TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Tips Membimbing Istri dan Anak a la Jonas Rivanno dan Ammar Zoni

Memuliakan dan menghargai keputusan istri serta mendidik anak dengan baik sedini mungkin

Instagram.com/Irishbella/asmirandah

Menjadi kepala keluarga dalam bahtera rumah tangga bukanlah tugas yang mudah dan bisa dipelajari dalam waktu singkat. Perlu proses panjang untuk bisa menjadi lebih baik setiap harinya.

Membimbing pasangan agar tetap sejalan dalam mencapai tujuan adalah hal penting. Setelah memiliki cara pandang yang sama dalam menjalani pernikahan, maka tugas mendidik anak agar menjadi generasi masa depan yang baik akan terasa lebih mudah untuk dilakukan. 

Ammar Zoni dan Jonas Rivanno memiliki cara tersendiri untuk membimbing dan mendidik istri dengan baik dalam menjalani rumah tangga.

Misalnya saja Ammar yang belajar membimbing istri dengan cara menyentuh hatinya sebagai salah satu adab dalam hubungan rumah tangga yang coba ia bangun. 

Sementara Jonas memilih untuk tidak malu meminta maaf kepada istri jika melakukan sebuah kesalahan, karena dalam rumah tangga bukan tentang meninggikan ego, melainkan berjalan bersama-sama. 

Menjadi Millenial Papa of the Month edisi November 2021 Spesial Hari Ayah 2021, kedua aktor ini menceritakan bagaimana mereka sebagai kepala rumah tangga membimbing keluarganya dengan baik.

Berikut Popmama.com telah merangkum cerita eksklusif keduanya mengenai tips membimbing istri dan anak a la Jonas Rivanno dan Ammar Zoni. Semoga pelajarannya bisa dipetik bersama-sama ya!

1. Memuliakan istri adalah adab yang dilakukan Ammar Zoni dalam pernikahan

Popmama.com/Michael Andrew

Dalam berumah tangga, laki-laki akan bertanggung jawab untuk pasangannya dan juga keturunannya. Hidupnya tidak lagi memikirkan diri sendiri, tapi memikirkan kebaikan bersama dalam rumah tangga. 

Ketika membimbing istri, Ammar Zoni percaya bahwa untuk bisa dihargai sebagai kepala keluarga, tentu ia harus lebih dulu menghargai pasangannya. Lebih lanjut lagi Ammar belajar untuk menerapkan adab dalam setiap masalah dalam rumah tangganya.  

"Yang paling penting respect, to be respected. Menghargai untuk dihargai.

Dan kedua, yang paling penting dasar semuanya untuk masalah agama, keyakinan, masalah kita dan lain-lain, sebelum kita masuk ke dalam taraf itu kita harus tahu juga dengan adab. Karena Nabi Muhammad mengajarkan apa sih yang harus kita lakukan pertama kali? Yaitu adab.

Bagaimana adab kita sama orang yang lebih tua, orang yang lebih muda, bagaimana perempuan, itu semua ada adab-adabnya," ucapnya. 

Istri adalah orang yang melahirkan anak untuk menjadi penerus kita, istri juga menjadi orang yang paling tahu kebutuhan keluarga. Untuk itu Ammar sebagai laki-laki dan kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, ia belajar untuk memuliakan istrinya. 

Ammar sadar bahwa baginya perempuan adalah makhluk yang sensitif, sehingga untuk mengambil hati istrinya ia harus tahu dulu bagaimana memanjakan istri dan membuatnya selalu senang. 

Memanjakan bukan berarti lupa untuk tidak membimbing, dengan memanjakan istri justru menjadi cara Ammar untuk pelan-pelan membimbing istri dengan memberikan ajaran syariat dan mengenalkan adab ke sesama manusia dan Tuhan. 

"Bagaimana kita memuliakan istri, bagaimana caranya kita membuat happy  istri dan memanjakan istri.

Ammar kemudia menjelaskan pola pikirnya.

Perempuan itu adalah makhluk yang sensitif, perempuan itu sebenarnya ingin dimengerti. Ada lagu, "Sentuhlah dia tepat di hatinya, dia akan jadi milikmu selamanya," kan seperti itu. Jadi itu sebenarnya rumusnya. Setelah itu barulah kita pupuk dengan pondasi-pondasi sesuai syariat agama. Lalu bagaimana adab kita ke sesama manusia yang semestinya, dan bagaimana kita kepada Tuhan," tutur Ammar saat wawancara dengan Popmama.com

Untuk menjalani rumah tangga yang lebih baik, serta bisa membimbing istri sesuai yang diinginkan, Ammar tidak lupa menyebutkan bahwa faktor lingkungan juga ikut berperan.

Sebagai makhluk sosial yang berinteraksi, memiliki lingkungan yang baik dan sesuai juga membantunya dalam mendidik pergaulan keluarga. 

"Yang paling penting lingkungan, jadi semua hal yang tadi saya bicarakan tidak terlepas dari lingkungan. Jadi kita harus berkumpul dengan lingkungan yang sesuai dan tepat," ucapnya. 

2. Melibatkan keyakinan yang dianut dalam menyelesaikan masalah dalam rumah tangga

Popmama.com/Michael Andrew

Memutuskan menikah artinya siap untuk membimbing dua kepala yang berbeda pemikiran untuk bisa berada dalam satu jalan dan satu tujuan.

Bahkan tidak hanya permasalahan keluarga, permasalahan pribadi juga perlu melibatkan keyakinan agar pondasi diri dan keluarga tetap kokoh. 

Bagi Ammar Zoni dan Jonas Rivanno, melibatkan Tuhan dalam setiap permasalahan yang ada dalam hidupnya memang harus dilakukan agar kita bisa kembali mengingat siapa yang menciptakan kita. 

Ammar sendiri pernah berada di titik di mana ia dan istri kehilangan anak pertamanya.

Ia bercerita masa-masa ketika melewati ujian terberat tersebut, lingkungan membantunya untuk kembali memahami arti kehilangan. Bahwa semuanya sudah sesuai ketentuan Sang Pencipta yang Maha Tahu akan kehidupan manusia. 

"Waktu kembar meninggal, bagaimana caranya kita melewati itu semua yaitu lingkungan. Kita harus mengerti untuk apa sih kita di sini, mau apa sih kita dan mau ke mana lagi setelah ini. Ketika kita sudah paham akan hal itu, maka kita akan dapat jawabannya yang mana.

Mana yang akan kamu sayangi? Penciptamu atau ciptaan-Nya. Karena semua hal ini adalah ciptaan-Nya, jadi bagaimana cara kita untuk menguatkan yaitu kita sadar akan hal itu, semua akan kembali lagi kepada-Nya. Kita tidak bisa apa-apa, semua itu Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk umat-Nya," ucap Ammar. 

Sedangkan bagi Jonas Rivanno, ia tidak mengambil pusing hal-hal ribet yang ia hadapi. Ia meyakini bahwa apapun yang datangnya dari Tuhan itu sederhana dan tidak rumit, jika rumit berarti bukan dari-Nya. 

Tentang melibatkan keyakinan dalam rumah tangga, Jonas mengaku bahwa setiap hari bentuk berserah diri sudah ia lakukan.  

"Berserah sama Tuhan sepertinya hampir setiap  momen. Aku ketika memutuskan segala sesuatunya juga lebih memilih untuk menyerahkannya pada Tuhan. Karena yang aku percaya, segala sesuatu yang simple atau sederhana datangnya dari Tuhan, kalau sesuatu sudah mulai ribet, itu datangnya bukan dari Tuhan. Aku akan mundur kalau ada yang seperti itu," ucapnya.

Keyakinan yang dianut Jonas membuatnya juga yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam hidupnya dan apapun yang melibatkan rumah tangga tetap harus menyertakan Tuhan di dalamnya.

Ia ingin bahwa ada campur tangan Tuhan di setiap kejadian dan momen dalam hidupnya. 

"Jadi, aku percaya sekali caranya Tuhan itu simpel. Setiap saat dalam hidup, aku mau serahin semua sama Tuhan. Ketika aku sudah mulai bingung, mulai pusing, serahkanlah sama Tuhan. Tetap lakukan yang terbaik, di situ aku percaya Tuhan akan bukakan jalan. Sesimpel itu," tutur Jonas. 

3. Jonas Rivanno tidak malu untuk minta maaf ketika melakukan kesalahan

Popmama.com/Michael Andrew

Pertengakaran ataupun salah paham dalam rumah tangga tentu akan dialami siapa saja yang sudah menikah, itupun yang dialami oleh Jonas. Ketika tidak sepaham, di situlah sebenarnya ego sedang diuji. Rasa ingin diterima dan disetujui kemauannya adalah hal wajar yang terjadi. 

Mendidik istri yang dilakukan Jonas ialah dengan memahami atau berkaca pada diri sendiri ketika ia melakukan kesalahan, meskipun ia tahu bahwa istrinya lebih bagus dalam menjaga emosi.

Tapi bukan berarti Jonas ingin selalu dimengerti, justru dengan ini Jonas belajar untuk tidak menaikkan egonya. 

"Kalau untuk menjaga emosi, Andah lebih bagus dari aku. Tapi bukan berarti aku tidak belajar. Aku akan terus belajar dan tidak akan berhenti belajar untuk jaga emosi. Terkadang kalau ada satu keinginanku yang tidak sesuai dengan keinginan Andah, atau sebenarnya tidak sesuai dengan kebaikan bersama, terkadang aku tipe orang yang masih memaksakan keinginan. Puji tuhan aku punya Andah," ungkapnya

Jonas bersyukur memiliki pasangan yang bisa diajak kompromi dalam banyak hal kebaikan bersama di dalam rumah tangga. Ia menambahkan bahwa Andah merupakan pasangan yang bisa dididik dengan baik, artinya ia juga mau mengakui kesalahan. 

"Dia itu bukan cuma teman hidup, dia partner hidup aku. Kalau aku kepala rumah tangga, dia lehernya, dia yang nopang aku. Ketika aku salah, dia yang selalu mengingatkan aku. Andah juga adalah tipe orang yang kalau dikasih tahu, dia mau belajar untuk mengerti aku, dan itu yang membuat aku tidak pernah marah dan kecewa dengan Andah," ucapnya. 

4. Ammar mendidik baby Air sedini mungkin dengan pondasi agama

Popmama.com/Michael Andrew

Dalam berkeluarga, Ammar tidak hanya mendidik sang istri, namun juga buah hatinya. Ammar percaya mendidik anak sejak dini perlu dilakukan, supaya pelan-pelan anak akan paham. 

Ammar Zoni sendiri menerapkan atau mendidik baby Air dari dalam kandungan dan dari nama yang ia berikan. Harapannya nama itu bisa menjadi pengingat yang baik bagi sang anak untuk menjadi pemimpin ataupun memiliki kehidupan yang baik. 

Ia juga tidak memaksakan baby Air untuk menjadikan anak yang seperti ia dan Irish inginkan, karena baginya si Kecil adalah titipan Tuhan yang berusaha ia jaga dengan cara memberikan dan mendidik sesuai pondasi dan keyakinan yang dimiliki. 

"Yang paling penting balik lagi yaitu pondasi dari keyakinan kita. Pondasi agama yang kita tanamkan ke dia, dan itu bukan dimulai dari SD, tapi dari dia masih dalam kandungan. Kalau anak tidak sesuai dengan ekspektasi kita atau tidak sesuai dengan afirmasi yang kita lakukan, ya mereka kan punya kehidupan. Dia hanya titipan. Kita hanya berusaha menanam, memupuk sesuai keinginan kita, kalaupun tetap tidak sesuai ya mereka kan punya jalannya masing-masing," ucapnya. 

5. Bagi Jonas selalu ada hal baru dari Chloe yang membuatnya belajar

Popmama.com/Michael Andrew

Dalam hal mendidik anak, Jonas juga mendapat cara baru untuk mendidik Chloe Emmanuelle Van Wattimena, anaknya yang biasa disapa Chloe.

Ia mendidik Chloe berdasarkan dengan apa yang dialaminya saat itu. 

Tingkah laku Chloe yang selalu berbeda setiap harinya menurut Jonas menjadi momen untuknya belajar mendidik sang buah hati lebih baik lagi. 

Baginya, dalam hal mendidik anak, datangnya bukan dari orangtuanya saja, namun bisa datang dari tingkah laku anak setiap hari yang tidak bisa diprediksi. Dari sanalah kedua pihak akan sama-sama belajar. 

"Setiap hari selalu ada yang baru dari Chloe, bukan cuma dia yang belajar, tapi saya juga ikutan belajar. Jadi saya selalu merasa tidak siap. Tapi kalau dibilang sampai khawatir dan cemas itu tidak, mungkin khawatirnya karena tidak tahu saja, tapi bisa terus belajar," pungkasnya. 

Itulah tadi tips mendidik istri dan anak a la Jonas Rivanno dan Ammar Zoni. Keduanya sama-sama punya cara yang unik dalam mendidik istri, namun tetap melibatkan kerjasama yang baik dan tidak memaksakan kehendak. Istri dan anak menjadi tanggung jawab seorang kepala keluarga yang harus terus dibimbing dengan baik. 

Saling memahami kondisi masing-masing agar tidak terjadi salah paham yang fatal, dan juga tidak malu untuk mengucapkan kata maaf. Melibatkan Tuhan memang perlu untuk bisa mencapai tujuan dalam rumah tangga agar tetap bisa berjalan beriringan. 

Millennial Papa of the Month Edisi November 2021 - Spesial Hari Ayah: Jonas Rivanno & Ammar Zoni

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany
Asst. Editor - FX Dimas Prasetyo  
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Dhita Novebrin Nidia
Stylist - Onic Metheany & Putri Syifa Nurfadilah
Social Media - Irma Ediarti
Photographer - Michael Andrew
Videographer & Editor - Jihan Zahira
Design - Shania Tabina Anandanoe
Makeup Artist - Claudya Christiani Purba 
Wardrobe- Studio Moral (Jonas Rivanno), Mothercare (Chloe Emmanuelle Van Wattimena & Air Rumi Akbar 1453)

Baca juga: 

The Latest