TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Haid Sering Terlambat, Ini Pentingnya Cek Endometriosis pada Remaja

Kalau buah hati mulai mengeluh nyeri haid, lebih baik tanggapi dengan serius

Freepik

Karena sudah kebiasaan, banyak perempuan merasa nyeri haid adalah sesuatu yang normal. Padahal, bisa jadi itu tanda dari gejala endometriosis. 

Endometriosis adalah penyakit inflamasi kronik sistemik yang dialami perempuan karena adanya darah yang haid yang membalik dan menempel di luar uterus. 

Perempuan merasa hal ini biasa dan akan hilang dengan sendirinya. Padahal inilah yang membuat mereka terlambat didiagnosis dan berujung pada penurunan kualitas hidup serta kesulitan untuk hamil.

Bahkan, banyak orang yang seharusnya bisa dideteksi saat remaja namun ternyata terlambat. 

Dirangkum Popmama.com, inilah pentingnya pengecekan endometriosis pada remaja. 

1. Banyak remaja yang terlambat didiagnosis

Freepik/Artfolio

Dari penjelasan Dokter pendiri SMART IVF dan Wakil Direktur Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia, Profesor Dr dr Budi Wiweko, SpOG (K), MPH, penyakit ini sering didiagnosa terlambat oleh banyak pasien. 

Remaja yang memiliki keluhan endometriosis sering mengalami keterlambatan sampai 4,6 tahun untuk sampai mencari pertolongan. Belum selesai, setelah itu mereka juga terlambat 4,7 tahun untuk terdiagnosis endometriosis

"Oleh karena itu, penapisan endometriosis pada remaja merupakan hal yang penting," ujarnya dalam acara peluncuran Kampanye ENDometriosis untuk Mempercepat Diagnosa dan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien, Senin (14/6).

2. Endometriosis berpengaruh pada kualitas hidup remaja

Freepik/Miksturaproduction

Sebagai umur yang aktif, sebuah gangguan saja bisa berarti besar bagi mereka. Bayangkan berapa hari sekolah yang harus terbuang saat mereka kesakitan lantaran nyeri selama haid. 

"Melewatkan kegiatan di hari-hari aktif mereka bisa berpengaruh pada kualitas hidup seseorang," tambah Prof Iko. 

Sedangkan jika Mama ingin memastikan seperti apa nyeri yang merupakan gejala endometriosis, bisa melihat tingkat nyerinya. Jika sampai membuatnya tumbang, tidak konsen melakukan hal lain, dan bahkan selalu butuh obat atau herbal tertentu untuk mengurangi rasa nyeri, ada baiknya segera mencari pertolongan medis. 

3. Pentingnya melakukan terapi sejak dini

Freepik/tirachardz

Dr dr Andon Hestiantoro SpOG(K), MPH, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi serta Dokter Peneliti Utama penelitian ENVISIOeN di Indonesia menambahkan mengenai pentingnya melakukan terapi endometriosis sejak dini. 

"Saat mengalami sakit berlebih, maka bisa dibantu untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan terapi sejak dini juga bisa mempertahankan kesuburan," ujarnya dalam acara yang sama. 

Dengan begitu, kualitas hidup buah hati bisa lebih terjaga. Ia pun bisa lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan sehingga endometriosis tidak kambuh. 

Semakin lambat ditangani, semakin besar kemungkinan terganggunya sistem reproduksi seorang perempuan dengan penyakit tersebut. 

4. Pentingnya mendatangi tempat yang tepat untuk menangani endometriosis

Freepik/azerbaijan_stockers

Seperti dikatakan sebelumnya, remaja terlambat bertahun-tahun sebelum akhirnya didiagnosa sebagai penderita endometriosis.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mencari dokter yang tepat untuk berkonsultasi mengenai keluhan ini. 

Di Indonesia sendiri, 11 rumah sakit yang memiliki investigator ENVISIOeN Indonesia yang juga menangani pasien.

Beberapa di antaranya adalah Hermina Jatinegara, Jakarta, Daya Medika, Jakarta, Permata Cibubur, Bekasi, Klinik Spesialis Bunda, Medan, Hermina Pandanaran, Semarang, dan RSIA Stella Maris, Medan. 

Dengan mendatangi ahlinya, Mama bisa memastikan keadaan kesehatan buah hati dengan lebih tenang sehingga penanganannya pun bisa lebih tepat. 

Jadi, ketika remaja perempuan merasa terganggu dengan nyeri haidnya, segera cari bantuan medis ya, Ma.

Baca juga:

The Latest