TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Murah Kaya Gizi, Mama Bisa Jadikan Labu Siam sebagai MPASI Bayi Lho

Ternyata labu siam tinggi akan folat yang bermanfaat untuk perkembangan bayi

Pixabay/Jirreaux

Ada begitu banyak ragam buah dan sayuran yang tumbuh di sekitar kita. Buah dan sayuran ini punya citarasa yang unik dan bergizi tinggi sehingga baik untuk tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah labu siam. 

Labu siam yang berwarna kehijauan ini familiar dijual di pasar tradisional atau pun bisa tumbuh dengan subur di halaman rumah. Ada banyak menu makanan Indonesia yang menggunakan labu siam sebagai bahan utamanya. Lalu, apakah labu siam boleh dijadikan MPASI bayi? Berikut Popmama.com merangkum serba-serbi informasinya, dilansir dari Solid Starts:

Kandungan Gizi Dalam Labu Siam

Pixabay/Outsideclick

Siapa sangka, labu siam yang harganya sangat murah ini ternyata mengandung gizi yang cukup lengkap. Dilansir dari Nutrition Value, dalam 100 gram labu siam mengandung:

  • 19 kalori
  • 0,1 gram total lemak
  • 2 mg sodium
  • 4,5 gram total karbohidrat
  • 1,7 gram serat
  • 1,7 gram gula
  • 0,8 gram protein

Selain kandungan gizi di atas, labu siam juga mengandung vitamin D, kalsium, zat besi, dan potasium. 

Apakah Bayi Boleh Makan Labu Siam?

Freepik/senivpetro

Labu siam tergolong aman dikonsumsi bayi sejak bayi menginjak usia enam bulan atau saat ia sudah mulai makan MPASI pertamanya. Labu siam punya rasa yang sedikit manis. 

Tergolong dalam keluarga labu-labuan, labu siam dapat disajikan mentah untuk MPASI setelah dicuci dengan bersih, atau pun dikukus untuk mendapatkan tekstur daging buah yang empuk dan rasa yang lebih manis. 

Manfaat Labu Siam untuk MPASI Bayi

Wikimedia.org

Labu siam mengandung banyak seng untuk metabolisme tubuh bayi yang lebih kuat. Di dalam labu yang rasanya menyegarkan ini, juga mengandung folat yang bermanfaat untuk perkembangan neurologis, vitamin B6 untuk perkembangan otak, serta vitamin C untuk kesehatan kulit dan imunitas bayi. 

Labu siam juga mengandung serat, vitamin A, kalsium, tembaga, dan zat besi, serangkaian nutrisi yang penting untuk mendorong tumbuh kembang bayi mama. 

Seperti anggota keluarga labu lainnya, labu siam tinggi akan antioksidan yang mencegah peradangan, mengatur kadar gula darah, serta memetabolisme lemak. 

Apakah Labu Siam Berpotensi Membuat Bayi Tersedak?

Pixabay/Bluesnap

Ya, labu siam mentah dapat menyebabkan bayi tersedak jika tidak dipotong dan dimasak dengan cara yang aman untuk konsumsi bayi. Sebaiknya labu siam dimasak dengan baik agar lebih empuk dan mudah dicerna bayi. Jika labu siam sudah dimasak hingga empuk, seharusnya tidak menyebabkan tersedak. 

Sajikan labu siam dengan potongan yang sesuai dengan perkembangan makan bayi. Pastikan menciptakan lingkungan makan yang aman dan selalu berada di dekat bayi selama waktu makan. 

Apakah Labu Siam Berpotensi sebagai Alergen?

Pixabay/hortalizas

Tidak. Sangat jarang terjadi alergi terhadap labu siam, meski tidak jarang timbul ruam gatal di tangan setelah menyentuh labu siam mentah. 

Saat dikupas, labu siam mengeluarkan cairan berwarna putih seperti susu yang dapat mengiritasi kulit. Untuk meminimalkan reaksi apapun, sebaiknya Mama mencuci dengan bersih labu siam di bawah air mengalir sambil mengupasnya. Zat ini umumnya tidak menimbulkan masalah setelah dimasak sehingga risiko reaksi saat dimakan cukup rendah pada bayi. 

Sama seperti makanan baru lainnya, berikan labu siam dalam porsi kecil kepada bayi saat pertama kali memperkenalkannya. Jika tidak ada reaksi alergi yang merugikan, secara bertahap tingkatkan jumlahnya.

Semoga informasi seputar labu siam untuk MPASI bayi ini bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest