TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Lagi #dirumahaja, Apakah Jadwal Vaksin Bayi Bisa Ditunda? Ini Tipsnya

Di masa pandemi Covid-19, amankah membawa si Kecil ke rumah sakit untuk vaksinasi?

pixnio.com/Amanda Mills

Saat pandemi virus Corona (Covid-19) melanda dunia, kesehatan menjadi prioritas utama. Orang belajar dan jadi rajin cuci tangan, membersihkan diri, menjaga asupan nutrisi, dan menjaga imunitas tubuh.

Untuk bayi, imunitas yang belum sempurna membuat mereka rentan mengalami sakit. Salah satu cara untuk membangun imunitas tubuh bayi adalah dengan melakukan imunisasi. Sejak bayi lahir hingga usia 1 tahun, tercatat ada 16 jenis imunisasi yang harus diterimanya demi ketahanan tubuh yang prima. 

Nah, masalahnya adalah, ketika pandemi datang, membawa anak ke rumah sakit, bukanlah pilihan yang pertama. Rumah sakit, apalagi rumah sakit umum, menjadi pusat tujuan banyak orang untuk mendapatkan bantuan kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Amankah membawa si Kecil ke rumah sakit untuk imunisasi

Popmama.com mewawancarai Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo mengenai hal ini. Mari kita simak.

Jadwal Bisa Ditunda, Asal…

Unsplash/Estée Janssens

Imunisasi paling lama dapat ditunda selama 2 minggu dari jadwalnya. Jika lebih dari masa 2 minggu itu, maka untuk melanjutkan atau mendapatkan imunisasi, bayi harus melakukan tes khusus. Misalnya, jika terlewat imunisasi hepatitis, maka bayi bisa mendapatkannya setelah melakukan tes HBsAg (tes hepatitis B surface) dan antiHBsA (antibodi hepatitis B surface). 

“Sebaiknya jadwal imunisasi dipenuhi sesuai jadwal. Toleransi terlambat hanya 2 minggu saja,” kata dr. Rini.

Jadi, jika harus melakukan imunisasi padahal sedang isolasi diri di rumah, inilah yang harus Mama lakukan, menurut dr. Rini. 

1. Cek kondisi kesehatan sekeluarga

Pexels/bruce mars

Sebelum imunisasi pastikan anak sehat, tidak sedang sakit. Sebenarnya, ini adalah prosedur normal untuk dilakukan sebelum imunisasi. Anak yang sedang demam atau flu, tidak boleh diimunisasi. 

Namun, di masa pandemi, pastikan juga orang di sekitar si Bayi, misalnya Mama, Papa, kakak, adik, atau pengasuhnya juga dalam kondisi sehat. Dengan memastikan semua anggota keluarga sehat, Mama telah juga bertanggung jawab ke lingkungan sekitar. Mama tidak menyebarkan penyakit ke orang lain selama perjalanan mengantar si Kecil imunisasi, kan. 

2. Memastikan jadwal dokter di rumah sakit

Freepik/kaboompics

Bila akan imunisasi ke rumah sakit, pastikan jadwal praktek dokter si Kecil.

Usahakan agar Mama menghubungi dokter atau pihak rumah sakit untuk memastikan jam praktek dan jadwal periksa si Kecil. 

3. Menunggu di tempat terpisah

Pexels/Rawpixel.com

Jika memungkinkan, Mama bisa datang setelah memastikan dokter dan jadwal periksa si Kecil sudah tiba.

Namun, jika terpaksa harus menunggu, usahakan menunggu di dalam mobil atau di tempat terpisah dari ruang tunggu dokter. Bergabung dengan pasien lain membuka peluang si Bayi atau Mama mengalami masalah kesehatan. 

4. Gunakan perlengkapan pelindung diri

freepik

Mama dan Papa atau si Bayi tidak perlu memakai pakaian khusus, tetapi lakukan perlindungan diri standar yaitu memakai masker.

Mama dan Papa perlu juga membersihkan tangan, tidak banyak menyentuh benda-benda di rumah sakit, dan segerakan masuk ruang dokter dan pulang. 

5. Lakukan prosedur disinfeksi setelah di rumah

Freepik/shayne_ch13

Rumah sakit adalah tempat aneka kuman bertebaran. Setiba di rumah, Mama harus segera membersihkan diri dan si Kecil.

Segera ganti baju dan cuci tangan atau mandi. Karena baru diimunisasi, si Kecil cukup dilap dengan lap basah dan digantikan bajunya. 

7. Lakukan pemantauan setelah imunisasi

Pixabay/pexels

Setelah imunisasi, pantau apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi seperti demam atau ruam. Laporkan segera ke dokter bila Mama khawatir.

Beberapa imunisasi memang menyebabkan efek samping seperti demam ringan, namun biasanya bisa ditangani dengan kompres saja. 

Demikianlah prosedur membawa bayi imunisasi di saat pandemi Covid-19.

Semoga semua tetap sehat.

Baca juga:

The Latest