TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Oatmeal untuk si Kecil, Asupan Serat yang Kaya Nutrisi

Pilih oatmeal terbaik dan sajikan dengan menarik.

Freepik

Usia balita merupakan masa emas seorang anak dalam tumbuh dan berkembang. Anak sebaiknya didukung oleh konsumsi makanan yang bergizi sehingga dapat melewati masa pertumbuhan dengan baik. Dalam hal ini Mama berperan penting untuk memerhatikan asupan si Kecil sehari-hari. 

Selain vitamin dan mineral, ada satu asupan lain yang dibutuhkan oleh tubuh anak, yaitu terpenuhinya serat.

Serat memiliki banyak manfaat, seperti sebagai sumber protein, karbohidrat, dan antioksidan. Mengonsumsi serat yang cukup dapat melancarkan pencernaan anak sehingga terhindar dari sembelit akibat susah BAB. 

Salah satu jenis serat yang dapat Mama pilih untuk diberikan kepada si Kecil adalah oatmeal. Oatmeal merupakan gandum utuh kaya nutrisi dan serat. Mama dapat menggunakan oatmeal sebagai olahan sarapan yang disajikan bersama madu atau buah-buahan.

Sebelum memberikan oatmeal untuk si Kecil, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui. Berikut yang Popmama.com rangkum dari berbagai sumber: 

1. Pilih oatmeal terbaik

Pexels/Joao Jesus

Sebelum membeli oatmeal untuk si Kecil, ada baiknya Mama memilih jenis oatmeal secara cermat. Periksalah komposisi yang terkandung terlebih dahulu pada kemasan. 

Oatmeal yang baik biasanya mengandung biji-bijian sebagai bahan utama karena anak setidaknya memeroleh asupan 8-15 gram serat per hari.  

Ada beberapa jenis oatmeal yang dapat Mama pilih, yaitu:

  • Rolled oats, rolled oats merupakan sarapan yang baik untuk balita. Rolled oats terdiri dari biji gandum yang telah digiling menjadi serpihan-serpihan kecil. 
  • Steel-cut oatmeal, seperti namanya, oatmeal ini terdiri potongan-potongan gandum utuh. Steel-cut oatmeal membutuhkan waktu yang cukup lama dengan banyak air karena teksturnya padat. 
  • Instant oatmeal, instant oatmeal dapat menjadi pilihan yang tepat karena waktu penyajiannya cukup mudah dan cepat. 

2. Hal yang harus dihindari

Pexels/Mali Maeda

Saat memutuskan untuk konsumsi oatmeal, Mama juga harus memerhatikan beberapa yang harus dihindari. Misalnya, kadar gula tambahan dalam oatmeals yang berlebihan.

Idealnya, kadar gula dalam oatmeals untuk si Kecil adalah sebanyak 10 gram per porsi. Hindari juga zat-zat yang tidak bermanfaat seperti pewarna atau pengawet buatan karena kandungan yang belum tentu aman untuk anak ini dapat membahayakan kesehatan. 

3. Perhatikan cara penyajian

Pexels/Life of Pix

Cobalah untuk mengenalkan anak pada oatmeal dengan beragam cara penyajian. Misalnya, dengan mencoba instant oatmeal yang dimasak menggunakan microwave atau memasak rolled oats langsung dengan kompor.

Coba keduanya untuk melihat mana olahan oatmeals yang anak sukai. Sebaiknya, perhatikan juga suhu penyajian oatmeals untuk balita ya, Ma. Jangan terlalu panas atau pun terlalu dingin. 

4. Buat tampilan yang menarik

Pexels/Jeshoot

Saat pertama kali memberi anak olahan oatmeals, berilah tampilan sekreatif mungkin. Hal ini untuk membantu anak tertarik mencicipi oatmeal.

Mama dapat mengkreasikan oatmeal dengan menyajikannya bersama buah-buahan yang disukai si Kecil.

Bisa juga menambahkan perasa, seperti serpihan cokelat, madu, atau sirup agar oatmeal terasa lebih manis. Namun, tetap perhatikan jangan sampai terlalu berlebihan ya, Ma. 

5. Inovasi agar anak tidak bosan

Pexels/Vlat Chetan

Ketika anak telah bisa menerima oatmeal sebagai makanannya, Mama perlu bekerja keras agar oatmeal dapat terus menarik. Jangan lupa untuk mengreasikan penyajian oatmeal dengan beragam cara. Hal ini berguna agar si Kecil tidak merasa bosan. 

Jika dengan menambahkan buah-buahan kesukaan anak tidak terlalu berpengaruh, cobalah untuk bereksperimen dengan konsistensi yang berbeda. Temukan kesukaan anak dari oatmeal yang tidak terlalu lembek atau oatmeal yang lembek. 

Itulah beberapa hal penting yang perlu Mama perhatikan saat memberikan oatmeal kepada si Kecil. Semoga bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest