TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Main Dating Apps Meski Sudah Menikah, Apakah Wajar?

Apakah wajar bila pasangan yang sudah menikah justru menggunakan aplikasi kencan?

Freepik/freepik

Aplikasi kencan atau dating apps menjadi terkenal semenjak banyak orang menggunakannya untuk mencari jodoh. Tapi tahu kah, Mama? Nyatanya sebagian pengguna aplikasi kencan tidak berstatus lajang.

Hal ini terbukti dari sebuah riset yang dilakukan firma GlobalWebIndex (GWI). Hasilnya mengatakan bahwa 30 persen pengguna Tinder (aplikasi kencan) rupanya sudah menikah. Sedangkan sisanya sebanyak 12 persen tengah menjalin hubungan, 54 persen menggolongkan diri berstatus single, dan 3 persen baru saja bercerai.

Lalu, apakah wajar bila pasangan yang sudah menikah justru menggunakan aplikasi kencan? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut Popmama.com telah siapkan beberapa fakta selengkapnya dilansir dari berbagai sumber.

1. Sebagian orang hanya akan mempermasalahkan jika pasangannya bertukar pesan genit

Freepik/gpointstudio

Sebagian orang pasti sama sekali tidak nyaman dengan gagasan pasangan mereka menggunakan aplikasi kencan.

Dilansir dari Bustle, sekitar 16 persen perempuan dan 20 persen laki-laki hanya akan mempermasalahkan pasangannya menggunakan aplikasi kencan jika mereka sampai bertukar pesan dengan melibatkan pesan genit.

“Karena banyak dari mereka berbicara dengan orang di dating apps tanpa niat untuk bertemu. Mereka juga tidak menganggap bahwa berhubungan dengan orang di sana adalah masalah nyata,” ujar Stef Safran, mak comblang dan pelatih kencan asal Chicago.

2. Menggunakan aplikasi kencang berisiko tinggi untuk berselingkuh

Freepik/wayhomestudio

Jika menggunakan aplikasi kencan di ponsel sebagai sarana untuk menghilangkan kebosanan dengan pasangan, ada baiknya memikirkan kembali mengapa beralih ke aplikasi kencan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Ketika seseorang memasuki aplikasi kencan, kamu sama saja menempatkan diri dalam situasi berisiko tinggi untuk berselingkuh. Apalagi ketika ada seseorang yang menarik dengan profil bagus mengirimi kamu pesan. Kamu mungkin meyakinkan diri sendiri bahwa itu hanya untuk bersenang-senang, kamu hanya merasa bosan dan mendapat dorongan ego. Tetapi niat kamu tidak benar-bernar sepolos itu,” kata Samantha Burns, pelatih kencan di Love Successfully.

Alih-alih mencari validasi melalui aplikasi kencan, Burns mengatakan bahwa seseorang yang memiliki hubungan sehat akan mencari hubungan emosional, pujian, dan kasih sayang dari pasangan mereka daripada berpaling dari hubungan tersebut.

3. Cobalah bersikap terbuka dan jujur kepada pasangan

Freepik/tirachardz

Potensi munculnya benih-benih cinta kepada orang lain di aplikasi kencan sangat besar terjadi. Awalnya yang hanya iseng, malahan bisa menjadi jembatan untuk berselingkuh dan kecanduan bertemu orang lain selain pasangan hanya untuk menghilangkan bosan serta mendapat kepuasan sesaat.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang termasuk dan bukan termasuk perselingkuhan dalam sebuah hubungan adalah dengan melakukan percakapan yang jelas dengan pasangan mama.

Tidak peduli apa yang Mama putuskan mengenai hubungan dengan suami, yang paling penting adalah bersikap terbuka dan jujur kepada pasangan satu sama lain. Cobalah menghormati batasan apapun yang disepakati berdua.

Selama Mama dan pasangan saling mencintai, mempercayai serta menghormati, maka hubungan pernikahan berpotensi bertahan seumur hidup.

Intinya, jika Mama sekiranya memiliki pasangan yang masih suka bermain aplikasi kencan. Sebaiknya segera dibicarakan secara baik-baik demi menghindari hal negatif terjadi.

Baca juga:

The Latest