TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada! Tanpa Disadari, Ini Bahaya Sinar UV untuk Kesehatan Kulit

Sinar UV memiliki dampak yang lebih berbahaya dari cahaya tampak matahari

Pexels/Maggie Zhan

Sinar matahari tidak hanya terdiri dari cahaya tampak saja lho, Ma. Ia juga terdiri dari sinar ultraviolet (UV) yang merupakan radiasi elektromagnetis. Sinar ini memiliki gelombang yang lebih pendek sehingga tidak bisa ditangkap oleh mata kita.

Nah, jika Mama sering menghindari cahaya tampak matahari karena panas menyengat, Mama harus lebih menghindari sinar UV ini.

Pasalnya, sinar UV memiliki dampak yang lebih berbahaya bagi tubuh manusia. Mulai dari yang ringan seperti membuat kulit terbakar, hingga memicu kanker kulit. Wah, jangan sampai terjadi ya, Ma.

Nah, agar Mama semakin memahami bahaya sinar UV, yuk simak dampak sinar UV yang Popmama.com ulas berikut:

1. Memicu lepasnya sel pigmen kulit

dermletter.com

Ketika terlalu lama terkena sinar UV, kulit akan melepaskan sel pigmen sebagai bentuk pertahanan diri. Makanya, tidak heran jika kulit Mama menjadi lebih gelap atau “belang” setelah berjemur di bawah matahari dalam waktu yang lama.

Tidak hanya itu, lepasnya sel pigmen kulit juga dapat memicu timbulnya bintik-bintik coklat atau sunspots. Meskipun tidak berbahaya, bintik coklat ini tentu akan mengurangi penampilan bukan?

2. Memicu melasma

drpimplepopper.com

Melasma adalah sebuah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak cokelat simetris di bagian wajah. Meski demikian, kondisi ini juga bisa terjadi di bagian tubuh lain yang sering terpapar matahari.

Melasma sendiri terjadi karena sinar UV merangsang melanosit untuk memproduksi lebih banyak warna. Namun, Mama tidak perlu khawatir. Ia termasuk kondisi yang tidak berbahaya.

Jika Mama merasa ia mengganggu penampilan, Mama dapat memeriksakannya ke dokter spesialis kulit.

3. Membuat kulit terbakar atau sunburn

Freepik/olezhkalina

Tidak hanya benda panas yang dapat membuat kulit Mama terbakar, sinar UV dari matahari pun bisa melakukannya. Umumnya, sunburn terjadi apabila Mama terlalu lama terpapar sinar matahari pada suhu yang tinggi.

Saat mengalami sunburn, kulit akan menjadi kemerahan dan terasa perih. Bahkan, kulit bisa melepuh jika sunburn yang dialami terlampau parah.

Jika Mama mengalami sunburn, segera berlindung dari sinar matahari dan berikan pertolongan pertama. Mama bisa mengompresnya dengan air dingin ataupun mengoleskan lidah buaya.

4. Memicu penuaan dini

webinfo.kz

Penuaan dini adalah hal yang menakutkan bagi semua perempuan. Jika Mama tidak ingin hal tersebut terjadi, ada baiknya Mama mulai melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Pasalnya, sinar UV dapat merusak serat kolagen dan elastin yang ada pada jaringan kulit. Keduanya merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga elastisitas kulit. Tanpa kedua protein tersebut, kulit akan tampak keriput dan kendur.

5. Memicu kanker kulit

wp.com

Perlu Mama ketahui, paparan sinar UV tidak berhenti pada lapisan luar kulit. Ia bisa menembus hingga bagian dalam dan merusak materi genetik pada sel kulit.

Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, pertumbuhan sel kulit akan menjadi tidak terkontrol hingga menjadi sel kanker. Inilah dampak yang sangat ditakuti dari sinar UV.

Tergantung jenisnya, kanker kulit dapat ditandai dengan munculnya benjolan atau lesi pada kulit yang sering terpapar matahari.

Itulah bahaya sinar UV yang dapat terjadi pada kulit. Agar Mama selalu terlindungi dari sinar tersebut, selalu gunakan sunblock sebelum beraktivitas di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama ya, Ma!

Baca juga:

The Latest