasi lainnya.

Jadi, sebaiknya hindari dulu melakukan aktivitas yang terlalu berat. Misalnya mengangkat benda berat, terlalu lama beraktivitas dan tidak istirahat, serta jalan kaki terlalu jauh.

Adanya gerakan dan tekanan berlebihan pada kehamilan dengan plasenta previa dapat memicu risiko perdarahan dan membahayakan janin, Ma.

Dengan demikian, jika memungkinkan lebih baik banyak istirahat dulu ya, terlebih saat sudah dekat dengan waktu perkiraan persalinan.

Editors' Picks

3. Stres dan banyak pikiran

3. Stres banyak pikiran
Freepik

Tak cuma aktivitas fisik, masalah pada mental seperti stres, banyak pikiran dan depresi juga bisa memengaruhi kesehatan ibu hamil dengan plasenta previa.

Stres dapat memicu ketidakseimbangan hormon serta masalah kesehatan lainnya yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil.

Selain itu, saat stres Mama juga cenderung akan menjadi susah tidur, tidak mau makan dan bahkan menjadi tertutup dengan orang lain. Kombinasi efek-efek stres ini tidak baik bagi kesehatan lho, Ma.

4. Memaksakan diri melakukan persalinan normal

4. Memaksakan diri melakukan persalinan normal
Freepik/lesterman

Dikutip dari Mayo Clinic, saat terdiagnosis dengan plasenta previa maka sebaiknya proses persalinan dilakukan melalui operasi caesar. Hindari memaksakan diri melakukan persalinan normal.

Ingatkan diri Mama bahwa kesehatan Mama dan si Kecil jauh lebih penting daripada sekadar memaksakan metode persalinan.

Tetap diskusikan terlebih dahulu dengan dokter, ya. Ini untuk menemukan bagaimana metode persalinan terbaik untuk Mama, sesuai dengan kondisi kesehatan janin dan tubuh Mama sendiri.

5. Melakukan perjalanan jauh

5. Melakukan perjalanan jauh
Freepik

Traveling memang menyenangkan, tetapi saat terdiagnosis dengan plasenta previa sebaiknya hindari dulu ya, Ma. Terutama saat sudah dekat dengan waktu perkiraan persalinan.

Ini karena Mama menjadi rentan mengalami masalah termasuk perdarahan, sementara saat dalam perjalanan Mama cenderung lebih sulit mendapatkan perawatan darurat dari tenaga medis.

Melakukan perjalanan jauh juga bisa membuat Mama mengalami kelelahan, yang mengakibatkan janin menjadi stres.

6. Makan makanan pedas dan tidak bergizi

6. Makan makanan pedas tidak bergizi
Pexels/Lum3n.com

Memenuhi kebutuhan nutrisi saat hamil tidak boleh diabaikan, terutama jika Mama terdiagnosis dengan plasenta previa.

Hindari mengonsumsi makanan yang pedas berlebihan dan tidak mengandung nutrisi sehat, misalnya seperti junk food.

Kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan kehamilan yang lebih lemah dan mengganggu kesehatan janin.

Nah, demikian informasi tentang larangan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dengan plasenta previa. Jangan ragu untuk diskusi dengan dokter juga ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.