TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Terkena Cacar Air saat Hamil, Bisakah Membahayakan Janin?

Hati-hati dengan risiko komplikasi yang timbul dari cacar air selama kehamilan, Ma

mypregnanthealth.com

Biasanya cacar air sering diderita oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa termasuk ibu hamil juga bisa mengalaminya.

Cacar air biasanya tidak berbahaya pada anak-anak. Tetapi, beberapa orang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi cacar air, termasuk ibu hamil dan bayi baru lahir.

Peluang kemungkinan terkena cacar air saat hamil terbilang rendah. Hal ini dikarenakan kebanyakan tubuh ibu hamil telah mengenal virus cacar air karena mereka pernah mengalami infeksi sebelumnya atau telah melakukan vaksinasi. 

Meski begitu, calon Mama tetap perlu waspada agar cacar air tidak kembali menyerang saat hamil. Sebab, jika terkena cacar air saat hamil, hal ini juga bisa berdampak pada si Janin.

Untuk mengetahui bagaimana cacar air dapat menyerang ibu hamil serta apa benar terkena cacar air saat hamil, bisa membahayakan janin, berikut Popmama.com merangkum informasinya untuk Mama. Yuk, simak!

Pengertian Penyakit Cacar Air yang Bisa Terjadi pada Ibu Hamil

Twiniversity.com

Mengutip dari Very Well Family, cacar air atau varisela yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV) pernah menjadi infeksi umum pada masa kanak-kanak. Penyakit ini menyebabkan ruam gatal, lepuh, demam, dan membuat orang berisiko terkena herpes zoster atau biasa disebut dengan cacar api di kemudian hari.

Sebagian besar anak-anak saat ini telah menerima vaksinasi cacar air, tetapi virus ini masih beredar di masyarakat karena sangat menular dan beberapa keluarga tidak dapat memvaksinasi anak-anak mereka karena suatu kondisi tertentu.

Penyakit ini bisa menjadi sangat tidak nyaman bagi anak-anak dan orang dewasa, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Untuk beberapa kelompok, termasuk ibu hamil, bayi, dan orang dengan gangguan imun, cacar air dapat menyebabkan komplikasi berbahaya.

Cacar air dapat berisiko pada kehamilan jika ibu hamil tidak pernah melakukan vaksinasi dan belum pernah menderita penyakit tersebut.

Kemungkinan besar penyakit ini tidak menyebabkan keguguran, namun bisa menyebabkan cacat lahir dan lahir mati, tergantung pada kapan ibu hamil tersebut terpapar dan faktor lainnya.

Di awal kehamilan penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan Mama kebal terhadap penyakit cacar air.

Gejala dan Penyebaran Cacar Air

Freepik.com/Jcomp

Cacar air menyebabkan ruam gatal yang berubah menjadi lecet dan kemudian keropeng. Ruam biasanya dimulai di dada, punggung, dan wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam muncul sekitar 10 hingga 21 hari setelah seseorang terinfeksi dan dapat berlangsung 5 hingga 10 hari.

Gejala lain bisa termasuk demam, sakit kepala, lelah dan nafsu makan menghilang. Gejala-gejala ini mungkin muncul 1 hingga 2 hari sebelum ruam.

Jika sistem imun mama tidak kebal terhadap cacar air, Mama bisa mendapatkannya dengan mudah yakni karena kontak dengan seseorang yang memiliki infeksi.

Seseorang yang memilki  cacar air dapat menyebarkan infeksi mulai sekitar 2 hari sebelum ruam muncul dan sampai semua lepuh ditutupi oleh koreng. Penyakit dapat menyebar melalui:

  • Droplet di udara ketika seseorang yang menderita cacar air batuk atau bersin
  • Air liur (ludah) atau lendir seseorang yang menderita cacar air
  • Menyentuh ruam cacar air
  • Melalui kontak dekat dengan seseorang yang menderita herpes zoster. Herpes zoster adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air.
  • Jika Mama pernah menderita cacar air sebelumnya, virus tetap berada di tubuh dan dapat kembali lagi sebagai herpes zoster.

Melansir March of Dimes, herpes zoster menyebabkan ruam yang menyakitkan di satu sisi wajah atau tubuh. Orang dengan herpes zoster dapat menyebarkan cacar air ke orang lain, tetapi mereka tidak dapat menyebarkan herpes zoster ke orang lain.

Risiko yang Ditimbulkan akibat Terkena Cacar Air saat Hamil

Unsplash Alex Hockett

Sekitar 90 persen perempuan sudah kebal terhadap cacar air pada saat kehamilan, sebab banyak dari mereka pernah terinfeksi atau telah melakukan vaksinasi. Insiden infeksi cacar air diperkirakan terjadi sekitar 0,7 atau 3 persen dari setiap 1.000 kehamilan.

Bagi perempuan yang terpapar varisela atau cacar air selama kehamilan dapat menyebabkan komplikasi serius. Melansir dari Very Well Family, ada risiko komplikasi yang akan dialami ibu hamil di antaranya :

1. Varicella Pneumonia

Sekitar 10 hingga 20 persen ibu hamil yang terinfeksi bisa mengalami gangguan pernapasan, kondisi ini disebut varicella pneumonia. Komplikasinya meliputi masalah pernapasan yang parah, yang dapat mengakibatkan rawat inap, kebutuhan akan ventilasi mekanis, dan kematian. Dalam kasus yang parah, angka kematian diperkirakan antara 3 persen dan 14 persen.

2. Risiko Keguguran dan Lahir Mati

Keguguran dan lahir mati juga dapat terjadi setelah seorang perempuan terkena cacar air selama kehamilan, tetapi berdasarkan data terbatas yang tersedia, ibu hamil yang terpapar cacar air pada trimester pertama tampaknya tidak mengalami peningkatan keguguran dibandingkan dengan kasus keguguran yang umum terjadi karena faktor lain di luar penyakit ini.

3. Sindrom Varisela Bawaan

Meski cacat lahir akibat paparan cacar air (congenital varicella syndrome) bisa parah, risiko bayi lahir cacat akibat paparan cacar air pada trimester pertama kehamilan hanya sekitar 0,4 persen hingga 2 persen.

Paparan cacar air di trimester kedua kehamilan tidak akan menyebabkan cacat lahir. Komplikasi bagi bayi sangat rendah terjadi jika ibu hamil terkena saat usia kandungannya mencapai minggu ke-20 hingga ke-36 kehamilan, meskipun Mama bisa mengalami risiko kesehatan lainnya.

4. Varisela Neonatus

Bayi bisa berisiko tinggi terpapar cacar air jika ibu hamil mengalaminya selama bulan terakhir kehamilan. Dalam kasus ini, bayi dapat terkena cacar air di dalam rahim atau segera setelah lahir.

Ini akan menjadi neonatal varisela daripada varicella kongenital atau kelainan bawaan pada bayi. Varisela neonatus tidak melibatkan cacat lahir melainkan infeksi diseminata sistemik.

Sekitar 50 persen bayi yang ibunya terkena cacar air akhirnya tertular sendiri dan infeksinya cenderung sangat parah pada bayi prematur. Ada risiko besar kematian neonatal jika bayi lahir dengan cacar air.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter?

wwwnc.cdc.gov Konsultasi dengan dokter

Jika Mama masih khawatir tentang paparan cacar air selama kehamilan, Mama harus segera membicarakan hal ini dengan dokter. Biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk menentukan apakah Mama sudah kebal terhadap cacar air atau belum.

Jika tidak, dokter dapat memutuskan suatu tindakan. Tergantung apakah dokter mungkin ingin memberikan varicella-zoster immune globulin (VZIG) jika Mama telah terpapar dan tidak kebal, atau mereka mungkin meresepkan obat anti-virus seperti Zovirax (asiklovir). Beberapa penanganan akan menyesuaikan kondisi tubuh mama dan janin di dalam kandungan.

Demikian informasi mengenai terkena cacar air saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

The Latest