Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Minum Teh saat Hamil, Ini Dampaknya pada Perkembangan Kognitif Anak

Freepik
Freepik
Intinya sih...
  • Studi menemukan konsumsi teh selama kehamilan dapat meningkatkan fungsi kognitif serta motorik anak.
  • Mama perlu membatasi konsumsi teh yang mengandung kafein, seperti teh hijau dan teh hitam.
  • Jenis teh tertentu perlu dihindari selama kehamilan untuk menjaga kesehatan Mama dan janin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Konsumsi teh selama masa kehamilan menjadi salah satu kegiatan yang cukup populer. Studi menunjukkan bahwa 29% ibu hamil dari 18 negara menggunakan suplemen herbal, salah satunya teh, untuk meredakan keluhan selama masa kehamilan, seperti rasa muntah, sakit perut, kembung, dan masih banyak lainnya.

Teh terdiri dari berbagai jenis, mulai dari teh herbal hingga teh nonherbal. Selain membantu meredakan rasa tidak nyaman selama kehamilan, minum teh secara teratur juga diketahui dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi tubuh mama.

Studi terbaru menemukan bahwa konsumsi teh selama kehamilan memengaruhi perkembangan kognitif anak. Walaupun begitu, Mama tetap perlu memerhatikan jenis teh yang dikonsumsi selama kehamilan, terutama terhadap teh nonherbal yang memiliki kandungan kafein, karena janin sangat sensitif terhadap kandungan tersebut.

Yuk, Ma, simak penjelasan lebih lengkap terkait minum teh saat hamil dan kaitannya pada perkembangan kognitif anak seperti Popmama.com rangkum berikut.

Table of Content

Hubungan Teh dengan Kognitif Anak

Hubungan Teh dengan Kognitif Anak

Freepik/pressfoto
Freepik/pressfoto

Studi terbaru yang dilakukan oleh Anhui Medical University menemukan bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi teh selama masa kehamilan memiliki keterkaitan terhadap tingkat kognitif serta keterampilan motorik anak.

Studi tersebut melibatkan 1.423 pasangan ibu dan anak dari Chinese National Birth Cohort (CNBC) dan menunjukkan hasil bahwa konsumsi teh secara teratur sepanjang masa kehamilan dapat meningkatkan fungsi kognitif serta motorik anak yang lebih baik, khususnya saat trimester kedua atau ketiga kehamilan, dibandingkan dengan konsumsi teh yang hanya dilakukan pada salah satu trimester saja.

Jenis Teh yang Dapat Dikonsumsi

Pixabay/congerdesign
Pixabay/congerdesign

Meskipun konsumsi teh memiliki manfaat signifikan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Mama tetap perlu membatasi jumlah konsumsi teh, khususnya terhadap konsumsi teh yang memiliki kandungan kafein.

Studi oleh Anhui Medical University menemukan bahwa konsumsi teh yang mengandung kafein rendah hingga sedang tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif atau perilaku anak.

Namun, konsumsi teh dengan kadar kafein terlalu tinggi dapat menimbulkan risiko tertentu selama kehamilan karena tubuh mama dan janin menjadi lebih sensitif terhadap kandungan kafein selama masa kehamilan.

Sebagai panduan, European Food Safety Authority (EFSA) memberikan batasan bagi perempuan hamil dalam mengonsumsi teh yang memiliki kandungan kafein, yaitu tidak melebihi dari 200 mg per hari.

Berikut merupakan jenis-jenis teh yang dapat Mama konsumsi selama kehamilan:

  • Teh peppermint

Teh peppermint termasuk salah satu teh yang dapat dikonsumsi selama kehamilan. Teh ini memiliki efek samping yang minimal serta beragam manfaat bagi tubuh mama, seperti membantu mengatasi mual, meredakan gejala pencernaan, dan menenangkan perut.

  • Teh hijau

Teh hijau merupakan salah satu jenis teh nonherbal yang dapat dikonsumsi oleh Mama dengan jumlah batasan konsumsi. Satu cangkir teh hijau berukuran 250 ml telah mengandung 30 mg kadar kafein sehingga Mama tidak boleh mengonsumsi teh hijau secara berlebihan.

Mama juga perlu lebih waspada saat membeli dan mengonsumsi teh hijau di kedai kopi. Tidak jarang kedai kopi menyajikan teh hijau melebihi 600 ml sehingga kandungan kafeinnya melebihi batas aman yang telah dianjurkan.

  • Teh hitam

Mirip seperti teh hijau, pembuatan teh hitam juga berasal dari tanaman yang sama sehingga memiliki batasan konsumsi yang serupa. Satu cangkir teh hitam dengan ukuran 250 ml mengandung 50 mg kafein. Oleh karena itu, Mama tidak boleh mengonsumsi teh hitam serta teh hijau secara berlebihan.

  • Teh daun lemon

Hingga saat ini, studi terkait konsumsi teh daun lemon masih menunjukkan berbagai sudut pandang pendapat. Penelitian dari American Academy of Family Physicians menunjukkan bahwa teh daun lemon aman untuk dikonsumsi selama kehamilan dalam jumlah sedang.

Namun, dokter dari Mount Sinai justru merekomendasikan untuk menghindari konsumsi teh tersebut selama kehamilan.

Di sisi lain, konsumsi teh ini memberikan beberapa efek bagi ibu hamil, seperti mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, hingga meredakan gangguan pencernaan.

Jenis Teh yang Mama Perlu Hindari

Pixabay/congerdesign
Pixabay/congerdesign

Penyedia layanan kesehatan umumnya memberikan rekomendasi bagi Mama saat masa kehamilan untuk menghindari beberapa jenis teh tertentu. Jenis teh tersebut, meliputi:

  • Teh chamomile.

  • Teh timi.

  • Teh fenugreek

  • Teh jelatang.

  • Teh sage.

  • Teh akar manis.

Meskipun beberapa jenis teh tersebut masih belum sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah untuk dihindari, tetapi langkah pencegahan dapat dilakukan demi menjaga kesehatan mama dan janin.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Freepik
Freepik

Selama masa kehamilan, tubuh mama cenderung lebih sensitif terhadap kandungan kafein yang ada pada dalam teh, khususnya terhadap plasenta. Oleh karena itu, Mama juga perlu berhati-hati serta bijak dalam mengonsumsi teh selama masa kehamilan.

Apabila Mama mengonsumsi teh yang mengandung kafein dengan jumlah kecil kemudian merasa mudah gelisah atau khawatir dibandingkan biasanya, sebaiknya Mama menghentikan konsumsi teh tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai minum teh saat hamil dan kaitannya pada perkembangan kognitif anak. Pastikan Mama lebih selektif dalam memilih jenis teh tertentu serta rutin konsultasi dengan tenaga kesehatan agar kesehatan dan kebutuhan janin tetap terjaga, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Efek Kehamilan Tak Berhenti usai Melahirkan, Pemulihan Butuh Waktu Lama

23 Jan 2026, 16:20 WIBPregnancy