Waspada Terhadap Solusio Plasenta di Awal Kehamilan Trimester Ketiga

Solusio plasenta tidak boleh dianggap remeh ya!

1 Agustus 2021

Waspada Terhadap Solusio Plasenta Awal Kehamilan Trimester Ketiga
Freepik/Pressfoto

Mungkin banyak yang belum mengenal solusio plasenta selama menjalani masa-masa kehamilan.

Solusio plasenta adalah plasenta yang lepas dari dinding rahim bagian dalam sebelum waktunya atau sebelum hari-hari menjelang persalinan. Jika sudah lepas, plasenta tidak bisa ditempelkan kembali ke dinding rahim. 

Kondisi plasenta yang lepas akibat solusio plasenta harus diperhatikan karena berdampak buruk bagi kesehatan bayi di dalam perut.

Solusio plasenta bisa menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan yang luar biasa. Saat ini terjadi ibu hamil akan kehilangan banyak darah.

Untuk lebih mengenal solusio plasenta, kali ini Popmama.com akan memberikan penjelasan lengkapnya. Semoga informasi ini bisa berguna untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan bayi hingga persalinan tiba. 

Editors' Picks

1. Apa itu solusio plasenta?

1. Apa itu solusio plasenta
Freepik/Dashu83

Solusio plasenta (solutio placentae) sering juga disebut sebagai abrupsio plasenta adalah kondisi yang terjadi karena lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan dan bisa terjadi di kehamilan trimester ketiga.

Kondisi solusio plasenta termasuk salah satu komplikasi kehamilan yang serius, namun jarang terjadi pada ibu hamil pada umumnya. 

Secara normal, plasenta seharusnya akan lepas dari rahim pada saat si Kecil sudah dilahirkan. Setelah proses persalinan, rahim akan mulai mengecil karena terjadi retraksi. Rahim yang semakin kecil tidak disertai dengan plasenta yang ikut mengecil, sehingga secara alam plasenta akan terlepas begitu saja. 

Padahal plasenta sendiri seharusnya bertugas memberikan suplai nutrisi dan oksigen dari ibu hamil ke bayi di dalam kandungan.

Jika plasenta terputus akibat solusio plasenta itu berarti fungsi untuk menyuplai nutrisi dan oksigen tidak dapat berjalan dengan semestinya. Semakin lama dibiarkan, ini tentunya akan membahayakan. 

Kondisi solusio plasenta memang tidak dapat dicegah secara langsung, namun ibu hamil dapat meminimalisir hal buruk ini dengan berbagai cara antara lain:

  • Menurunkan dan mengobati tekanan darah tinggi
  • Mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok hingga menggunakan narkoba
  • Berusaha konsisten memeriksakan kondisi kandungan selama masa kehamilan secara rutin
  • Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai petunjuk dan sudah konsultasi langsung dengan dokter

Perlu kembali diingat kalau ada bayi yang hidup di dalam perut. Untuk itu, kesehatan dan perkembangannya harus tetap diperhatikan dengan sangat baik. 

2. Gejala umum solusio plasenta

2. Gejala umum solusio plasenta
Freepik/Senivpetro

Ketika sudah memasuki kehamilan trimester ketiga atau bahkan beberapa pekan sebelum proses persalinan menjadi waktu yang rawan bagi ibu hamil mengalami solusio plasenta. 

Gejala solusio plasenta yang terjadi pada ibu hamil pun cukup beragam. Kondisi solusio plasenta bisa terjadi mulai dari sangat ringan, sedang hingga berat. Solusio plasenta yang terbilang ringan, masih ada kemungkinan jika menginginkan untuk melahirkan secara normal.

Jika solusio plasenta yang sudah cukup berat, itu berarti harus segera dilakukan operasi untuk menyelamatkan calon bayi di dalam kandungan. 

Walau bisa dikatakan ringan, ibu hamil harus mengetahui beberapa gejala dari solusio plasenta. Catat dan perhatikan gejala umum yang bisa terjadi ada ibu hamil dengan kondisi solusio plasenta, seperti:

  • Rahim mulai terasa sakit
  • Pendarahan pada vagina
  • Nyeri pada bagian punggung atau perut
  • Kontraksi yang berlangsung sangat cepat
  • Tidak adanya pergerakan aktif pada bayi di dalam kandungan seperti bayi normal lainnya

Jika selama masa kehamilan pernah merasakan gejala-gejala di atas, ada baiknya untuk melakukan konsultasi ke dokter. Ini semua demi kesehatan pertumbuhan dan perkembangan saat menjalani masa-masa kehamilan. 

Pemeriksaan terhadap solusio plasenta perlu dilakukan secara fisik untuk mengetahui kontraksi rahim. Tak hanya itu, ibu hamil juga harus untuk melakukan pemeriksaan darah dan juga USG. Ini berguna untuk membantu melihat kondisi pendarahan vagina, walau jarang sekali bisa mendeteksi adanya solusio plasenta. 

Saat solusio plasenta terjadi pada ibu hamil, detak jantung bayi yang ada di dalam kandungan perlu dimonitor untuk selalu mengetahui kondisi dan mencegah bila sewaktu-waktu terjadi kejadian buruk.   

3. Penyebab solusio plasenta

3. Penyebab solusio plasenta
Freepik/Bearfotos

Untuk semakin waspada terhadap solusio plasenta, ibu hamil perlu mengetahui faktor penyebabnya. Meskipun hingga saat ini penyebab pasti yang menyebabkan plasenta terlepas dari dinding rahim belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami solusio plasenta, seperti: 

  • Pendeknya tali pusar
  • Kekurangan gizi selama hamil
  • Sudah berusia di atas 40 tahun
  • Menderita gangguan pembekuan darah 
  • Mengalami pecah air ketuban terlalu awal
  • Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi 
  • Sebelumnya pernah mengalami solusio plasenta
  • Pernah melahirkan bayi kembar atau cenderung memiliki banyak anak 
  • Memiliki kebiasaan merokok, memakai obat-obatan terlarang seperti narkoba 
  • Ada riwayat trauma pada perut, seperti terbentur, terjatuh atau terkena pukulan 

Perlu disadari kalau solusio plasenta memicu komplikasi dan membahayakan jiwa penderitanya. Ibu hamil yang terkena solusio plasenta akan kemungkinan mengalami gangguan pembekuan darah Tak jarang, ada ibu hamil yang merasa tidak siap dengan risiko solusio plasenta karena banyak kehilangan darah. 

Penyakit komplikasi lain yang bisa terjadi akibat solusio plasenta yaitu kegagalan organ tubuh, salah satunya yaitu gagal ginjal. Saat persalinan tiba pun harus diwaspadai karena ada kemungkinan terjadi pendarahan hebat.  

Sementara itu untuk bayi yang sudah terancam semenjak kedatangan solusio plasenta  akan menyebabkan penurunan asupan nutrisi serta oksigen.

Jika hal itu terjadi, ada kemungkinan akan mengalami kelahiran prematur. Hal terburuk lainnya, solusio plasenta akan mengakibatkan bayi yang terlahir dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa. 

Setiap orangtua pasti tidak menginginkan hal seperti ini terjadi pada calon anaknya kelak. Bila solusio plasenta terjadi pada usia kehamilan di atas 34 minggu, dokter biasanya akan menyarankan untuk segera melakukan proses persalinan melalui operasi caesar.

Upaya transfusi darah pun harus dilakukan saat terjadi pendarahan hebat selama proses persalinan. 

Semoga informasi kali ini bisa bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.