5 Kesalahan Ini Paling Sering Dilakukan Saat Hamil Tua

Hindari dan harus mengubah kebiasaan ini ya, Ma!

26 November 2018

5 Kesalahan Ini Paling Sering Dilakukan Saat Hamil Tua
Freepik/Senivpetro

Setiap ibu hamil yang sedang asik menjalani kehamilannya terkadang sering lupa kalau dirinya terbiasa melakukan kebiasaan buruk. 

Padahal kebiasaan atau kesalahan yang dilakukan saat hamil dapat berpengaruh terhadap kesehatan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Hal-hal yang seharusnya bisa menjadi sederhana dan membantu proses kehamilan justru disepelekan. 

Wajar memang kalau beberapa ibu hamil melakukan beberapa kesalahan selama proses kehamilannya. Namun, kesalahan yang terjadi selama kehamilan perlu diperbaiki agar tidak terjadi terus-menerus.

Untuk Mama yang sedang hamil anak pertama mungkin kesalahan-kesalahan seperti di bawah ini justru dianggap biasa dan wajar dilakukan. Penasaran kesalahan seperti apa yang tidak boleh dilakukan? 

Berikut rangkuman dari Popmama.com mengenai beberapa kesalahan selama kehamilan yang perlu dihindari. 

1. Porsi makan terlalu banyak 

1. Porsi makan terlalu banyak 
Unsplash/Rod Long

Beberapa ibu hamil justru lebih cenderung makan terlalu banyak. Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang membuat aktivitas yang dijalani terasa melelahkan, sehingga jumlah makanan yang dikonsumsi menjadi lebih banyak. 

Porsi makan selama masa kehamilan seharusnya tidak perlu ditambah, asalkan kebutuhan nutrisi sudah tercukupi. 

Jika ingin ditambah, Mama bisa menambah sekitar 300 kalori per hari yang terdiri dari protein dan vitamin berkualitas. 

Untuk mengurangi kebiasaan porsi makan yang terlalu berlebihan, usahakan mengontrol pikiran dan perasaan dalam mengonsumsi setiap makanan yang ada di depan mata. 

Kenaikan berat badan akibat porsi makan yang terlalu banyak dapat berdampak buruk untuk kesehatan janin di dalam kandungan. Kalori tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, hipertensi hingga diabetes gestasional.  

Mulai sekarang harus bisa ditahan ya, Ma!

Baca juga: Ngidam Makan Sate, Bolehkah Ibu Hamil Memakannya?

2. Tingkat stres yang berlebihan 

2. Tingkat stres berlebihan 
Unsplash/Issam Hammoudi

Saat merasakan cemas, stres hingga depresi berkepanjangan tentu dapat meningkat kemungkinan bayi yang lahir mengalami kolik. 

Hormon stres yang timbul saat menghadapi masalah berat dapat masuk ke dalam plasenta, sehingga si kecil bisa mengalami stres yang sama. Banyak beragam faktor yang dapat memicu tingkat stres seperti kurang percaya diri terhadap tubuh sendiri. 

Banyak ibu hamil yang mengkhawatirkan berat tubuhnya semakin bertambah dari hari ke hari. Dalam mengatasi rasa stres yang melanda saat hamil, ada baiknya berusaha menyingkirkan semua pemicu stres. Berusahalah selalu merasa bahagia dalam keadaan apapun agar si Kecil bisa tetap sehat.  

Stres termasuk masalah yang harus segera ditangani. Bila dibiarkan, tubuh tidak akan mampu menyerap nutrisi dari makanan.

Baaca juga: 7 Efek Buruk Stres Terhadap Janin

Baca juga: Apa yang Janin Rasakan Saat Ibu Hamil Sedih dan Stres?

Editors' Picks

3. Tidak pernah berolahraga 

3. Tidak pernah berolahraga 
Unplash/elizabeth lies

Ma, stres selama masa kehamilan bisa dikurangi dengan cara berolahraga. 

Saat hamil, olahraga yang dilakukan tidak perlu terlalu berat. Lakukan olahraga ringan, namun tetap harus rutin. 

Selain dapat mengurangi stres, olahraga dapat membuat tidur malam terasa lebih nyenyak dan dapat menjaga berat badan ideal dalam mempersiapkan hari persalinan. 

Bila mudah lelah saat berolahraga, cobalah untuk konsultasi dengan dokter. Biasanya akan ada rekomendasi mengenai beberapa aktivitas olahraga ringan yang bisa dilakukan. 

Baca juga: 5 Mitos Tentang Olahraga saat Hamil yang Masih Dipercaya

Baca juga: Tips Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Saat Hamil

4. Tidak memakai seat belt di dalam mobil 

4. Tidak memakai seat belt dalam mobil 
babycenter.com

Selama berada di dalam mobil, penggunaan seat belt mobil itu perlu karena berguna dalam memberikan keselamatan. 

Tak hanya untuk keselamatan diri sendiri, janin di dalam kandungan juga akan lebih aman saat Mama menggunakan seat belt selama di dalam mobil. Posisikan seat belt dengan benar yaitu di bawah perut, tidak dalam kondisi memelintir dan berada di antara payudara. 

Umumnya, ibu hamil seringkali lalai dalam pemakaian seat belt di dalam mobil. Alasannya karena selalu mengira jika seat belt dalam membanyakan janin. 
Padahal saat membiarkan diri sendiri tidak memakai seat belt justru akan membahayakan janin bila terjadi kecelakaan.

Baca juga: Tips Mengendarai Mobil yang Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

Baca juga: 5 Barang yang Wajib Ada di Dalam Mobil Perempuan!

5. Tidak jujur saat konsultasi dengan dokter

5. Tidak jujur saat konsultasi dengan dokter
Freepik/Rawpixel.com

Ada yang pernah berbohong saat berkonsultasi ke dokter? 

Beberapa ibu hamil terkadang berbohong karena takut kebiasaan buruknya selama ini diketahui dokter. Untuk itu, dirinya berusaha untuk menutup-nutupi segala kesalahan yang sudah dilakukan.  

Padahal berbohong hanya akan membuat dokter tidak mengetahui kondisi kehamilan yang sebenarnya terjadi. Ini pun akan membuat dokter kurang bisa memberikan saran yang tepat. 

Bila sedang berkonsultasi dengan dokter kandungan, ada baiknya selalu menjawab dengan jujur sesuai apa yang sedang dirasakan. Jangan menutupi semua yang sedang dirasakan ya, Ma.  

Kesalahan-kesalahan yang masih dilakukan selama kehamilan ini harus segera diubah demi kesehatan janin di dalam kandungan.

Tetap semangat menuju hari-hari jelang persalinan! 

Baca juga: 5 Komplikasi Berbahaya yang Perlu Dicek ke Dokter Sebelum Persalinan

Topic: