TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tetap Merokok saat Menyusui, Berbahayakah untuk Bayi?

Apakah ibu menyusui yang tetap merokok bisa membahayakan kesehatan bayi?

Freepik

Selama ini Mama sudah mengetahui bahwa ibu menyusui disarankan untuk berhenti merokok. Namun, terkadang kebiasaan merokok sulit untuk dihentikan, sehingga beberapa perempuan memilih tetap merokok selama masa menyusui. 

Perempuan yang memilih merokok mungkin berpikir bahwa bayi mampu memproduksi imunitas yang baik karena mengonsumsi ASI. Sehingga si Kecil tidak akan terpapar penyakit walaupun sang Mama melanjutkan kebiasaan merokok. 

Apakah merokok saat menyusui bisa membahayakan kesehatan bayi? Popmama.com telah merangkum sejumlah informasi seputar hubungan merokok dan menyusui yang harus Mama ketahui.

Bayi Mudah Rewel

Freepik

ASI memang mampu meningkatkan imunitas si Kecil. Namun, dilansir dari Kellymom, bayi dengan Mama yang merokok memiliki kemungkinan lebih rewel. Bayi akan sering menangis tanpa sebab sehingga sulit untuk dikendalikan. 

Bahkan ada beberapa bayi berusia di bawah lima bulan menangis tanpa henti lebih dari tiga jam. Kondisi itu berlangsung selama lebih dari tiga hari berturut-turut. Mama dengan kebiasaan merokok juga cenderung tidak mampu mengatasi bayi yang sedang rewel karena adanya pengaruh hormon akibat merokok saat menyusui. 

Bayi Bisa Terkena Sindrom Kematian Mendadak

Freepik/jcomp

Bayi dengan Mama yang merokok rentan terkena pneumonia, asma, infeksi telinga, infeksi sinus, dan infeksi mata. Sebuah penelitian bahkan menyebut bayi dari Mama yang memiliki kebiasaan merokok memiliki rekor kunjungan ke doker 2 sampai 3 lebih banyak dibanding bayi normal lainnya. 

Penelitian lainnya menyebut ibu menyusui dengan kebiasaan merokok bisa menyebabkan si Kecil meninggal mendadak karena Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Bayi juga bisa terserang kanker paru-paru saat dewasa kelak. 

Tak hanya berbahaya bagi bayi, kebiasaan merokok tentu juga berisiko bagi kesehatan mama. Ketika Mama memilih melanjutkan kebiasaan merokok selama masa menyusui, Mama bisa sering mual, muntah, diare, dan mengalami kram perut. 

Merokok Berbahaya untuk Produktivitas ASI

Freepik/nensuria

Riset lainnya menunjukkan kebiasaan merokok juga berbahaya bagi produktivitas ASI. Tingkat produktivitas ASI bisa menurun apabila Mama terus melanjutkan kebiasaan merokok. Sebab, merokok membuat penurunan kadar hormon prolaktin. 

Hormon prolaktin adalah hormon yang berpengaruh pada peningkatan ASI. Apabila produktivitas ASI menurun, tentu saja itu berpengaruh pada kesehatan si Kecil. Mama juga cenderung menyapih si Kecil lebih awal karena tak mampu lagi memberikan ASI eksklusif kepada bayi. 

Cara Meminimalkan Risiko Rokok terhadap Bayi

Pixabay/Capri23auto

Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah. Beberapa ibu menyusui tetap ingin memberikan nutrisi terbaik bagi si Kecil, namun sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok. 

Apabila Mama termasuk perempuan yang susah untuk menghentikan kebiasaan merokok, tak ada salahnya untuk konsultasi ke dokter guna mengetahui cara terbaik untuk meminimalkan risiko rokok terhadap bayi. Mama juga bisa mengurangi banyaknya rokok yang dikonsumsi. Pasalnya, semakin banyak batang rokok yang dikonsumsi dalam sehari, maka bayi semakin berisiko untuk terserang penyakit. 

Lingkungan Bebas Rokok untuk Bayi

Pixabay/stevewellsrealestate

Saran lainnya apabila Mama merasa sulit untuk berhenti merokok adalah menciptakan lingkungan bebas rokok. Pastikan Mama dan orang terdekat tidak merokok di dekat bayi, baik di rumah maupun di dalam kendaraan. 

Mama bisa merokok setelah selesai memberikan ASI kepada bayi. Jangan lupa membuat rentang waktu antara merokok dan menyusui sehingga kandungan nikotin tidak langsung diserap bayi. Pasalnya, dibutuhkan waktu minimal 90 menit setelah merokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin yang masuk ke dalam tubuh. 

Itulah pengaruh merokok saat menyusui terhadap kesehatan bayi. Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah bagi sebagian ibu menyusui. Namun, demi kesehatan bayi, tak ada salahnya untuk mulai menghentikan kebiasaan merokok secara perlahan dan terus konsultasi ke dokter guna memantau perkembangan si Kecil. 

Baca juga :

The Latest