TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Umum Kenapa Hasil Test Pack Salah

Senang karena positif, namun ternyata false positive

Freepik/Santipong6519

Sebelum datang ke dokter kandungan, perempuan yang merasa dirinya hamil akan mencoba test pack. Sayangnya, ada beberapa kasus yang hasilnya salah. 

Mendapati hasil test pack yang positif merupakan hal luar biasa bagi para calon Mama. Namun, tidak semua hasil di test pack tersebut benar-benar valid. 

Ada beberapa kasus yang cukup mengecewakan di mana hasil yang positif ternyata salah atau false positive. 

Dirangkum Popmama.com, inilah beberapa penyebab yang paling umum dialami saat mendapati false positive. 

1.  Mendiamkan tes terlalu lama sebelum melihatnya

cottonbro/ Pexels

Dilansir dari Self.com, penting sekali untuk membaca anjuran pemakaian sebelum menggunakan test pack. Jika mendiamkan tes terlalu lama, maka bisa saja garisnya berubah yang harusnya hanya satu garis kini menjadi dua garis. 

Dokter kandungan Jamil Abdurrahman mengatakan bahwa seringnya orang mendiamkan terlalu lama dan penyebaran urinnya jadi membuat garis dua yang kabur. Padahal, jika dilihat langsung di awal pengecekan, hanya ada 1 garis. 

Jadi, pastikan untuk melihat hasilnya sesuai dengan waktu yang disarankan di produk pilihan Mama, ya. 

2. Test packnya sudah kedaluarsa

Freepik/4045

Tak hanya makanan, test pack juga punya waktu kedaluarsa. Ketika menggunakan yang sudah lewat masanya, kimia yang mendeteksi hCG biasanya akan sering melakukan kesalahan. 

Dr Abdurrahman melanjutkan, hasil tes positif yang palsu sering terdapat di mereka yang menggunakan alat yang sudah lewat masa berlakunya. 

Jika Mama punya stok di rumah, cek dahulu masa berlaku sebelum menggunakannya. 

3. Kamu menggunakan obat yang menaikkan hCG

checkpregnancy.com

Dalam promil tertentu, kamu akan diberikan serangkaian obat untuk mendukung kehamilan, termasuk obat untuk hormon. Jika kamu baru saja diberikan obat yang mengandung hCG dan tidak sabar untuk segera mengeceknya, bukan tidak mungkin akan mendapat hasil yang false positive. 

Hal ini tentu memberikan kekecewaan tersendiri bagi para calon Mama. Oleh karena itu, profesor obstetri dan ginekologi, Zev Williams, M.D. mengatakan bahwa sebaiknya mengikuti anjuran kapan untuk melakukan tes kehamilan setelah diberikan obat atau dimasukkan embrio agar tidak terjadi kekecewaan yang sebenarnya bisa dihindari. 

4. Kamu masih memiliki hCG di tubuh setelah persalinan atau keguguran

Pexels/tr-n-long

Setelah melahirkan atau keguguran, perempuan masih memiliki hCG di dalam tubuhnya selama beberapa bulan ke depan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, dibutuhkan sekitar 4 sampai 6 minggu untuk mengembalikan tingkat hCG agar kembali normal di tubuh setelah mengalami keguguran. 

Dr Williams mengatakan bahwa, selama masih ada sisa sel plasenta di dalam tubuh, maka hasilnya masih bisa positif. 

5. Kamu mengalami keguguran yang tidak disadari

Freepik

Seringnya, keguguran dialami di bawah 13 minggu. Namun bukan berarti tidak ada keguguran yang terjadi di minggu pertama atau kedua kehamilan. 

Jika kamu merasa baru saja selesai menstruasi dan melakukan tes kehamilan lalu ternyata hasilnya positif yang palsu, mungkin sekali kamu mengalami keguguran yang tidak disadari. 

Menurut dr Williams, bukan alatnya yang salah, namun mungkin kamu mengalami sesuatu yang tidak disadari. Karena, hasilnya akurat jika melihat dari tingkat hormon hCG yang masih tersisa di tubuh. 

Sayangnya, kehamilan seperti ini tidak sehat. Kehamilan jenis ini sering mengalami pendarahan di waktu sekitar saatnya menstruasi. Sehingga, banyak yang tidak menyadarinya. 

Jika mengalami hasil tes positif palsu, sebaiknya segera mendatangi dokter kandungan untuk dilakukan tes lanjutan. Bisa saja kamu mengalami kehamilan atopik yang harus ditindaklanjuti, atau mengalami masalah dengan organ reproduksi yang harus diperbaiki. 

Yang pasti, ketahui sumber masalah dan segalanya bisa diselesaikan dengan lebih baik. 

Baca juga:

The Latest