TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Hal Ini Umum Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Untuk Mama baru, jangan buru-buru panik. Ini normal terjadi, kok!

Freepik/freepic.diller

Pertama kali menjadi Mama tentu bukan hal yang mudah. Masih banyak hal dalam kamus mama baru yang perlu Mama ketahui.

Apalagi kalau berkaitan dengan hal-hal umum yang terjadi pada si Kecil.

Saat melihat bayi menangis dan tidak mendapatkan petunjuk, rasanya langsung ingin melambaikan tangan ya, Ma.

Tenang dulu, itu adalah salah satu cara bayi yang baru lahir beradaptasi dengan dunia baru dan lingkungan barunya. Jadi, wajar saja jika Mama tidak tahu apa yang ia mau.

Untuk membantu Mama, berikut ini Popmama.com rangkum dari berbagai sumber hal-hal umum apa yang biasa terjadi pada si Kecil di minggu-minggu pertamanya.

1. Menangis

Pexels/Sarah Chai

Dalam masa-masa pertama hidupnya, bayi Mama perlu beradaptasi. Salah satu cara yang bisa mereka lakukan adalah menangis.

Menangis adalah cara alami bayi berkomunikasi dengan dunia saat ia ingin dipeluk, lapar, bahkan jika mereka merasa tidak enak badan.

Selain itu, menangis juga dapat membantu mereka juga untuk melepaskan stres, membangkitkan imun, serta mengaktifkan pernapasannya lho Ma.

Jadi, saat mereka menangis cobalah untuk menyusuinya, mengganti popok, memeluk, memijat, membelainya, bergoyang sambil menggendongnya, atau mengayunkan bayi dalam buaian.

Jika tangisan si Kecil berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh ya, Ma.

2. Batuk

freepik/onlyyouqj eksim pada bayi

Batuk pada bayi yang baru lahir tidak selalu merupakan tanda penyakit, Ma. Bisa saja si Bayi sedang mencoba membersihkan lendir atau sesuatu yang menggangu di tenggorokannya. Selain itu, ini juga bisa terjadi saat ia sedang minum ASI.

Saat bayi menikmati ASI, bisa saja ASI Mama keluar terlalu cepat. Ini juga bisa menyebabkan ia terbatuk. Hal ini pelan-pelan akan hilang seiring bayi beradaptasi pada pelajaran pertamanya. 

Tapi, jika batuk berlanjut dan bayi menunjukkan tanda seperti muntah, demam tinggi dan kesulitan bernapas, konsultasikan pada dokter karena mungkin ada masalah dengan sistem pencernaan atau paru-paru bayi.

3. Penyakit kuning

Instagram.com/melissammerr Jaundice bayi kuning

Salah satu masalah yang paling umum di antara bayi baru lahir adalah penyakit kuning. Biasanya ini muncul ketika bayi berusia 3 atau 4 hari.

Biasanya penyakit kuning akan terjadi selama sekitar 7-10 hari, Ma. Ciri umum yang ditunjukkan adalah mata yang kekuningan.

Penyakit kuning ini terjadi karena saat bayi baru lahir, hati mereka belum benar-benar matang sehingga bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi di dalam tubuhnya.

Jika penyakit ini terjadi dalam waktu 24 jam setelah kelahiran atau berlangsung lebih dari 3 minggu, segera bawa si Kecil ke dokter anak untuk menyelidiki penyebabnya dan mengambil tindakan yang diperlukan.

4. Masalah kulit

Babygaga

Bayi yang baru lahir cenderung memiliki masalah kulit yang beragam. Mulai dari kulit kemerahan, kering, bernoda, atau pecah-pecah. Berikan losion khusus bayi jika si Kecil Mama mengalaminya.

Berbeda lagi jika kulit bayi berubah jadi kemerahan. Biasanya ini sering terjadi di area dahi, wajah dan lipatan leher, dada, dan lengan karena suhu ruangan.

Pastikan suhu ruangan tetap nyaman untuk si Kecil atau ganti pakaian bayi dengan pakaian yang sejuk dan ringan. 

Jika Mama mendapati kulit bayi mengalami ruam popok, pastikan Mama teratur membersihkan pantat bayi dan mengganti popok basahnya, ya.

Jika ruam popok tetap ada meskipun telah melakukan perawatan yang memadai, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter.

5. Kolik

Freepik/sergei_stock1977

Apakah bayi Mama lebih dari 3 jam sehari di sore atau malam hari? Apakah ini sudah berlangsung lebih dari tiga hari seminggu selama lebih dari tiga minggu? Ini biasanya terjadi karena kolik.

Si Kecil mungkin juga menunjukkan tanda seperti mengepalkan tangan, otot perut yang tegang, dan mungkin kaki yang meringkuk.

Jika demikian bisa dipastikan ia mengalami kolik.Beberapa faktor yang bisa menjadi pencetusnya adalah menelan udara secara berlebihan, alergi susu, atau sistem pencernaan yang belum matang.

Lalu apa yang bisa Mama lakukan? Mengutip dari Health Hub, Mama bisa memberi si Kecil sedikit ASI namun sering.

Pastikan si Kecil bersendawa dengan baik. Ciptakan suasana nyaman dengan memeluk, mengajaknya bicara, atau menyanyikan lagu-lagu untuknya.

Konsultasikan pada dokter anak Mama jika tangisannya tidak berhenti atau jika terjadi perubahan pola makan pada anak.

Baca juga:

The Latest