TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspadalah Terhadap 5 Gejala pada Kesehatan yang Terjadi pada Anak

Jangan anggap sepele ketika anak sakit kepala

millenniumfamilypractice.com

Penting untuk anak menciptakan pola hidup sehat sejak dini. Ini akan membantu pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal.

Menurut CDC, seimbangkan kalori yang dikonsumsi anak dari makanan dan minumannya. Sediakan banyak sayuran, buah-buahan dan produk gandum.

Namun saat kondisi si Kecil tidak seperti biasanya, maka orangtua harus membawa mereka ke dokter.

Tapi sebelumnya, Mama perlu menguraikan 5 gejala yang sering terjadi pada anak. Berikut informasi selengkapnya dari Popmama :

1. Perubahan responsif pada anak harus dibawa ke dokter

Freepik/ArthurHidden

Melihat si Kecil terjatuh dan terbentur cukup keras, pastikan ia baik-baik saja dan mengetahui tanda-tanda bahwa tidak ada sesuatu yang salah pada sang anak.

Dikutip dari Medlineplus, peristiwa yang melibatkan perubahan pernapasan, warna kulit, tonus otot atau perilaku anak mungkin disebabkan oleh masalah medis yang mendasarinya.

Apabila anak mengalami perubahan responsif, bisa jadi ia mengalami gangguan otak, saraf, otot maupun gangguan genetik tertentu.

Sebab, perubahan responsif setelah anak jatuh dan mengenai kepalanya maka ia harus segera mendapatkan pemeriksaan dokter.

2. Demam membuat anak tidak aktif bergerak

Freepik/peoplecreations

Sebenarnya tubuh anak memiliki beberapa cara untuk mempertahankan suhu tubuh normal.

Stanfordchildrens memaparkan, ketika anak demam maka ada sejumlah alasan.

Bisa jadi tubuhnya sibuk mencoba membuat antibodi alami yang melawan infeksi.

Sedangkan antibodi ini akan mengenali infeksi saat mencoba menyerang.

Jika anak mengalami suhu tubuh yang lebih besar dari 38° C, gejalanya mungkin membuat ia tidak aktif bergerak, jarang bicara dan dehidrasi.

Namun apabila anak mengalami demam hingga mengalami lemas dan pucat kebiruan, sebaiknya segera hubungi dokter. 

3. Masalah pernapasan bisa disebabkan oleh infeksi

Freepik/prostooleh

Faktanya, kadar oksigen yang rendah menyebabkan anak jadi sangat lelah dan itu dapat mengindikasikan kelelahan pernapasan.

Nationwidechildrens menerangkan, ada banyak penyebab gangguan pernapasan pada anak-anak.

Biasanya disebabkan oleh infeksi, penyakit kronis atau saluran napas tersumbat.

Ketika anak harus bekerja keras untuk bernapas, hal ini bisa berarti ia tidak mendapatkan cukup oksigen ke paru-paru.

Jika si Kecil sudah menunjukkan gangguan pernapasan sampai mengalami demam disertai napas terengah-engah, maka harus diwaspadai dan segeralah bawa mereka ke dokter. 

4. Sakit kepala kronis bisa gejala gegar otak

Freepik/prostooleh

Sakit kepala pada anak-anak adalah umum.

Seperti orang dewasa, anak-anak dapat mengembangkan berbagai jenis sakit kepala, termasuk migrain, sakit kepala yang terkait dengan stres hingga mengalami sakit kepala harian kronis. 

Mayoclinic berkata, dalam beberapa kasus sakit kepala pada anak-anak disebabkan oleh infeksi atau trauma kepala ringan.

Penting berkonsultasi dengan dokter jika sakit kepala itu sering terjadi dan semakin memburuk.

Sedangkan pukulan atau benturan di kepala dan membuat anak muntah, perubahan suasana hati hingga memengaruhi penglihatan, maka bisa jadi ini gejala gegar otak.

5. Obesitas mengarah pada penyakit diabetes tipe 2

Freepik/jcomp

Waspada jika anak memiliki rasa haus meningkat, sering buang air kecil, sering merasa kelaparan hingga luka yang sulit sembuh.

Di mana gejala tersebut bisa mengarah pada penyakit diabetes tipe 2 yang berkonsekuensi pada kesehatan jangka panjang.

Familydoctor mengatakan, saat ini banyak anak kelebihan berat badan atau obesitas.

Gaya hidup sehat dapat membantu menjaga berat badan. Itu juga mencegah masalah kesehatan seperti diabetes pada anak.

Ya, anak-anak dengan obesitas mungkin ia punya kebiasaan makan manis-manis.

Itulah kelima gejala yang sering terjadi pada anak. Mulailah hari dengan sarapan sehat.

Ini menyegarkan tubuh dan memberikan energi untuk anak.

Baca juga: 

The Latest