Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Harus Waspada, Ini 9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil

Harus Waspada, Ini 9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil
Freepik/pch.vector
Intinya Sih
  • Lonjakan hormon progesteron dan melanin menjadi penyebab utama munculnya jerawat, melasma, dan garis gelap linea nigra.

  • PUPPP dan prurigo adalah kondisi gatal yang umum terjadi akibat reaksi kulit terhadap peregangan dan perubahan imun.

  • Sebagian besar masalah kulit ini bersifat sementara dan akan memudar pasca persalinan, namun hindari penggunaan obat keras seperti retinoid.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehamilan membawa perubahan besar pada tubuh ibu hamil, tidak terkecuali pada kulit. Lonjakan hormon yang drastis dan perubahan sistem kekebalan tubuh sering kali memunculkan berbagai masalah kulit yang mungkin belum pernah Mama alami sebelumnya. Mulai dari gatal-gatal yang mengganggu tidur hingga bercak gelap yang bikin kurang percaya diri.

Kabar baiknya, sebagian besar kondisi kulit ini bersifat sementara dan akan menghilang setelah si Kecil lahir. Namun, penting bagi Mama untuk mengenali mana yang wajar dan mana yang butuh perhatian ekstra.

Berikut Popmama.com telah merangkum sembilan penyakit kulit yang sering terjadi saat hamil.

Yuk Ma, simak daftarnya!

Deretan Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil

1. PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy)

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 1
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

PUPPP menjadi keluhan kulit yang paling "terkenal" di kalangan mama saat hamil. PUPPP biasanya muncul di trimester ketiga saat peregangan kulit perut mencapai puncaknya. Gejalanya berupa bentol-bentol kemerahan yang terasa sangat gatal, mirip biduran, yang menyebar di sekitar stretch marks perut.

Rasa gatal akibat PUPPP bisa sangat menyiksa, terutama di malam hari, dan kadang menyebar ke paha atau bokong. Meskipun sangat mengganggu kenyamanan ibu hamil, kondisi ini tidak membahayakan janin.

Kompres dingin dan pelembap aloe vera biasanya cukup membantu meredakan rasa panasnya.

2. Melasma (masker kehamilan)

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 2
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Pernah melihat bercak kecokelatan yang muncul tiba-tiba di pipi, dahi, hidung, atau di atas bibir? Itu adalah melasma atau sering disebut chloasma (topeng kehamilan). Kondisi ini terjadi karena hormon kehamilan merangsang sel melanosit memproduksi pigmen melanin berlebih saat kulit terpapar sinar matahari.

Bercak gelap ini biasanya tidak gatal atau sakit, hanya mengganggu penampilan secara estetika. Untuk mencegahnya makin gelap, Mama wajib menggunakan sunscreen fisik (physical sunscreen) setiap hari dan memakai topi lebar saat keluar rumah.

Tenang saja, bercak ini biasanya memudar perlahan pasca melahirkan.

3. Stretch marks (striae gravidarum)

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 3
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Hampir 90 persen ibu hamil akan mengalami guratan ini. Stretch marks muncul ketika kulit mama meregang lebih cepat daripada kemampuan kulit untuk memproduksi kolagen. Akibatnya, jaringan di bawah kulit "robek" dan memunculkan garis-garis berwarna merah muda, ungu, atau cokelat di perut, paha, dan payudara.

Awalnya guratan ini mungkin terasa gatal karena kulit yang menipis dan kering. Meski sulit dicegah sepenuhnya karena faktor genetik, menjaga kelembapan kulit dengan rutin mengoleskan minyak atau krim khusus sejak awal kehamilan dapat membantu memudarkan tampilannya.

4. Jerawat

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 4
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bagi sebagian ibu hamil, kehamilan justru membuat wajah breakout parah layaknya masa pubertas. Penyebab utamanya adalah lonjakan hormon progesteron yang memicu kelenjar minyak (sebum) di wajah berproduksi secara berlebihan, sehingga menyumbat pori-pori.

Jerawat hormonal ini biasanya muncul di sekitar rahang dan dagu. Mama harus hati-hati dalam memilih obat jerawat, hindari produk yang mengandung retinoid atau isotretinoin karena berbahaya bagi janin.

Pilihlah bahan alami seperti tea tree oil atau obat totol yang diresepkan aman oleh dokter.

5. Linea nigra

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 5
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sadar atau tidak, garis gelap vertikal yang memanjang dari pusar hingga ke area kemaluan ini sebenarnya sudah ada sebelum hamil (disebut linea alba), namun warnanya samar. Saat hamil, peningkatan melanin membuat garis ini menjadi hitam dan sangat tegas (linea nigra).

Sama seperti melasma, garis perut ini murni akibat perubahan pigmentasi hormonal dan sama sekali tidak berbahaya. Mitos yang mengatakan garis ini bisa memprediksi jenis kelamin bayi (laki-laki atau perempuan) hanyalah mitos belaka. Garis ini akan memudar beberapa bulan setelah menyusui.

6. Varises dan spider veins

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 6
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Selama hamil, volume darah mama meningkat drastis untuk menyuplai janin. Di sisi lain, rahim yang membesar menekan pembuluh darah balik di panggul. Akibatnya, pembuluh darah di kaki sering menonjol besar dan berwarna kebiruan (varises) atau muncul guratan halus seperti jaring laba-laba (spider veins) di wajah dan kaki.

Kondisi ini sering membuat kaki terasa berat dan pegal. Untuk menguranginya, hindari berdiri terlalu lama dan biasakan mengangkat kaki lebih tinggi saat berbaring agar aliran darah kembali lancar.

7. Prurigo of pregnancy

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 7
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jika Mama menemukan benjolan-benjolan kecil seperti gigitan serangga yang terasa gatal di lengan atau kaki, bisa jadi itu adalah prurigo of pregnancy. Berbeda dengan PUPPP yang ada di perut, prurigo biasanya muncul di area ekstensor (bagian luar lengan atau kaki).

Penyebab pastinya belum diketahui, namun diduga terkait dengan perubahan sistem imun tubuh ibu hamil. Benjolan ini bisa bertahan cukup lama, bahkan hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Usahakan jangan digaruk ya, Ma. Dengan tidak menggaruk, maka tidak akan meninggalkan bekas luka koreng.

8. Skin tags

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 8
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Perubahan hormon dan gesekan kulit sering memicu pertumbuhan daging jadi atau kutil kecil yang disebut skin tags. Biasanya "kutil" jinak ini muncul di area lipatan tubuh yang lembap seperti leher, ketiak, bawah payudara, atau selangkangan.

Ukurannya bervariasi dari sebutir beras hingga kacang hijau. Skin tags tidak berbahaya dan tidak menular. Jika posisinya mengganggu atau sering tersangkut pakaian, Mama bisa meminta dokter kulit untuk mengangkatnya setelah proses persalinan selesai.

9. Eksim atau dermatitis yang kambuh

9 Penyakit Kulit yang Sering Terjadi saat Hamil 9
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bagi ibu hamil yang memiliki riwayat alergi atau asma, kehamilan sering kali menjadi pemicu kambuhnya eksim (eczema). Kulit akan menjadi sangat kering, merah, bersisik, dan gatal parah, biasanya di lipatan siku atau belakang lutut.

Perubahan fungsi kekebalan tubuh selama hamil membuat kulit lebih sensitif terhadap iritan seperti sabun atau detergen. Kunci penanganannya adalah hidrasi, gunakan sabun mandi yang lembut (hypoallergenic) dan rajin memakai pelembap emollient sesering mungkin.

Itulah beberapa penyakit kulit yang sering terjadi saat hamil. Sebagian besar kondisi ini akan membaik dengan sendirinya setelah hormon ibu hamil kembali normal. Namun, jika gatalnya sudah tidak tertahankan hingga mengganggu tidur, jangan ragu konsultasi ke dokter.

FAQ Masalah Kulit Ibu Hamil

Apakah penyakit kulit saat hamil bisa menular ke bayi?

Sebagian besar kondisi di atas (seperti PUPPP, melasma, jerawat) tidak menular dan tidak membahayakan janin. Namun, ada satu kondisi langka bernama Pemfigoid Gestationis (lepuhan autoimun) karena berisiko memengaruhi pertumbuhan janin.

Bolehkah pakai krim pemutih untuk melasma saat hamil?

Sebaiknya hindari krim pemutih yang mengandung hidrokuinon atau merkuri karena berbahaya bagi janin. Gunakan saja sunscreen dan vitamin C serum yang aman untuk ibu hamil.

Kenapa stretch marks terasa sangat gatal?

Karena kulit yang meregang secara paksa menyebabkan lapisan dermis menipis dan kering, sehingga saraf-saraf kulit mengirimkan sinyal gatal. Menggaruknya justru akan memperparah kerusakan kulit.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More