Jangan Ditiru, Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Hamil Tua

Hindari kesalahan yang banyak dilakukan saat hamil tua ini ya, Ma!

21 September 2020

Jangan Ditiru, Ini 5 Kesalahan Sering Dilakukan saat Hamil Tua
Freepik/Senivpetro

Setiap ibu hamil yang sedang asik menjalani kehamilannya terkadang sering tidak sadar kalau dirinya terbiasa melakukan kebiasaan buruk. 

Padahal kebiasaan atau kesalahan yang dilakukan saat hamil dapat memengaruhi kesehatan mama dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Sebaliknya, hal-hal yang seharusnya bisa menjadi sederhana dan membantu proses kehamilan justru disepelekan. 

Wajar memang kalau beberapa ibu hamil melakukan beberapa kesalahan selama proses kehamilannya. Namun, kesalahan yang terjadi selama kehamilan perlu diperbaiki agar tidak terjadi terus-menerus.

Untuk Mama yang sedang hamil anak pertama mungkin kesalahan-kesalahan seperti di bawah ini justru dianggap biasa dan wajar dilakukan. Penasaran apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat hamil tua?

Berikut ini beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat hamil tua yang berhasil Popmama.com rangkum:

1. Porsi makan terlalu banyak 

1. Porsi makan terlalu banyak 
Unsplash/Rod Long

Beberapa ibu hamil lebih cenderung makan terlalu banyak. Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang membuat aktivitas yang dijalani terasa melelahkan, sehingga meningkatkan nafsu makan ibu hamil.

Porsi makan selama masa kehamilan seharusnya tidak perlu ditambah, asalkan kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. 

Jika ingin ditambah, Mama bisa menambah sekitar 300 kalori per hari yang terdiri dari protein dan vitamin berkualitas. 

Untuk mengurangi kebiasaan makan dengan porsi yang terlalu berlebihan, usahakan mengontrol pikiran dan perasaan saat mengonsumsi setiap makanan yang ada di depan mata. 

Kenaikan berat badan akibat porsi makan yang terlalu banyak dapat berdampak buruk untuk kesehatan janin di dalam kandungan. Kalori tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, hipertensi hingga diabetes gestasional.  

Mulai sekarang harus bisa ditahan ya, Ma!

Editors' Picks

2. Tingkat stres yang berlebihan 

2. Tingkat stres berlebihan 
Unsplash/Issam Hammoudi

Hormon stres yang timbul saat menghadapi masalah dapat berpengaruh pada janin, sehingga si Kecil bisa mengalami stres yang sama. Banyak faktor yang dapat memicu tingkat stres seperti kurang percaya diri terhadap tubuh sendiri, hingga memikirkan proses persalinan kelak. 

Banyak juga ibu hamil yang mengkhawatirkan berat tubuhnya semakin bertambah dari hari ke hari. Dalam mengatasi rasa stres yang melanda saat hamil, ada baiknya berusaha menyingkirkan semua pemicu stres. Berusahalah untuk selalu merasa bahagia dalam keadaan apapun agar si Kecil bisa tetap sehat.  

Stres termasuk masalah yang harus segera ditangani. Bila dibiarkan, bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan mama dan janin. Maka, mintalah bantuan profesional bila memang diperlukan.

3. Tidak pernah berolahraga 

3. Tidak pernah berolahraga 
Unplash/elizabeth lies

Ma, stres selama masa kehamilan bisa dikurangi dengan cara berolahraga. Saat hamil, olahraga yang dilakukan tidak perlu terlalu berat. Lakukan olahraga ringan, namun tetap rutin. 

Selain dapat mengurangi stres, olahraga juga dapat membuat tidur malam terasa lebih nyenyak dan Mama dapat menjaga berat badan ideal dalam mempersiapkan hari persalinan. 

Bila Mama merasa mudah lelah saat berolahraga, cobalah untuk konsultasi dengan dokter. Dokter akan merekomendasikan beberapa aktivitas olahraga ringan yang bisa Mama lakukan. 

4. Tidak memakai seat belt di dalam mobil 

4. Tidak memakai seat belt dalam mobil 
babycenter.com

Selama berada di dalam mobil, penggunaan seat belt sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan keselamatan. 

Tak hanya untuk keselamatan diri sendiri, janin di dalam kandungan juga akan lebih aman saat Mama menggunakan seat belt. Posisikan seat belt dengan benar yaitu di bawah perut, tali tidak dalam kondisi melintir dan berada di antara payudara. 

Umumnya, ibu hamil seringkali mengabaikan penggunaan seat belt di dalam mobil. Alasannya karena selalu mengira jika seat belt dapat membanyakan janin. Padahal saat membiarkan diri sendiri tidak memakai seat belt justru akan membahayakan janin bila terjadi kecelakaan.

5. Tidak jujur saat konsultasi dengan dokter

5. Tidak jujur saat konsultasi dengan dokter
Freepik/Rawpixel.com

Ada yang pernah berbohong saat berkonsultasi ke dokter? 

Beberapa ibu hamil terkadang berbohong karena takut kebiasaan buruknya selama ini diketahui dokter. Untuk itu, dirinya berusaha untuk menutup-nutupi segala kesalahan yang sudah dilakukan.  

Padahal berbohong hanya akan membuat dokter tidak mengetahui kondisi kehamilan yang sebenarnya terjadi. Ini pun akan membuat dokter kurang bisa memberikan saran yang tepat. 

Bila sedang berkonsultasi dengan dokter kandungan, ada baiknya selalu menjawab dengan jujur sesuai dengan apa yang sedang dirasakan. Jangan menutupi semua yang sedang dirasakan ya, Ma.  

Itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat hamil tua. Kesalahan-kesalahan yang masih dilakukan selama kehamilan ini harus segera diubah demi kesehatan janin di dalam kandungan.

Tetap semangat menuju hari-hari jelang persalinan ya, Ma! 

Baca Juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.