TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tersebab Varian Baru Corona, Perempuan Diimbau untuk Menunda Kehamilan

Pemerintah Brazil tegaskan bahwa agresi virus corona P1 ini menyerang perempuan yang tengah hamil

Unsplash/Kelly Sikkema

Belum selesai telinga kita mendengar varian baru B117 dan EEK, sudah ada lagi yang baru. 

Kabarnya varian ini muncul di Brazil, dan kini tengah di analisa keberadaannya yang kabarnya memiliki agresifitas pada perempuan hamil. 

Bagaimana selengkapnya, Popmama.com akan buatkan ulasanya yang dirangkum dari IDN Times. Simak beritanya. 

Perempuan di Brazil Diminta untuk Tunda Kehamilan

Unsplash/Mon Petit Chou Photography

Pemerintah Brazil mengimbau agar perempuan menunda kehamilannya hingga pandemi Covid-19, yang saat ini memasuki fase mengkhwatirkan, berlalu.

Dilansir dari IDN Times, otoritas kesehatan negera yang terkenal dengan sepak bola tersebut, menginformasikan bahwa virus corona P1 varian Brazil lebih agresif pada perempuan hamil.
 
"Jika memungkinkan, (para perempuan harus) menunda kehamilan sedikit ke waktu yang lebih baik sehingga (mereka) dapat memiliki kehamilan yang lebih damai," kata Sekretaris Perawatan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Brazil, Raphael Camara, pada Sabtu (17/4) lalu. 

Pasalnya sejak Maret lalu kasus kematian di Brazil sedang tinggi, berada pada rata-rata dua ribu kasus per harinya. 

Rekor kematian terjadi pada 6 April 2021 dengan 4.211 orang meninggal dalam sehari.

Total orang terinfeksi SARS-CoV-2 mencapai 13.900.134 kasus dengan akumulasi kematian mencapai 371.889 kasus. 
 
Sehingga hal terbaik menurut Camara adalah untuk memunda kehamilan pada perempuan dan ini tak mengenal rentan usia. 

 "Kami tidak bisa mengatakan ini kepada mereka yang berusia 42 atau 43 tahun, tetapi bagi seorang perempuan muda yang bisa (menunda), hal terbaik adalah menunggu sebentar," tambah Camara.

Pemerintah Brazil sedang Mengkaji Mengenai Penundaan Kehamilan

Unsplash/Ashton Mullins

Camara menambahkan, saat ini kementerian sedang mengerjakan studi tentang masalah kehamilan  tersebut. 

Namun demikian, pandangan klinis para ahli saat ini di Brazil, menunjukkan bahwa varian baru lebih agresif pada perempuan hamil.
 
“Saat ini belum ada studi nasional atau internasional, tapi pandangan klinis para ahli menunjukkan bahwa varian baru tersebut memiliki tindakan yang lebih agresif pada ibu hamil,” ujar Camara.

Bahkan dikabarkan bila agresifitas virus varian baru ini merambahi masa awal-awal kehamilan. 
 
"Sebelumnya, (dampak buruk virus) dikaitkan dengan akhir kehamilan, tapi sekarang (mereka) melihat evolusi yang lebih serius di trimester kedua dan bahkan di trimester pertama," tambahnya kembali. 

Nampaknya pemerintah Republik Indonesia harus mewaspadai varian terbaru ini agar tidak masuk dan menyerang perempuan hamil di negeri ini.

Baca juga: 

The Latest