TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tetracycline: Manfaat, Efek Samping, & Cara Penggunaan

Penting untuk menjauhkan tetracycline dari jangkauan anak-anak!

Pexels/Alex Green

Tetracycline adalah jenis antibiotik kerap digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Termasuk pneumonia dan infeksi saluran pernapasan lainnya.

Bahkan tetracycline juga diberikan pada pasien yang tidak dapat diobati dengan penisilin. Selebihnya, berikut Popmama.com berikan ulasan mengenai fakta obat tetracycline. Yuk, cek informasinya!

1. Apa saja kegunaan dari tetracycline?

Pexels/Karolina Grabowska

Sebenarnya, antibiotik tetracycline tidak akan bekerja untuk flu atau infeksi virus lainnya. 

Nah, tetracycline pun paling sering diresepkan pada pasien dengan kondisi sebagai berikut:

  • Mengobati berbagai infeksi bakteri pada kulit
  • Mengobati infeksi usus
  • Mengobati infeksi saluran pernapasan
  • Mengobati saluran kemih maupun alat kelamin
  • Mengobati kelenjar getah bening, dan sistem tubuh lainnya
  • Bahkan juga digunakan dalam mengobati jerawat parah
  • Mengobati penyakit menular seksual seperti sifilis, gonore atau klamidia
  • Tetracycline dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang didapatkan dari kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau makanan terkontaminasi.

Selain itu, dalam beberapa kasus tetracycline diberikan ketika penisilin atau antibiotik lain tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi serius seperti:

  • Anthrax
  • Listeria
  • Clostridium
  • Actinomyces dan lain-lain.

2. Apa saja efek samping dari tetracycline?

Pexels/Andrea Piacquadio

Sama seperti antibiotik lainnya, tetracycline juga memiliki reaksi yang ditimbulkan.

Dilansir dari Drugs, dapatkan bantuan medis darurat jika memiliki tanda-tanda reaksi alergi terhadap tetracycline. Terutama jika alami gatal-gatal, sulit bernapas dan pembengkakan pada wajah.

Selain itu, mungkin ada pula efek samping yang terjadi pada sebagian orang. Berikut gejala yang sering dirasakan:

  • Bengkan di bagian bibir, lidah atau tenggorokan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gatal pada dubur atau vagina
  • Lidah hitam atau berbulu
  • Tenggorokan sakit atau iritasi

Bahkan beberapa efek samping bisa serius. Segera hubungi dokter apabila terjadi:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur, melihat ganda atau kehilangan penglihatan
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan menelan
  • Kekakuan atau pembengkakan sendi
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa
  • Sakit dada
  • Sakit tenggorokan
  • Kembalinya demam, kedinginan atau tanda-tanda infeksi lainnya
  • Tinja berair atau berdarah
  • Kram perut
  • Demam selama pengobatan atau hingga dua bulan atau lebih setelah menghentikan pengobatan

3. Berapa dosis yang tepat untuk obat tetracycline?

Pexels/Anna Shvets

Bentuk obat dari tetracycline sendiri biasanya berupa kapsul atau tablet dengan ukuran 250 mg dan 500 mg.

Sedangkan untuk dosis dari tetracycline yang tepat adalah:

  • Bronkitis kronis dan eksaserbasi akut dengan pemberian dosis harian biasa sebanyak 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap 6 jam. Jadi 1000 mg/hari.
  • Sementara dosis yang lebih tinggi seprti 500 mg setiap 6 jam mungkin diperlukan untuk infeksi berat atau infeksi yang tidak berespons terhadap dosis lebih kecil.
  • Jerawat sedang hingga berat dengan dosis awal yang direkomendasikan, yakni terbagi berdasarkan penilaian dokter.
  • Pada penyakit brucellosis sebanyak 500 mg setiap 6 jam selama 3 minggu disertai dengan streptomisin.
  • Pada pasien sipilis durasi <1 tahun sebanyai 500 mg setiap 6 jam selama 15 hari.
  • Infeksi pada orang dewasa yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis kurang lebig 500 mg setiap 6 jam setidaknya selama tujuh hari.

4. Apa saja interaksi tetracycline dengan obat lain?

Pexels/Anna Shvets

Saat menggunakan tetracycline, sebaiknya kamu tidak mengonsumsi suplemen zat besi dan multivitamin secara bersamaan.

Beri tahu dokter ketika kamu mengenai semua obat yang saat ini diminum, terutama:

  • Jenis antibiotik lainnya
  • Isotretinoin (Accutane)
  • Tretinoin (Renova, Retin-A, Vesanoid)
  • Obat pengencer darah (warfarin, Coumadin, Jantoven)
  • Obat antasida atau pencahar
  • Suplemen vitamin yang mengandung zinc, kalsium atau magnesium

5. Bagaimana cara gunakan tetracycline dengan benar?

Pexels/Anna Shvets

Kamu harus segera beri tahu dokter jika alami alergi terhadap:

  • Tetrasiklin
  • Minosiklin
  • Doksisiklin
  • Demeclocycline
  • Atau obat lain yang mengandung bahan dari tetracycline

Selain itu, kamu perlu mengetahui cara tahu menggunakan obat tetracycline:

  • Ambil tetrasiklin 2 jam sebelum atau 6 jam setelah antasida, suplemen kalsium dan produk zinc. Termasuk obat pencahar yang mengandung magnesium. 
  • Minum tetracycline 2 jam sebelum atau 4 jam setelah preparat zat besi dan produk vitamin yang mengandung zat besi. 
  • Minum tetracycline 2 jam sebelum atau sesudah produk yang mengandung zinc.
  • Beri tahu dokter jika pernah atau pernah menderita lupus atau kondisi di mana sistem kekebalan menyerang banyak jaringan dan organ. Termasuk kulit, sendi, darah dan ginjal.
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, berencana untuk hamil atau sedang menyusui. Jika hamil saat menggunakan tetracycline, segera hubungi dokter. Sebab tetracycline dapat membahayakan janin.
  • Sebaiknya menghindari paparan sinar matahari dan mengenakan pakaian pelindung saat menggunakan tetracycline. Sebab tetracycline dapat membuat kulit sensitif terhadap sinar matahari. Beri tahu dokter dokter segera jika mengalami sengatan matahari.
  • Bahwa tetracycline tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 8 tahun. Kecuali dokter memutuskan itu diperlukan.

Nah, demikianlah fakta mengenai tetracycline. Jadi sebaiknya perlu hati-hati dalam mengonsumsi tetracycline.

Baca juga:

The Latest