TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

10 Larangan Memberikan Kado ke Orang Terkasih saat Perayaan Imlek

Proses pemberian kado saat Imlek tidak bisa dilakukan sembarangan lho, Ma

Pexels/Rodnae-prod

Perayaan Imlek 2022 sudah di depan mata. Salah satu tradisi penting dalam perayaan Imlek ialah berkumpul bersama keluarga sekaligus memberikan kado kepada orang-orang tersayang. 

Kado yang diberikan tersebut bisa berupa barang yang memiliki manfaat, barang favorit si penerima kado, atau angpau. Namun, proses pemberian kado saat Imlek tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, ada beberapa aturan yang harus dipatuhi serta sejumlah barang yang dilarang untuk dijadikan kado. 

Untuk membantu Mama memahami aturan pemberian kado tersebut, di bawah ini Popmama.com telah merangkum 10 larangan memberikan kado saat perayaan Imlek yang dilansir dari China Highlights. 

1. Larangan memberikan kado hitam putih

Unsplash/Jbcreate_

Aturan pertama yang harus dipatuhi saat memberikan kado saat Imlek, yakni tidak memberikan kado berwarna hitam atau putih.

Sebab, warna hitam dan putih kerap diidentikkan dengan warna pemakaman. Apabila Mama memberikan kado berwarna hitam dan putih, maka penerima kado akan menganggapmu sedang memanjatkan doa buruk padanya. 

Mama sebaiknya memberikan kado berwarna merah. Pasalnya, masyarakat Tionghoa percaya bahwa warna merah bisa mendatangkan keberuntungan. 

2. Larangan memberikan hadiah dengan angka 4

Unsplash/Makariostang

Larangan selanjutnya, yakni memberikan hadiah yang berhubungan dengan angka 4, baik dari segi jumlah maupun ada unsur 4 dalam hadiah tersebut. Dalam bahasa Mandarin, pengucapan angka 4 terdengar mirip dengan pengucapan kata kematian. 

Oleh karena itu, masyarakat Tionghoa menganggap angka 4 sebagai angka sial. Memberikan hadiah yang berhubungan dengan angka 4 sama seperti mendoakan kesialan menimpa pada penerima hadiah tersebut. 

3. Larangan memberikan hadiah benda tajam

Unsplash/Edznorton

Memberikan hadiah berupa benda tajam memang terdengar aneh. Sama seperti kepercayaan Tionghoa yang menganggap benda-benda tajam seperti gunting sebagai tanda kesialan. 

Ketika Mama memberikan gunting sebagai hadiah Imlek, maka itu menandakan ingin memutus hubungan dengan penerima hadiah tersebut. 

4. Larangan memberikan sepatu

Unsplash/Miladamasio

Benda selanjutnya yang dilarang untuk dijadikan kado Imlek ialah sepatu. Hal ini disebabkan pengucapan kata sepatu yang mirip dengan pengucapan kata jahat dalam bahasa Mandarin. 

Selain itu, pemakaian sepatu yang diinjak juga melambangkan keburukan. Oleh karena itu, Mama sebaiknya menghindari pemberian sepatu kepada orang-orang terkasih saat perayaan Imlek. 

5. Larangan memberikan sapu tangan

Unsplash/Ernestetlulu

Sapu tangan memang kerap dijadikan hadiah ulang tahun untuk suami atau orangtua. Namun, sapu tangan ternyata tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang-orang terkasih saat perayaan Imlek. 

Pasalnya, dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, sapu tangan meambangkan ucapan selamat tinggal. Sapu tangan yang kerap digunakan saat proses pemakaman membuat benda tersebut tidak layak dijadikan hadiah Imlek. 

Apabila Mama memberikan sapu tangan sebagai kado Imlek, maka itu menandakan Mama ingin mengucapkan perpisahan atau memutus hubungan dengan semua orang. 

6. Larangan memberikan jamĀ 

Unsplash/Jaelynnalexis

Jam tangan adalah aksesori wajib setiap orang. Namun, jam tangan tidak cocok dijadikan kado Imlek. Dalam bahasa Mandarin, pengucapan kata “memberi jam” sama seperti “menghadiri ritual pemakaman”. 

Itulah sebabnya, pemberian jam sangat dilarang saat perayaan Imlek. Tak hanya itu, menghadiahkan jam sama seperti memberikan nasib buruk pada penerima hadiah. 

7. Larangan memberikan buah pir

Unsplash/Laarkstudio

Salah satu ide kado saat Imlek ialah parsel buah. Mama bisa memberikan buah jenis jeruk dan apel karena buah tersebut menandakan keberuntungan. 

Hindari memberikan buah pir saat perayaan Imlek. Sebab, pengucapan kata pir terdengar seperti kata berpisah dalam bahasa Mandarin. Jadi, memberikan buah pir sebagai kado melambangkan perpisahan dengan penerima kado. 

8. Larangan memberikan bunga potong

Unsplash/Andsmall

Bunga potong memang dapat mempercantik ruangan di rumah. Namun, memberikan bunga potong saat perayaan Imlek adalah sebuah ide yang buruk. 

Masyarakat Tionghoa percaya bunga potong berkaitan dengan pemakaman. Bunga potong ini khususnya berlaku untuk bunga krisan dan semua bunga yang berwarna putih. Dalam kepercayaan Tionghoa, warna putih juga identik dengan kesialan. 

9. Larangan memberikan payung

Unsplash/Ewitsoe

Payung memang salah satu benda yang bermanfaat saat musim hujan. Meski begitu, hindari memberikan payung kepada orang terkasih saat Imlek. 

Sebab, dalam bahasa Mandarin, pengucapan kata payung mirip dengan kata putus. Artinya, apabila Mama memberikan payung, maka Mama berharap hubungan dengan penerima kado menjadi berantakan. 

10. Larangan memberikan cermin

Unsplash/Angelekamp

Terakhir, hindari memberikan cermin saat perayaan Imlek, baik cermin berukuran kecil maupun besar. Pasalnya, sebagian besar orang Tionghoa percaya bahwa cermin bisa mendatangkan hantu jahat.

Tak hanya itu, cermin juga tergolong benda yang mudah rusak. Apabila Mama memberikan cermin sebagai hadiah, maka hubungan yang sudah terjalin baik bisa rusak secara mendadak. 

Nah Ma, itulah 10 larangan yang harus dipahami sebelum memberikan hadiah saat Imlek. Mama bisa memberikan barang lain sebagai hadiah Imlek, mulai dari pakaian berwarna merah hingga peralatan minum teh. 

Baca juga:

The Latest