Penyebab Urin Berbusa Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Apakah ini bisa jadi tanda bahaya?

5 Juli 2019

Penyebab Urin Berbusa Saat Hamil Cara Mengatasinya
healthline.com

Ketika urin yang kamu keluarkan terlihat bening dan bersih, maka itu pertanda kesehatan kamu baik-baik saja. Namun jika urinmu berwarna keruh dan berbau, maka bisa jadi ada gangguan pada kesehatan kamu. Lalu, bagaimana jika air kencing berbusa?

Hal ini bisa terjadi pada kehidupan sehari-hari termasuk pada ibu hamil.
Apakah penyebabnya dan benarkah ini menandakan kamu sedang tidak sehat?

Simak yuk Ma, penjelasan lebih lanjut dari Popmama.com mengenai urin berbusa saat hamil.

1. Penyebab urine berbusa

1. Penyebab urine berbusa
Freepik/rawpixel.com

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan urine berbusa, di antaranya adalah adanya aliran urine yang lebih cepat dari biasany karena kamu sudah menahan lamal sehingga sampai terasa kebelet kencing.

Ketika kandung kemih penuh, tekanan kandung kemih akan lebih kuat sehingga saat dikeluarkan dapat menimbulkan busa saat urin berbenturan dengan pinggiran kloset.

Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah beberapa penyebab utama urin berbusa:

  • Dehidrasi

Dehidrasi bisa mengubah warna urin jadi lebih pekat dan bergelembung. Saat tubuh mengalami dehidrasi maka urin cenderung mengandung protein dan jika bercampur beberapa bahan kimia lainnya yang menempel di toilet maka bisa membentuk gelembung. Itulah sebabnya dehidrasi bisa jadi penyebab kencing berbusa.

  • Stres

Saat kamu merasa cemas atau stres bisa membuat urin berbusa. Itu karena ginjal akan memproduksi lebih banyak albumin atau protein.

  • Menjalani kehamilan

Saat sedang hamil, urin juga bisa jadi lebih sering berbusa. Selama kehamilan ginjal harus bekerja dengan keras dan protein bisa masuk ke dalam urin dan menyebabkannya berbusa.

  • Diabetes

Penyakit diabetes juga bisa mempengaruhi kerja ginjal dan pada akhirnya menyebabkan urin yang kamu keluarkan sehari-hari cenderung berbusa.

  • Proteinuria

Proteinuria adalah kondisi di mana kadar protein dalam ginjal terlalu tinggi. Bila ginjal tidak mampu menyaring protein ini dengan baik akibatnya kencing jadi berbusa.

  • Infeksi Saluran Kemih

ISK adalah penyakit yang membuat bakteri menginfeksi saluran kemih. ISK pada masa kehamilan menyebabkan kencing berbusa saat hamil. Jika mengalami hal ini saat buang air kecil biasanya kamu merasakan panas atau perih seperti terbakar.

  • Masalah jantung

Masalah jantung atau kardiovaskular juga bisa membuat urin berbusa. Karena penyakit ini membuat kadar protein dalam tubuh juga meninggi.

Urine berbusa bisa jadi tanda gejala preeklamsia.

Preeklamsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang banyak dialami oleh perempuan di Indonesia. Beberapa tanda preeklamsia antara lain tekanan darah tinggi dan adanya protein di dalam urin.

Editors' Picks

2. Urin berbusa saat hamil bisa jadi tanda preeklampsia

2. Urin berbusa saat hamil bisa jadi tanda preeklampsia
babycentre.co.uk

Sebenarnya jika urine berbusa hanya dalam beberapa waktu, maka kondisi ini dianggap sebagai kondisi normal. Namun jika terjadi secara terus-menerus, maka protein yang keluar bersama urin menyebabkan kencing berbusa dan ini bisa dicurigai sebagai gejala preeklampsia.

Penyebab preeklampsia dan bahayanya pada kehamilan

Para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti preeklampsia, namun diduga kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah yang memasok darah ke janin. Selain itu preeklampsia juga diduga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Preeklamsia yang tidak ditangani dengan baik dapat berisiko pada perkembangan janin dan dapat memicu keguguran dan kematian baik pada ibu hamil atau janinnya.

Baca juga:

3. Cara mengatasi urin berbusa saat hamil

3. Cara mengatasi urin berbusa saat hamil
Unsplash/Mickael Tournier

Pada tahun 2006 angka kematian ibu hamil yang disebabkan oleh kejadian preeklampsia tercatat sebanyak 5,8 persen berdasarkan catatan Depkes di tahun 2007.

  • Cara mengatasi urin berbusa saat hamil  adalah hidrasi tubuh dengan maksimal. Jangan biarkan jumlah cairan tubuh menurun.
  • Cara lain yang perlu dilakukan untuk menghindari preeklampsia adalah batasi konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti telur dan ikan. Bukan menghindarinya tapi cukup membatasi porsinya saja.
  • Lakukan yoga prenatal dan relaksasi agar kamu terhindar dari stres.

Komunikasikan apa yang kamu rasakan ke suami dan dokter jika dirasa ada yang membuat tidak nyaman.

Untuk memastikan penyebab urin berbusa saat kehamilan disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandunganmu dan melakukan pemeriksaan darah beserta cek urin. Semakin cepat mendapat penanganan, maka semakin baik penyembuhannya.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;