TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dua Putranya Kerap Bertengkar Hebat, Begini Cara Tika T2 Mengatasinya!

Ternyata ada manfaat tersembunyi dari pertengkaran kakak beradik, apa saja ya?

Instagram.com/tika_ramlan

Setelah vakum bermusik, Kartika Yudia Ramlan atau yang biasa dipanggil Tika T2 kini disibukkan dengan mengurus ketiga anaknya. Anak pertama dan keduanya laki-laki, sedangkan anak ketiganya perempuan.

Menjadi seorang Mama tak selalu bahagia, Tika ternyata juga merasakan duka ketika kedua putranya bertengkar hebat.

"Berantem banget, mungkin karena mereka sama-sama cowok jadi kalau berantem bisa sampai saling pukul," ungkapnya ketika ditemui awak media di acara produk farmasi Farenheit di Jakarta.

Jarak usia antara anak pertama dan keduanya pun cukup jauh, yakni 3 tahun. Namun, tetap saja kedua putranya tersebut seringkali bertengkar mengenai hal-hal yang sepele.

Untuk mengatasi itu semua biasanya Tika menjelaskan dan mencoba untuk melerai mereka terlebih dahulu.

"Kalau mereka udah berantem, biasanya aku coba untuk lerai dulu dan jelaskan bahwa kakak beradik harus sayang-sayangan nggak boleh bertengkar," ungkapnya.

Langkah selanjutnya yang ia lakukan jika kedua putranya masih bertengkar adalah dengan mendiamkannya.

"Biasanya kalau aku sudah nggak kuat, ya aku diamkan saja sambil mengawasi mereka berantam. Nanti mereka juga malu sendiri dan akhirnya diam," tambah Tika lagi.

Nah, berangkat dari kasus yang dialami oleh Tika mengenai kedua putranya yang kerap bertengkar, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa manfaat tersembunyi dari pertengkaran kakak beradik.

1. Kemampuan menyelesaikan masalah

livingwellspendingless.com

Pertengkaran antara kakak dan adik tidak selamanya buruk, karena mereka tidak akan bermusuhan dalam waktu lama.

Dalam beberapa jam saja biasanya sudah berbaikan kembali, karena mereka sudah menyelesaikan masalah di antara mereka.

Setiap kali anak bertengkar dengan adik atau kakaknya, mereka belajar kemampuan yang berharga yakni solusi menghadapi masalah, yang akan mereka perlukan di masa depan.

Jadi meskipun melihat anak-anak berkelahi sering membuat orangtua pusing, namun mengetahui hal ini bisa membantu orangtua memahami dampak positif dari pertengkaran anak-anak.

2. Kemampuan berkomunikasi

psychologytoday.com

Selain kemampuan bernegosiasi, anak juga akan mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih baik, sebagai hasil dari persaingan antar saudara.

Adik kakak bertengkar menjadi ajang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan ini. Terutama saat mereka berdamai.

Ketika menghadapi masalah dan saling berdebat, anak belajar untuk mengekspresikan dirinya melalui kata-kata dan tindakan dengan lebih baik.

3. Pengendalian diri

savvymom.ca

Saat adik kakak bertengkar, mereka belajar untuk mengendalikan diri.


Ketika anak dihadapkan pada masalah berbagi ruang, berbagi mainan, atau makanan dengan saudaranya, secara otomatis mereka belajar untuk tidak egois, dan mengendalikan rasa kesal karena harus berbagi.

Hal ini menjadi cara efektif anak belajar pengendalian diri, terutama dalam hal emsoi. Secara otomatis mereka juga belajar kemampuan komunikasi yang lebih baik tanpa amarah.

4. Belajar empati

musckids.org

Pertengkaran antara adik kakak juga akan membuat anak belajar empati satu sama lain.

Seiring dengan tumbuh kembangnya, dia belajar untuk mendengar dengan seksama apa yang dikatakan orang lain.

Dia juga belajar memahami dan menghargai sudut pandang orang lain, serta belajar berempati.

5. Belajar untuk mendengar

Freepik/Freephoto

Meski awalnya anak terlihat tidak mau mendengar apa yang dikatakan kakak atau adiknya saat sedang bertengkar, pada akhirnya mereka akan belajar cara menenangkan diri, dan mendengar penjelasan dan alasan dari orang lain.

Hal ini akan membantu anak belajar melihat masalah dari sudut pandang orang lain dan belajar cara memahaminya.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai pertengkaran kakak beradik yang juga dialami oleh kedua anak Tika T2. 

Ternyata dibalik itu semua, anak akan terus belajar dari apa yang mereka lakukan. Namun agar mereka tak terus menerus seperti itu, penjelasan dari orangtua pun masih sangat diperlukan agar anak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Baca juga:

The Latest