TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Tips Mendidik Anak Generasi Alpha, Ini Kata Ahlinya!

Generasi alpha, generasi serba cepat. Orangtua jangan sampai kalah cepat dengan anak

Freepik/bristekjegor

Anak generasi alpha adalah mereka yang lahir dari tahun 2010-2025. Mereka adalah generasi setelah genrasi milenial dan gen Z. Sekitar 2,5 juta generasi alpha lahir setiap minggu. Apakah anak kamu juga salah satunya?

Memang benar jika dikatakan setiap anak terlahir unik, tapi ada persamaan ciri pada masing-masing generasinya.

Yuk Ma, ketahui bagaimana cara yang tepat untuk mendidik anak generasi alpha. Namun, Mama mesti mengenali dulu karakteristiknya.

Popmama.com telah menyimak penjelasan lebih dalam mengenai generasi alfa, seperti yang disampaikan oleh Alia Mufida, M.Psi., Psikolog dari Mentari Anakku yang menjadi narasumber pada seminar dan workshop "Pentingnya Cerdas Emosi pada Anak" yang diselenggarakan Rabu (25/09/2019) di Workplay, Bintaro.

Popmama.com/Novy Agrina

Apa saja keunggulan anak yang terlahir di generasi alpha dan bagaimana cara memperlakukan mereka dengan tepat?

Berikut Popmama.com telah merangkum tips mendidik anak generasi alpha, simak yuk!

1. Keunggulan anak generasi Alpha

Freepik/bristekjegor

Teknologi yang telah maju semakin pesat membawa keuntungan bagi anak generasi alpha. Situasi ini menggiring mereka untuk mampu belajar dari berbagai sumber.

"Anak-anak generasi alpha hidup di era yang sangat terbuka dengan informasi berarti mereka memiliki sumber informasi yang tanpa batas. Harapan kita sebagai orangtua, pertumbuhan mereka bisa terjadi dengan pesat. Dulu kita mencari informasi dari buku atau koran, kalau mereka bisa dari manapun. Kemungkinan besar ini membuat wawasan mereka juga akan jadi lebih luas," ungkap Alia Mufida.

Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki anak generasi alpha:

  • Kritis,
  • Generasi paling terdidik,
  • Inovasi tinggi,
  • Cerdas dan kreatif.

Perlu pendampingan pada banyak hal yang dilakukan anak karena banyak variabel yang bisa dijadikan sumber belajar atau mengembangkan kemampuan anak.

2. Risiko yang mungkin terjadi pada anak generasi alpha

Popmama.com/Novy Agrina

Kemudahan mencari informasi juga cenderung membawa risiko bagi anak. Beberapa hal diantaranya yang perlu orangtua waspadai adalah:

  • Anak terpapar konten yang pornografi
  • Anak melihat konten yang tidak sesuai usianya hingga ia menelan informasi tersebut secara bulat-bulat dan belum diketahui kebenarannya
  • Anak berpotensi mengalami tekanan atau stres karena tidak bisa menghadapi kabar yang diketahui karena usianya yang masih sangat kecil dan belum paham akan permasalahan yang dilihatnya

Selain itu Alia Mufida juga menyebutkan beberapa risiko yang mungkin terjadi pada anak generasi alpha adalah:

  • Semua hal serba dipercepat, 
  • Generasi instan, semua serba instan
  • Individualis dan kurang sosialisasi
  • gadget adalah kebutuhan karena dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Masalah yang kadang terjadi adalah saat ini kita (orangtua) tertuntut menjalani segala sesuatu dengan lebih cepat, tertuntut oleh lingkungan, oleh situasi, lalu kadang kita menuntut anak untuk lebih cepat dari perkembangan anak yang seharusnya. Biasanya kalau ini tidak ter-manage dengan baik, biasanya anak-anak juga jadi terbiasa dengan sesuatu yang cepat, serba instan sehingga kurang menghargai prosesnya," kata Alia Mufida.

3. Bagaimana cara mendidik anak generasi alpha?

Freepik/bristekjegor

Sebagai orangtua yang memiliki anak generasi alpha, Alia Mufida bagikan beberapa tips mendidik anak yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menyadari berbagai hal, baik positif atau negatif yang akan dihadapi oleh anak-anak  generasi alpha

Memerhatikan perkembangan anak melalui perilaku mereka sehari-hari. Pantau setiap hal yang terjadi. Orangtua perlu mengontrol anak. Jika terjadi hal negatif, beri panduan untuk anak, begitu pula jika anak bersikap positif, beri penjelasan bahwa yang anak lakukan adalah hal yang sudah tepat.
Dengan demikian anak akan belajar, mana hal yang baik dan buruk.

  • Menjadi role-model yang baik untuk anak-anak

Anak memerlukan sosok untuk ditiru. Profil yang dianggap sebagai panutan dalam menjalani kehidupan. Jadilah orangtua yang bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak, sesuai dengan yang kamu harapkan.

  • Memiliki gaya parenting yang baik

Bagaimana cara kamu sebagai orangtua berkomunikasi dengan anak, memperlakukan anak, cara bicara dengan orang lain di depan anak, cara menjelaskan sesuatu kepada anak, itu semua adalah hal yang termasuk pada gaya parenting yang kamu terapkan. Lakukan yang terbaik yang kamu bisa. 

  • Menciptakan iklim keluarga yang positif

Jika keluarga harmonis, anak bisa tumbuh dengan lebih baik. Anak jadi mengerti kasih sayang, memerhatikan satu sama lain, dan mengerti bagaimana cara menjaga sesama dan dimulai dari lingkungan keluarga. 

  • Memberikan permainan yang baik untuk psikologi anak

Popmama.com/Novy Agrina

Alia Mufida dan Firesta Farizal, M.Psi., Psikolog dari Mentari Anakku, bekerjasama dengan Khairunnisa dari Menthilis  berusaha membuat permainan anak yang dapat membantu orangtua untuk bisa mengasah kemampuan sosial-emosional anak.

Permainan Karnawal Seru adalah sekotak mainan yang bisa dimainkan 2-4 anak dan 1 orang sebagai pendamping. Permainan dilengkapi oleh cerita yang bisa memancing emosi anak. Anak bisa merasa senang, empati, peduli, atau terkejut karena permainan ini penuh dengan kejutan.

Melalui permainan ini diharapkan orangtua juga bisa membongkar apa yang belum bisa anak sampaikan sebelumnya pada orangtua. Seperti ketakutan yang anak alami pada hal tertentu, apa yang paling disukainya, apa yang tidak disukainya, secara perlahan bisa diketahui melalui melakukan permainan ini bersama dengan anak.

Apakah Mama berminat untuk mulai menerapkan hal ini? Yuk sama-sama kita mendidik anak generasi alpha dengan tepat. Selamat mencoba tips mendidik generasi alpha di atas ya, Ma!

Baca juga:

The Latest