TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mitos vs Fakta Bahan Alami untuk Meningkatkan Produksi ASI

Jangan sampai niatnya menambah, malah jadi menghambat produksi ASI, Ma

Unsplash/JonathanBorba

Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil. Tak terkecuali berusaha memenuhi kebutuhan gizinya lewat ASI yang melimpah. 

Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambah produksi ASI. Salah satunya dengan mengonsumsi berbagai bahan makanan dan suplemen yang dipercaya meningkatkan suplai ASI. Tetapi, mana yang baik dan mana yang tidak disarankan ya? 

Berikut ini Popmama.com merangkum mitos dan fakta makanan alami untuk meningkatkan produksi ASI beserta penjelasannya, dilansir dari Healthline:

1. Murah meriah bermanfaat, si Daun Kelor

Pixabay /Sapna Vibhandik

Tanaman yang juga disebut dengan merunggai ini cukup mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman liar ini dipercaya oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.

Daun kelor mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh, serta antioksidan dan antiperadangan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu menyusui.

Mama dapat menambahkan daun kelor ke dalam menu makanan sehari-hari karena daun kelor ini sangat mudah diolah. Daun kelor juga banyak tersedia dalam bentuk kapsul atau bubuk siap saji.

2. Lecithin, si Lemak Baik

Freepik/Jcomp

Lecithin merupakan lemak yang banyak digunakan dalam pembuatan roti dan kue yang berfungsi untuk menjaga citarasa makanan. Lebih dari itu, ternyata lecithin juga dapat merangsang produksi ASI. 

Baik itu yang terbuat dari kedelai atau bunga matahari, suplemen lecithin dianggap manjur dan aman dikonsumsi selama kehamilan dan pascapersalinan. 

Sama seperti peranannya dalam produk makanan, lecithin bekerja sebagai pengemulsi agar ASI tidak menggumpal di salurannya. 

3. Berhati-hati dengan Fenugreek

Freepik

Di Indonesia, konsumsi suplemen fenugreek bisa dibilang sudah cukup lazim. Fenugreek mengandung galactagogue yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI. 

Namun, untuk Mama yang memiliki pencernaan sensitif, fenugreek dapat menyebabkan diare, kembung, dan masalah pencernaan lainnya. Selain itu, fenugreek menurunkan hormon tiroid, sama dengan gula darah. Jadi, bagi penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi fenugreek untuk melancarkan ASI.

4. Sayonara kepada Sage

Pixabay/congerdesign

Sage adalah tanaman yang memiliki wangi khas dan masih satu keluarga dengan oregano, lavender, rosemary, thyme dan basil. Jangan salah memahami, Ma, konsumsi sage dalam bentuk suplemen atau pun segar, justru menekan produksi ASI lho. 

Pada beberapa orang, konsumsi teh sage secangkir kecil saja dapat menurunkan pasokan ASI secara cepat. Sementara yang lain membutuhkan sedikit lebih banyak sampai akhirnya ASI menjadi mampet

5. Say no to Peppermint

Freepik/jcomp

Daun peppermint mungkin sudah tak asing lagi bagi Mama. Rasanya segar dengan aroma yang wangi. Tetapi bagi Mama yang hamil dan menyusui, sebaiknya hindari mengonsumsi peppermint ya, Ma. 

Kandungan menthol di dalam peppermint berpotensi menurunkan suplai ASI. Meski itu dikemas dalam bentuk teh, para ahli menyarankan untuk menghindarinya. Ada anggapan 1-2 cangkir teh peppermint tidak akan memengaruhi. Tetapi sebaiknya Mama mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing dalam mentolerir bahan yang bisa diterima atau tidak oleh tubuh ya. 

Nah, itulah mitos dan fakta bahan alami untuk meningkatkan produksi ASI. Sebelum memutuskan mengonsumsi makanan, minuman, atau pun suplemen tertentu, sebaiknya Mama meminta pertimbangan dan berkonsultasi kepada ahli laktasi dan dokter. 

Semoga informasi ini bermanfaat. 

Baca juga:


 

The Latest