TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga menurut Ajaran Islam

Jangan berlarut-larut, segera tangani masalah bersama pasangan dengan cara ini!

Freepik/freepik

Sepertinya tidak ada rumah tangga yang tidak pernah bertengkar. Pastinya Mama dan Papa sebagai pasangan juga pernah merasakannya, bukan?

Nah, pertengkaran rumah tangga ini dianggap biasa dan wajar, karena sulit untuk dihindari. Kembali lagi, masalah tersebut bisa saja diselesaikan jika ada itikad baik dari keduanya dalam mencari solusi terbaik.

Jika masalah selalu dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin besar dan tidak sedikit pasangan yang pasrah ketika hubungannya di ujung tanduk.

Tetapi jangan khawatir, karena agama Islam punya cara tersendiri ketika menangani masalah suami istri di dalam sebuah pernikahan. Berikut Popmama.com telah merangkumnya sebagai pelajaran penting bagi setiap pasangan.

Yuk, disimak!

1. Empati terhadap setiap masalah yang menimpa pasangan

Freepik

Seperti dilansir dari NU Online, saat pertengkaran terjadi, pasangan suami istri mesti memposisikan diri sebagai orang yang berselisih dengan dirinya. Hal tersebut bertujuan untuk lebih mengetahui terkait bagaimana seharusnya ia harus bersikap terhadap orang yang bertengkar dengannya.

Selain itu, harus mengetahui akar masalah atau sebab terjadinya pertengkaran. Dengan begitu, barulah bisa memutuskan solusi dan menyelesaikan masalah bersama.

2. Setiap orang tidak sempurna dan pasti mempunyai salah

Freepik/wayhomestudio

Sebagai khalifah di muka bumi, manusia memang tak luput dari yang namanya salah. Nah, setiap pasangan suami istri pun harus tahu bahwa tidak semua dari diri kita selalu benar, dan selalu menyalahkan pasangan.

Jika pertengkaran terjadi karena satu pihak, baik istri maupun suami, maka harus memahami hakikat ini sebagai manusia biasa.

Tentunya harus diseimbangkan dengan sikap sabar dalam menyikapi kekurangan pasangan. Selain itu, pasangan pun harus selalu menerima setiap koreksi agar bisa diperbaiki dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

3. Saling melengkapi satu sama lain

Freepik/our-team

Mungkin Mama dan Papa memiliki perbedaan yang sangat jauh mulai dari segi pandangan hidup, kebiasaan bahkan bagaimana bersikap.

Hal itu wajar terjadi, mungkin itu juga bisa menjadi sebab adanya pertengkaran. Serta bisa jadi juga perbedaan tersebut justru menguatkan satu sama lain.

Pasangan suami istri sepertinya harus menerima setiap kekurangan dan kelebihan. Perlu diingat bahwa suami pun akan senantiasa melengkapi istrinya, begitu sebaiknya untuk terus hidup berdampingan.

4. Suami sebagai pemimpin keluarga tidak boleh berlaku tidak adil

Pexels/MART PRODUCTION

Kedudukan suami dalam keluarga memang lebih tinggi seperti yang tertuang dalam QS An-Nisa ayat 34. Namun, jangan dimanfaatkan berlaku tidak adil kepada istri, lho!

Kepemimpinan di sini bukan berarti harus menguasai istri, berlaku otoriter, keras dan harus selalu dihormati, melainkan bisa berlaku sebagaimana mestinya secara adil.

Sosok suami seharusnya bisa melakukan hal seperti menaungi, melindungi, mendidik, menyayangi dan menempatkan diri dengan lembut. Dikarenakan sikap ini termasuk sikap terpuji kepada istri juga.

5. Saling menasihati dengan lembut

Freepik

Biasanya pasangan suami istri ketika bertengkar, urat leher masing-masing pasangan selalu ditunjukkan, bahkan dibarengi dengan nada tinggi yang bikin mumet di kepala.

Jika sering seperti itu, sebaiknya segera diperbaiki. Dikarenakan ada cara yang lebih baik untuk dilakukan ketika sedang ada konflik, seperti menasihati dengan halus dan lembut kepada pasangan.

Cobalah untuk saling berdialog, merenungkan masalah bersama serta mencari solusinya bersama. Ketika saling mendengarkan satu sama lain, maka permasalahan yang ada bisa diperbaiki dan hubungan pun menjadi lebih harmonis.

Nah, semoga informasi ini membantu terkait cara seharusnya dalam bersikap ketika sedang bertengkar dengan pasangan. Jangan lupa untuk selalu berbuat dan berlaku adil kepada pasangan, ya!

Baca juga:

The Latest