TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Hal yang Bisa Dilakukan Anak Rantau saat Krisis Keuangan

Lima hal yang bisa dilakukan anak rantau saat hadapi krisis keuangan!

unsplash.com/@micheile

Merantau ke luar kota memang terbilang tidak mudah, terutama kalau sedang menghadapi masalah keuangan sendirian. Sudah jauh dari rumah, keluarga, mesti pandai mengatur pula keuangan secara mandiri.

Bahkan banyak anak rantau yang punya cerita tersendiri, salah satu yang paling sering di dengar adalah memasak mie instan di akhir pekan demi menekan pengeluaran.

Bagi kamu yang sedang merantau, baik itu kuliah maupun bekerja, ada lima hal yang bisa dilakukan saat menghadapi krisis keuangan. Simak selengkapnya yang Popmama.com rangkum dari IDN Times.

1. Menekan pengeluaran konsumtif, salah satunya jajan dan main

unsplash.com/@dylu

Ada begitu banyak pengeluaran tidak penting yang bisa dipangkas, salah satunya jajan dan nongkrong di tempat yang mahal. Tentu harus dihentikan sementara waktu untuk menekan pengeluaran, apalagi kalau sedang menghadapi krisis finansial.

Di samping itu, makanan yang disantap sehari-hari pun perlu diatur ulang. Kamu yang terbiasa banyak mengonsumsi makanan dengan harga mahal, sebaknya beralih ke makanan yang murah asal menyehatkan. Minuman kekinian pun juga perlu diganti dengan air putih, teh hangat, maupun kopi sachet.

Selain itu, pengeluaran konsumtif lainnya juga bisa dipangkas, mulai dari pembelian kuota internet, belanja pakaian, sepatu, dan aksesoris. Gunakan internet sekedar kebutuhan. Sebab setiap “klik” yang kamu akses membuat kuota menjadi berkurang.

2. Cari pekerjaan sampingan untuk menambah pendapatan

unsplash.com/@ewan121

Tidak ada yang tak mungkin untuk meningkatkan stabilitas finansial semasa merantau. Ada banyak pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan, salah satunya bisnis kecil-kecilan, ambil freelance, ataupun jasa keahlian yang bisa kamu manfaatkan.

Soal besaran gaji, sesuai atau tidaknya dengan passion, sebaiknya jangan kamu jadikan prioritas. Saat ini yang perlu kamu utamakan hanyalah dua, ada pemasukan atau tidak sama sekali.

3. Jual beberapa barang yang sudah tidak perlu

unsplash.com/@henmankk

Selama barang yang dijual merupakan milik pribadi tentu tidak masalah. Jangan menjual barang kepunyaan teman, pemilik kos, hingga kantor. Meski tidak ada barang mahal yang bisa dijual, kamu bisa menjual beberapa barang yang bisa diuangkan. Mulai dari pakaian bekas, buku-buku bekas, hingga sepatu yang masih dalam kondisi bagus.

Pastikan juga barang-barang yang kamu jual ini, dipromosikan di akun sosial media. Selain promosi, barang yang kamu jual bisa mengundang banyak pembeli.

4. Pindah kos atau kontrakan dengan harga yang terjangkau

unsplash.com/@mikbutcher

Untuk menekan finansial, kamu bisa lakukan pemindahan kos atau kontrakan ke tempat lain yang harganya lebih terjangkau. Jangan berpatok pada fasilitas, toh tidak semua fasilitas di dalamnya kamu perlukan.

Contohnya, kosmu yang sekarang dilengkapi Wi-Fi, serta kamar mandi dalam. Bukankah dengan menggunakan smartphone kamu sudah punya kuota internet sendiri? Jadi, manfaatkan kuota internet selagi ada.

Selain itu, pilih kosan yang kamar mandinya di luar. Memang harganya akan lebih terjangkau, meski harus rela mengantre dengan penghuni kos lain. Setidaknya bisa menekan pengeluaran kamu selama merantau.

5. Meminjam uang kepada teman atau minta transferan dari orangtua

unsplash.com/@seteph

Bila keadaan sudah mendesak, tidak ada salahnya untuk meminjam uang kepada orang terdekat. Salah satunya teman atau orangtua. Tapi, kamu harus bertanggung jawab untuk segera menggantinya ya.

Jangan jadikan ini sebagai kebiasaan, jadikan kondisi ini sebagai hal-hal yang mendesak. Tidak perlu kamu keseringan meminjam uang kalau tidak mau hutang menumpuk.

Demikian lima hal yang bisa dilakukan selama krisis keuangan di perantauan. Kamu yang anak rantau, pernah ada di posisi ini?

Baca juga:

The Latest