TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Memotivasi, Inilah Semangat Anak Maluku dalam Menempuh Pendidikan

Walau terhalangnya teknologi dan fasilitas tak membuat anak Maluku kehilangan semangat dalam belajar

unsplash/Annie Spratt

Pendidikan adalah hak setiap anak di seluruh Indonesia. Namun, bisa kita lihat bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia khususnya di Indonesia Timur. Banyak yang tidak mendapatkan hak pendidikan yang setara dengan anak lainnya.

Tidak hanya di Indonesia Timur saja, masih banyak daerah yang belum menyetarakan pendidikan kepada anak-anak.

Dengan adanya gerakan Indonesia Mengajar yang sangat peduli dengan kesetaraan pendidikan di seluruh Indonesia. Gerakan ini mengajak anak-anak muda untuk menjadi relawan mengajar anak-anak di daerah terpencil. 

Melihat itu Nutrisari berkolaborasi dengan Indonesia Mengajar untuk mengadakan kompetisi cover jingle NutriSari Mangga Gandaria.

Hal itu dilakukan untuk mendukung dan mengajak masyarakat peduli dengan pendidikan di Maluku. Serta turut andil dalam mengambil peran dan pengembangan pendidikan di Maluku.

Kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa informasi tentang pendidikan di Indonesia Timur serta anak-anak maluku yang terus semangat menempuh pendidikan.

1. Mendukung pendidikian Indonesia

Freepik/pressfoto

Indonesia Mengajar banyak mendapat dukungan untuk pendidikan di Indonesia Timur. Tentunya hal ini sangat menguntungkan para pelajar disana agar mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang lebih baik. Pengajar muda jadi mudah untuk melakukan program pengajaran di Kepulauan Sula.

Karena melihat jauhnya ibu kota dengan daerah terpencil membuat pelajar di sana terlambat mendapatkan informasi ataupun fasilitas yang diberikan oleh Pemerintahan pusat.

Pelajar yang merasa lebih baik mendapatkan pendidikan di Ibu Kota bahkan bisa mengakses internet secara bebas dan kapan pun harusnya lebih peduli dengan pendidikan di daerah yang masih kalah jauh dengan sekolah di Jakarta.

Selain Indonesia Timur, banyak kepulauan kecil dan daerah terpencil lainnya yang di datangi Indonesia Timur.

Seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan lainnya. Semua itu dilakukan untuk masa depan anak Bangsa Indonesia. Ternyata pelajaran yang dipelajari oleh anak-anak di sana sama seperti pelajar di Jakarta. Namun, mereka hanya menggunakan fasilitas seadanya saja.

2. Harapan Indonesia Mengajar untuk pendidikan di Indonesia

Dok.NutriSari

Harapan Indonesia Mengajar untuk pendidikan Indonesia adalah bahwa dengan adanya gerakan seperti ini akan membuat anak-anak desa mendapatkan pendidikan yang selayaknya.

Dengan menempatkan pengajar muda di daerah-daerah terpencil Indonesia bisa menjadikan jembatan anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kami percaya kolaborasi ini akan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di Kepulauan Sula, Maluku, lokasi tempat Pengajar Muda mengabdi,” kata Haiva Muzdaliva, Managing Director Yayasan Indonesia Mengajar.

Pengajar muda adalah sarjana-sarjana terbaik yang akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Mereka mengabdi, menginspirasi, mengajarkan dan mendidik anak-anak desa tersebut.

Saat ini Indonesia Mengajar telah mengirimkan 983 Pengajar Muda ke 251 Sekolah di 28 Kabupaten yang ada di Indonesia.

3. Shafira Umm menjadi relawan Indonesia Mengajar

Instagram.com/shafiraumm

Shafira Umm, presenter televisi dan penyiar radio pernah menjadi relawan Indonesia Mengajar. Pada 2016 Shafira ditempatkan di Maluku dan mengajar di sana. Mendapatkan pengalaman terbaik dan berkesan saat dirinya mengabdi di Maluku.

“Pengalaman mengajar di Pulau Matakus, Maluku meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Mulai dari bertemu saudara-saudara Indonesia Timur yang ramah, sangat toleran, dan penuh cinta kasih, alamnya yang sangat indah, budayanya yang sangat menarik, salah satunya musik, hingga bertemu dan mengajar adik-adik di salah satu sekolah di sana,” ujar Shafira Umm saat menceritakan bagaimana pengalaman mengajar di Pulau Matakus.

4. Tantangan belajar saat pandemi

Freepik/Racool_studio

Karena pandemi berlangsung sejak Maret 2020 kegiatan sekolah pun dihentikan begitu pula juga di daerah Maluku. Semua aktivitas pembelajaran jadi terhambat karena kurangnya fasilitas teknologi. Namun, hal itu bukanlah sebuah hambatan untuk menempuh pendidikan.

Upaya yang dilakukan pengajar muda adalah dengan membuat panduan buku belajar. Buku ini digunakan untuk panduan pembelajaran anak-anak dan mentoring anak dengan orangtua di rumah.

Selain itu, pengajar muda selalu memberikan semangat untuk anak-anak. Serta meminta para guru untuk membuat video penyemangat belajar walau terkendalanya sinyal dan teknologi.

5. Semangat anak-anak menempuh pendidikan

Pexels/Andrea Piacquadio

Melihat jauhnya dari Ibu kota membuat Maluku kekurangan fasilitas untuk proses mengajar ataupun menempuh pendidikan.

Namun, hal itu tidak membuat para pelajar di sana kehilangan semangat untuk belajar. Hal ini juga diungkapkan oleh Shafira Umm yang merasa terharu dengan semangat anak-anak walau dengan teknologi dan fasilitas seadanya.

Bahkan mereka mempunyai cita-cita seperti Shafira Umm yang ingin menjadi presenter televisi. Hal itu bisa dijadikan contoh dan motivasi untuk si Anak terus belajar dengan giat. Karena bagaimana pun masa depan Bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak Indonesia. Bukan begitu, Ma?

Itulah beberapa informasi yang bisa menjadi motivasi untuk anak-anak agar giat belajar dan menempuh pendidikan sebaik-baiknya. Semoga menginspirasi ya, Ma.

Baca juga:

The Latest