TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Kebiasaan Anak saat Memasuki Tahun Ajaran Baru, Apa Saja Ya?

Mulailah sekolah anak tahun ini dengan kebiasan baru yang bermanfaat.

Freepik/freepik

Waktu liburan si Anak kini berakhir. Bagaimana liburan di rumahnya, kegiatan apa saja yang anak-anak lakukan mengisi hari-hari liburannya? Pastinya menyenangkan dan menghibur. 

Kini saatnya mereka kembali mempersiapkan diri masuk sekolah. Meskipun kegiatan belajar masih dilakukan secara online dari rumah, tapi tetap saja ini penting. Anak-anak tentunya perlu menyiapkan beberapa hal sebelum kembali bersekolah. 

Umumnya anak mama terbiasa menyiapkan seragam, peralatan sekolah, dan buku pelajaran baru sebelum hari pertama sekolah dimulai. Tapi sebenarnya itu tidaklah cukup. Percuma saja mereka melakukannya jika kebiasaan anak-anak belum disesuaikan dengan kegiatan sekolah. 

Anak-anak yang masih terbiasa tidur malam dan keasyikan bermain seperti di masa liburan belum siap untuk kembali beraktivitas di sekolah. 

Inilah 6 kebiasaan anak saat memasuki sekolah tahun ajaran baru. Yuk bantu mereka untuk segera beradaptasi seperti yang Popmama.com rangkum informasi selengkapnya berikut ini. Tentunya juga dengan manfaat melakukan kebiasaan-kebiasaan ini.  Simak dengan baik ya, Ma!

1. Menetapkan tujuan

Freepik/porstock

Bukan hanya orang dewasa yang perlu membuat dan menetapkan tujuan, anak-anak juga perlu dibiasakan dengan hal ini lho. 

Menetapkan tujuan di awal membantu anak mama untuk lebih terarah dalam berusaha dan menemukan cara yang tepat untuk menggapainya. Menetapkan tujuan juga membantu anak mengenali potensi diri mereka sendiri dan memperoleh rasa percaya diri. 

Terlebihnya lagi anak-anak yang membiasakan diri menetapkan tujuan lebih fokus dalam mengusahakan yang terbaik. Mereka paham apa tujuan mereka dan bagaimana caranya. Ini lebih mudah daripada mereka yang tidak memiliki tujuan yang pasti. 

Tujuan yang anak-anak perlu tetapkan di tahun ajaran ini tidaklah perlu terlalu jauh. Mungkin itu dapat berupa nilai akhir yang tinggi, atau prestasi tertentu di sekolah. Anak-anak juga dapat menetapkan tujuan dalam skala hari dengan membuat to do list. Membuat list kegiatan ini membantu aktivitas anak lebih teratur dan produktif.

2. Menambah pengetahuan melalui membaca

Freepik

Mama tentunya ingin anak-anak kelak menjadi seseorang yang sukses di masa depan. Meskipun masih jauh, kamu dapat memulainya dari saat ini, yaitu  dengan membiasakan anak membaca buku. 

Membaca buku merupakan kebiasaan yang dimiliki orang-orang hebat. Melalui buku ada banyak sekali informasi, pemahaman, ilmu, dan sudut pandang baru yang dapat kita peroleh. 

Melansir dari raisingchildren.net.au, membiasakan anak membaca buku membantu mereka memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa, mengasah imajinasi, juga mengembangkan kemampuan otak untuk fokus dan berkonsentrasi. Termasuk mengembangkan kemampuan literasi anak sedari dini. 

Kebiasaan baik ini dapat anak-anak mulai melalui buku apapun, baik buku cerita dongeng anak, ataupun buku pengetahuan umum. 

3. Membagi dan mengatur waktu dengan baik

Freepik/Gpointstudio

Salah satu perbedaan paling besar antara waktu liburan dengan waktu sekolah ialah padatnya aktivitas anak. Jika selama liburan anak umumnya akan mengabiskan waktu untuk bermain dan melakukan kegiatan lain, di masa sekolah anak mama perlu kembali menyelesaikan tugas serta mempersiapkan ulangan dengan baik. 

Di tengah kesibukan sekolah, anak mama tentunya memiliki aktivitas lain yang perlu mereka lakukan, seperti bermain, membantu orang tua, atau bahkan mengikuti kursus di luar sekolah. 

Itulah mengapa mereka perlu dibiasakan membagi dan waktu waktu dengan baik agar setiap persoalan dapat dikerjakan dan diselesaikan dengan baik. 

Anak-anak dapat memulainya dengan membuat skala prioritas. Mama bantulah mereka untuk mengetahui hal-hal apa saja yang penting dan perlu diselesaikan terlebih dahulu. 

Di samping menentukan prioritas, si Anak juga bisa mengatur daftar kegiatan yang ingin mereka kerjakan sepanjang hari. Pastikan anak mama tidak sekedar menyusunnya begitu saja, tetapi juga melakukannya hingga selesai. 

4. Kebiasaan bangun pagi

Freepik/wayhomestudio

Meskipun sekolah dilakukan dari rumah, ini tidak berarti anak-anak boleh bangun lebih terlambat dari biasanya. Mereka tetaplah perlu membiasakan diri kembali bangun pagi. 

Mengapa begitu? Bangun pagi bukan hanya mengasah disiplin anak agar tidak terlambat mengikuti sekolah. Lebih dari itu, dengan bangun lebih awal anak-anak dapat mempersiapkan diri lebih lagi dan tidak tergesa-tega. 

Coba bayangkan ketika anak bangun 30 menit sebelum sekolah dimulai, mereka pasti terburu-buru mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar. Tanpa sarapan atau mandi terlebih dahulu. Pastinya ini menurunkan kesiapan anak mengikuti sekolah hari itu. 

Ketika anak mama terbiasa bangun lebih awal, mereka akan lebih siap secara fisik juga mental. Selain lebih bersemangat dan segar, beberapa penelitian juga membuktikan kebiasaan bangun pagi dapat membuat anak mereka merasa bahagia juga sehat. 

5. Tidur tepat waktu

Freepik

Masih berkaitan dengan yang sebelumnya, percuma saja anak bangun pagi, jika mereka tidur terlalu larut. Anak akan merasa ngantuk dan tidak semangat menjalankan aktivitasnya sepanjang hari. 

Kebiasaan ini terkadang tidak anak lakukan di waktu libur. Si Anak malah terbiasa tidur lebih lama entah itu untuk bermain ataupun menonton film kesukaan mereka. Namun berbeda ketika sekolah kembali dimulai. 

Anak-anak perlu dibiasakan lagi tidur di waktu yang tepat sesuai dengan aturan di rumah. Jam tidur yang baik bukan hanya memberikan mereka energi yang cukup untuk beraktivitas, tetapi juga membuat tubuh lebih segar dan sehat. 

6. Rajin belajar

Freepik/Yaoinlove

Terakhir namun tidak kalah penting ialah membiasakan anak kembali rajin belajar. Ini pada dasarnya merupakan kegiatan utama yang mereka lakukan di sekolah dan perlu mereka persiapkan dengan baik. 

Baik ketika tengah megikuti kelas ataupun di waktu senggang, anak perlu dibiasakan kembali melakukan hal ini. Tidak perlu menyuruh atau memaksa mereka secara berlebihan ya, Ma.

Cukup ingatkan dan beri anak-anak dorongan untuk menyadari dan melakukan tanggung jawabnya dengan baik. 

Berikan juga ruangan atau suasana yang mendukung kebiasaan anak belajar. Mereka tidak perlu membiasakan diri belajar selama berjam-jam kok. Asalkan ini dilakukan dengan maksimal, satu jam pun sebenarnya sudah cukup. 

Sebenarnya proses belajar ini bukan hanya terfokus pada materi atau mata pelajaran di sekolah. Tetapi bagaimana anak dapat mengatur diri mereka dengan baik, membagi waktu, mengasah fokus dan konsentrasi sehingga dapat memahami apa yang disampaikan selama mengikuti kelas. 

Kebiasaan-kebiasaan yang baik tentu dapat berbuah menjadi hal yang baik juga jika dilakukan. Yuk bantu anak melalui dukungan dan semangat sehingga terbiasa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi mereka. 

Baca juga:

The Latest