Mengalami Demam Berdarah Saat Hamil? Mungkin Kamu akan Merasakan Ini

Dampak buruk demam berdarah saat hamil tidak bisa disepelekan Ma.

18 April 2019

Mengalami Demam Berdarah Saat Hamil Mungkin Kamu akan Merasakan Ini
Freepik/Bearfotos

Pada saat musim hujan, penyakit demam berdarah rentan untuk terjadi, terlebih jika Mama tidak menjaga kebersihan lingkungan dengan baik. Sebab saat musim hujan, genangan air dapat menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk demam berdarah dan risiko Mama untuk tergigit nyamuk demam berdarah tentu akan semakin besar.

Demam berdarah juga bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali bagi ibu hamil.

Demam berdarah saat hamil sendiri sebenarnya sangatlah berbahaya Ma. Karena tak hanya berdampak terhadap kesehatan Mama saja, tetapi juga bagi janin dalam kandungan.

Adapun efek demam berdarah saat hamil dilansir dari Breakdengue yaitu:

1. Meningkatkan risiko keguguran

1. Meningkatkan risiko keguguran
Freepik/Pressfoto

Mama yang menderita demam berdarah saat hamil berisiko untuk mengalami keguguran, terlebih jika demam berdarah yang Mama derita terjadi di awal kehamilan.

Para peneliti mengungkap bahwa perempuan yang terinfeksi demam berdarah saat hamil memiliki risiko tiga setengah kali lipat untuk mengalami keguguran dibanding mereka yang tidak terinfeksi.

2. Meningkatkan risiko bayi lahir mati

2. Meningkatkan risiko bayi lahir mati
Freepik/Pressfoto

Selain meningkatkan risiko alami keguguran, diperkirakan risiko lahir mati juga akan meningkat mencapai tujuh kali lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak terinfeksi demam berdarah. Namun, ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Baca juga:

Editors' Picks

3. Bayi lahir prematur dan lahir dengan berat rendah

3. Bayi lahir prematur lahir berat rendah
Freepik/Rawpixel.com

Kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat rendah merupakan dampak paling umum dari infeksi demam berdarah saat hamil Ma. Menurut beberapa penelitian, perempuan yang terinfeksi demam berdarah saat hamil memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan berat rendah, kelahiran prematur.

Hal senada terkait risiko yang disebutkan tadi juga diungkap oleh Mrs. Paixão, Kepala studi London School of Hygiene & Tropical Medicine. Menurutnya perempuan yang terinfeksi demam berdarah saat hamil memang lebih berisiko untuk melahirkan bayi dengan berat rendah, lahir prematur, dan lahir mati.

4. Mengatasi demam berdarah saat hamil

4. Mengatasi demam berdarah saat hamil
Freepik/Javier Sánchez Mingorance

Dilansir dari Mom Junction, tidak ada obat untuk mengatasi demam berdarah, termasuk demam berdarah saat hamil. Namun Mama yang menderita demam berdarah saat hamil harus mendapatkan istirahat yang banyak dan mengonsumsi banyak air untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Mama tidak disarankan untuk mengonusmsi obat bebas terutama karena konsumsi obat bebas belum tentu aman untuk perempuan hamil. Jadi ada baiknya untuk konsultasikan kepada dokter terkait obat yang direkomendasikan.  

Apabila Mama merasa lebih buruk setelah 24 jam pertama pasca demam turun, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter, terlebih jika disertai dengan muntah dan sakit perut yang parah.

Dokter akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi Mama.

Itulah 4 dampak yang bisa dialami oleh ibu hamil yang mengalami demam berdarah. Lebih baik mencegah Ma, agar kehamilan bisa berjalan dengan nyaman.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!