7 Hal yang Dapat Menjadi Racun di Kehamilan Trimester Ketiga

Siapa bilang trimester ketiga berarti sudah aman? Yuk, hindari hal-hal ini, Ma!

4 Juli 2018

7 Hal Dapat Menjadi Racun Kehamilan Trimester Ketiga
Flickr.com/Florea Marian

Trimester ketiga merupakan waktu di mana Mama lebih merasa letih, tidak nyaman dengan perut yang besar, dan satu lagi yaitu perasaan tidak sabar untuk melihat bayi mama. Bukankah begitu, Ma?

Meskipun kemungkinan mengalami keguguran pada trimester ketiga ini hampir tidak ada, namun tahap ini merupakan tahap akhir yang juga paling penting dari kehamilan Mama.

Tahap di mana Mama menginginkan proses persalinan yang lancar, kemudian bisa dengan sesegera mungkin menggendong bayi Mama. Oleh karena itu, ada hal-hal yang harus dihindari karena dianggap beracun bagi calon bayi di trimester ketiga ini. Berikut Popmama.com sajikan informasinya untuk Mama

1. Gigitan serangga

1. Gigitan serangga
Unsplash/Mona Eendra

Kebanyakan gigitan serangga tidak berbahaya selama kehamilan Mama. Akan tetapi, beberapa gigitan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Untuk Mama ketahui, bulan terakhir kehamilan ini adalah masa-masa yang sangat penting, di mana sakit pada waktu ini dapat sangat berbahaya bagi bayi yang belum lahir.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh gigitan serangga dapat ditransfer ke bayi yang belum lahir.

2. Toxoplasma pada hewan peliharaan

2. Toxoplasma hewan peliharaan
Unsplash/Mikhail Vasilyev

Apakah Mama merawat hewan peliharaan di rumah? Meskipun mereka terlihat menggemaskan, Mama yang sedang hamil harus tetap berhati-hati ya! Hewan peliharaan Mama, biasanya sering ditemukan pada kucing bisa menularkan parasit melalui kotorannya. Parasit tersebut yaitu toxoplasma yang akan menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Penyakit toksoplasmosis akan sangat berbahaya bagi Mama yang sedang hamil, karena dapat menginfeksi calon bayi mama. Jika terjadi di awal kehamilan bisa membuat Mama keguguran atau bisa menyebabkan kelainan bawaan pada calon bayi mama.

3. Bermain dengan cat

3. Bermain cat
Unsplash/RhondaK Native Florida Folk Artist

Mama pasti sangat gembira karena akan segera memiliki anggota keluarga yang baru. Dengan semangat itu, pasti banyak yang akan Mama persiapkan. Mulai dari membeli pakaian, mainan, dan perlengkapan lain. Bahkan hingga menyiapkan kamar dengan warna yang menarik. Namun, perlu ingat bahwa tidak baik bagi Mama untuk menghirup bau cat, terlebih dalam keadaan hamil. Studi menunjukkan bahwa bau cat meningkatkan risiko keguguran dan kelainan bawaan pada bayi. Jadi, ketika mengecat ruangan kamar untuk calon bayi mama, ada baiknya meminta orang lain untuk melakukannya. Pastikan juga Mama memilih cat dengan kandungan VOC yang rendah ya.

Editors' Picks

4. Rokok

4. Rokok
Unsplash/Easton Oliver

Tahukah Mama bahwa ketika seseorang merokok 10 hari, akan ada peningkatan keguguran sebanyak 1,2 kali? Dilansir dari Dirangkum dari babygaga.com, merokok selama trimester pertama menyebabkan efek kesehatan jangka panjang bagi janin. Merokok selama bulan terakhir kehamilan juga berbahaya karena berhubungan dengan rendahnya berat badan calon bayi ketika lahir nanti. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk berhenti merokok jika ingin atau dalam kondisi hamil.

5. Kopi

5. Kopi
Unplash/Jason Wong

Apakah Mama pecinta kopi? Mama perlu mengetahui sebuah fakta bahwa sangat penting untuk memantau asupan kafein di trimester ketiga kehamilan Mama.

American Pregnancy Association mengklaim bahwa kafein yang dikonsumsi akan diteruskan ke janin melalui plasenta. Asupan kafein yang tinggi dapat memengaruhi berat badan bayi saat lahir, meningkatkan risiko keguguran, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan cacat jantung.

Baca Juga: Amankah Minum Kopi Bagi Ibu Hamil?

6. Pepaya mentah

6. Pepaya mentah
Flickr.com/Marufish

Pepaya mentah mengandung latex yang dapat menyebabkan kontraksi uterus sehingga dapat membuat Mama alami keguguran. Pepaya mentah juga mengandung pepsin yang dapat menyebabkan masalah perkembangan janin. Oleh karena itu, Mama disarankan untuk tidak mengkonsumsi pepaya mentah selama periode kehamilan.

7. Telur mentah atau kurang matang

7. Telur mentah atau kurang matang
Unsplash/Cory Seward

Hindari makan telur mentah atau kurang matang ya, Ma. Mengapa? Alasannya adalah telur mentah atau kurang matang mungkin membawa bakteri salmonella. Bakteri ini dapat membuat Mama keracunan makanan. Maka dari itu, Mama tidak dianjurkan untuk makan telur mentah saat hamil. Bakteri ini menyebabkan Mama alami sakit perut, diare, muntah, dan sakit kepala. Jika hal itu terjadi, maka hal tersebut dapat mempengaruhi calon bayi mama. Kehilangan cairan dapat menyebabkan bayi lahir mati dan kelahiran prematur. Untuk trehndar dari bakteri ini, Mama harus menyimpan telur dengan aman dan memastikan bahwa telur yang dikonsumsi dalam keadaan benar-benar matang.

Nah, Ma, jadi jangan beranggapan bahwa masuk trimester ketiga berarti kehamilan Mama masuk zona aman ya. Ternyata masih ada banyak hal yang dapat menjadi racun bagi calon bayi mama. Maka dari itu, tetap berhati-hati ya, Ma! Agar calon bayi mama ini lahir sehat dan sempurna.

Topic: