TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Awas! Makanan dan Minuman Ini Berisiko Membuat Janin Tidak Berkembang

Waspada saat memilih makanan dan minuman, ya, Ma

Freepik/freepik

Asupan nutrisi saat hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Bukan cuma itu, nutrisi ini juga dibutuhkan janin untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, Mama harus teliti memilih makanan yang baik untuk Mama dan si Kecil.

Tidak semua makanan baik untuk mama hamil dan janin. Ada juga makanan yang berisiko membuat janin tidak berkembang. Karena itu, Mama harus memiliki pengetahuan mengenai makanan yang baik untuk kesehatan dan yang harus dihindari.

Untuk membantu Mama, Popmama.com sudah merangkum daftar makanan dan minuman yang membuat janin tidak berkembang.

Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Janin Tidak Berkembang dan Masalah Kesehatan saat Hamil

Pexels/Andrea Piacquadio

Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri dan gangguan kesehatan lain. Infeksi dan penyakit dapat menyebabkan janin tidak berkembang dan bahkan keguguran.

Janin yang terinfeksi bakteri berisiko mengalami komplikasi kehamilan, seperti:

  • Kelahiran prematur,
  • Lahir mati,
  • Pertumbuhan janin terhambat,
  • Keguguran.

Beberapa jenis bakteri dan parasit pada makanan mentah yang dapat menginfeksi janin adalah Norovirus, Toxoplasma, E. coli, Vibrio, Salmonella, dan Listeria.

Apa saja yang harus dihindari oleh ibu hamil? Berikut daftarnya, Ma:

1. Makanan setengah matang atau mentah

Freepik/kamranaydinov

Jenis makanan ini rawan parasit atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, Ma. Karena itu, sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Pada kasus terburuk, ini dapat menyebabkan janin meninggal di dalam kandungan.

Beberapa jenis makanan yang tidak boleh dimakan mentah atau setengah matang antara lain:

  • Ikan, berpotensi membawa bakteri dan merkuri yang membahayakan janin.
  • Daging mentah dan setengah matang.
  • Kecambah mentah juga berisiko terkontaminasi bakteri.
  • Telur mentah, mengandung bakteri salmonella.

2. Makanan yang tidak dicuci dengan bersih sebelum dikonsumsi atau dimasak

Pexels/Vo Thuy Tien

Mama tidak tahu bagaimana penanganan sayur, buah, atau bahan makanan lain sebelum sampai di tangan mama.

Buah dan sayur yang tidak dicuci dengan baik berisiko membawa bakteri atau parasite, Ma. Ini dapat menginfeksi Mama dan janin. Selain berisiko mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, si Kecil juga berisiko meninggal di dalam kandungan.

Jadi, sebelum mengonsumsinya, pastikan Mama mencuci sayur dan buah di air mengalir, ya!

3. Alkohol

Freepik/jcomp

Konsumsi alkohol selama kehamilan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, bagi ibu hamil maupun janin.

Apa sebabnya? Alkohol masuk ke aliran darah dan dapat menembus plasenta. Jadi janin dalam kandungan juga dapat “meminumnya”, lho.

Pada orang dewasa, alkohol akan dipecah di dalam organ hati, Ma. Tetapi karena organ janin masih dalam tahap perkembangan, termasuk hati, kemampuan memecahnya belum sempurna.

Ini menyebabkan kadar alkohol yang terdapat dalam aliran darah janin bisa menjadi tinggi. Sehingga dapat memengaruhi tumbuh kembangnya. Ini bahkan berpengaruh sampai ia lahir nanti.

Jadi sebaiknya, hentikan konsumsi alkohol selama kehamilan dan menyusui.

4. Susu dan turunannya yang tidak dipasteurisasi

Freepik/azerbaijan_stockers

Ini termasuk susu segar dari sapi, kambing, domba, atau binatang perah lainnya yang belum dimasak. Ini disebut juga susu yang belum dipasteurisasi.

Pasteurisasi merupakan proses pemanasan untuk membunuh bakteri jahat di dalam susu yang bisa menyebabkan penyakit. Proses ini dilakukan pada suhu 70-75 derajat Celsius selama beberapa detik.

Susu mentah berpotensi mengandung bakteri pembawa penyakit seperti Salmonella, E. coli, Listeria, Campylobacter.

Jadi, bila Mama meminumnya ini dapat meningkatkan beberapa risiko seperti keracunan makanan. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun saat hamil juga membuat Mama lebih rentan terhadap penyakit.

Pada janin, ini dapat menyebabkan cacat lahir, radang selaput otak, sampai keguguran.

Selain itu, Mama juga harus memperhatikan turunan susu, misalnya keju. Sebelum mengonsumsinya, pastikan Mama membaca label pada kemasan.

5. Ikan yang tinggi merkuri

Pixabay/daniellegiberti

Ikan merupakan salah satu makanan yang baik untuk ibu hamil dan janin. Mengandung protein, vitamin B12, dan vitamin D, hingga DHA, semua ini mendukung perkembangan otak janin.

Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi ikan yaitu kandungan merkurinya. Dalam jangka panjang dan jumlah banyak, merkuri berbahaya bagi janin.

Berikut beberapa risikonya:

  • Gangguan perkembangan otak,
  • Perkembangan bayi setelah lahir berisiko mengalami gangguan,
  • Bayi berisiko mengalami ADHD.

Jadi, ikan mana yang sebaiknya dihindari saat hamil? Ikan yang berukuran besar dan berumur panjang sebaiknya dihindari ya, karena cenderung mengandung merkuri paling tinggi.

Ikan-ikan tersebut antara lain ikan hiu, todak, marlin, kod, king mackerel (makarel raja), tuna sirip biru, dan baramundi.

Nah, jadi itu semua makanan dan minuman yang membuat janin tidak berkembang. Di luar ini semua, masih banyak makanan dan minuman sehat yang bermanfaat untuk Mama dan janin.

Baca juga:

The Latest