Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil, Bisa karena Stres

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil COVER
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Intinya sih...
  • Peningkatan volume darah hingga 50 persen memaksa jantung bekerja lebih keras dan cepat, memicu sensasi berdebar.
  • Anemia defisiensi besi sering ditandai dengan jantung berdebar karena jantung berusaha mengompensasi kurangnya oksigen.
  • Batasi kafein dan kelola stres dengan baik untuk mencegah pemicu jantung berdebar dari faktor gaya hidup.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah Mama sedang duduk santai, lalu tiba-tiba merasakan jantung berdetak sangat kencang seolah habis berlari maraton? Kondisi jantung berdebar atau palpitasi ini memang sering dialami oleh ibu hamil dan kerap menimbulkan kepanikan karena takut terjadi sesuatu pada janin.

Kabar baiknya, sebagian besar kasus jantung berdebar saat hamil memang kondisi yang normal dan tidak berbahaya. Hal ini merupakan respons alami tubuh yang sedang beradaptasi dengan perubahan besar selama kehamilan. Namun, ada kalanya ini menjadi sinyal adanya kekurangan nutrisi. 

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab jantung berdebar pada ibu hamil yang perlu diketahui.

Yuk Ma, cari tahu alasannya agar lebih tenang!

Deretan Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil

1. Peningkatan volume darah

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 1
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Penyebab paling utama jantung berdebar adalah kerja keras jantung itu sendiri. Selama hamil, tubuh ibu hamil memproduksi darah 30 persen hingga 50 persen lebih banyak dari biasanya. Darah ekstra ini dibutuhkan untuk menyuplai nutrisi dan oksigen ke plasenta guna mendukung pertumbuhan janin.

Dikarenakan volume darah yang harus dipompa meningkat drastis, jantung harus bekerja lebih ekstra dan berdetak lebih cepat dari kondisi normal.

Inilah yang sering kali ibu hamil rasakan sebagai sensasi berdebar-debar, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga.

2. Perubahan hormon progesteron

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 2
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Hormon progesteron yang melonjak saat hamil memiliki efek melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi) untuk melancarkan aliran darah ke rahim.

Efek sampingnya, tekanan darah cenderung turun secara alami, terutama di pertengahan kehamilan.

Untuk mengimbangi penurunan tekanan darah ini dan memastikan otak serta janin tetap mendapat suplai darah yang cukup, jantung akan secara refleks memompa lebih cepat. Mekanisme kompensasi inilah yang membuat detak jantung terasa lebih kencang dan kadang tidak beraturan.

3. Anemia atau kurang darah

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 3
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Jantung berdebar bisa menjadi sinyal kuat bahwa tubuh sedang kekurangan zat besi alias anemia. Zat besi diperlukan untuk membentuk hemoglobin yang bertugas mengikat oksigen dalam darah. Jika hemoglobin rendah, pasokan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang.

Akibatnya, jantung harus bekerja lembur memompa darah lebih cepat agar sirkulasi oksigen tetap terpenuhi.

Jika Mama sering merasa jantung berdebar disertai wajah pucat, mudah lelah, dan pusing berkunang-kunang, coba segera cek kadar Hb (hemoglobin) ke dokter.

4. Konsumsi kafein berlebih

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 4
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Bagi pencinta kopi atau teh, kebiasaan ini perlu diperhatikan lagi.

Kafein adalah stimulan yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Saat hamil, metabolisme tubuh melambat, sehingga efek kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh mama.

Minuman berenergi, soda, cokelat, dan kopi yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu palpitasi atau jantung berdebar kencang. Sebaiknya batasi konsumsi kafein harian mama (maksimal 200 mg) atau beralih ke minuman yang lebih menenangkan seperti air kelapa atau susu hangat.

5. Kecemasan dan stres emosional

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 5
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kehamilan membawa banyak perubahan emosional. Rasa cemas memikirkan proses persalinan, kesehatan bayi, atau persiapan finansial sering kali membuat ibu hamil stres tanpa sadar. Stres memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol.

Hormon stres ini secara langsung memengaruhi sistem saraf simpatis yang mengatur detak jantung, menyebabkannya berdetak lebih cepat.

Serangan panik ringan (panic attack) akibat kecemasan berlebih sering kali bermanifestasi sebagai jantung yang berdebar hebat dan sesak napas.

6. Dehidrasi dan gangguan elektrolit

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 6
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi dapat menyebabkan darah menjadi lebih kental, sehingga jantung harus memompa lebih kuat. Dehidrasi juga sering kali dibarengi dengan ketidakseimbangan elektrolit, terutama kekurangan magnesium dan kalium.

Kedua mineral ini sangat penting untuk menjaga irama jantung tetap stabil. Jika Mama sering muntah karena morning sickness dan kurang minum, risiko dehidrasi dan jantung berdebar akan meningkat.

Pastikan minum air putih yang cukup setiap hari ya, Ma.

7. Gangguan kelenjar tiroid

7 Penyebab Jantung Berdebar pada Ibu Hamil 7
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Meskipun lebih jarang terjadi, jantung berdebar bisa menjadi tanda adanya masalah pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif).

Hormon kehamilan hCG memiliki struktur yang mirip dengan hormon tiroid, sehingga bisa memicu kelenjar ini bekerja berlebihan pada sebagian ibu hamil.

Kondisi hipertiroidisme menyebabkan metabolisme tubuh menjadi sangat cepat (hipermetabolisme), yang ditandai dengan jantung berdebar terus-menerus, tangan gemetar, berat badan sulit naik, dan mudah kepanasan. Kondisi ini memerlukan penanganan medis khusus dari dokter.

Itulah beberapa penyebab jantung berdebar pada ibu hamil.

Jika debaran jantung disertai nyeri dada, sesak napas parah, atau pingsan, jangan tunda untuk segera ke IGD ya, Ma.

FAQ Jantung Berdebar Ibu Hamil

Apakah jantung berdebar berbahaya bagi janin?

Umumnya tidak. Jika penyebabnya fisiologis (perubahan tubuh normal), janin tidak akan terganggu. Namun, jika disebabkan oleh penyakit tiroid atau jantung bawaan yang tidak terawat, itu bisa memengaruhi suplai darah ke janin.

Apa yang harus dilakukan saat jantung tiba-tiba berdebar?

Duduk atau berbaringlah dengan posisi menyamping ke kiri untuk melancarkan aliran darah ke jantung. Tarik napas dalam-dalam dan cobalah rileks. Minumlah segelas air putih untuk memastikan tidak dehidrasi.

Kapan palpitasi dianggap tidak normal?

Jika jantung berdebar terjadi saat ibu hamil sedang istirahat total (tidak habis aktivitas), berlangsung lama, ritmenya sangat tidak beraturan, atau disertai sesak napas dan pusing hebat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Ciri-Ciri Flek saat Hamil Muda yang Normal dan Perlu Diwaspadai

27 Jan 2026, 07:20 WIBPregnancy