TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Disfungsi Ereksi: Efeknya pada Kesuburan, dan Perawatannya

Apakah disfungsi ereksi akan memengaruhi kesuburan pada laki-laki?

Freepik/drobotdean

Bagi banyak laki-laki yang menderita disfungsi ereksi, ada ketakutan bahwa hal itu akan berdampak jangka panjang pada kemampuan hamil pada istri.

Perasaan tidak nyaman dan malu sering sering muncul jika membahas soal disfungsi ereksi. Ini menyebabkan sebagian laki-laki enggan untuk melakukan pengobatan dan perawatan.

Padahal ini penting untuk didiskusikan dengan dokter, terutama jika Papa berencana untuk memiliki bayi.

Apakah disfungsi ereksi berdampak pada kesuburan laki-laki? Simak penjelasan tentang disfungsi ereksi, efeknya pada kesuburan, dan perawatannyapada ulasan Popmama.com berikut ini.

Apakah Normal jika Mengalami Disfungsi Ereksi?

Pexels/Alex Green

Disfungsi ereksi dapat dialami oleh banyak laki-laki. Meskipun banyak, kondisi ini tidak boleh diklasifikasikan sebagai “normal” karena tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya ini umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

Disfungsi ereksi sendiri seringkali merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya. Bekerja sama dengan dokter untuk mengobati penyebab disfungsi ereksi dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam fungsi dan kepuasan seksual.

Apa Penyebab Disfungsi Ereksi?

Freepik/Wirestock

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu cukup lama untuk melakukan hubungan seksual. Beberapa laki-laki mungkin menderita disfungsi ereksi secara sporadik. Sementara yang lain mungkin melihatnya sebagai masalah kronis. Campuran faktor medis, psikologis, dan gaya hidup dapat menyebabkan disfungsi ereksi jangka pendek atau jangka panjang.

Penyebab umum disfungsi ereksi dapat mencakup:

  • Diabetes tipe 2,
  • Penyakit jantung,
  • Tekanan darah tinggi,
  • Penyakit ginjal,
  • Terapi kanker,
  • Penggunaan antidepresan,
  • Kondisi fisiologis seperti kecemasan, depresi, dan stres,
  • Merokok,
  • Konsumsi alkohol berlebihan,
  • Kelebihan berat badan,
  • Penggunaan obat-obatan terlarang.

Bila Tidak Dapat Menahan Ereksi, Apakah Bisa Ejakulasi?

Unsplash.com/Deon Black

Jawabannya adalah ya.

Ketidakmampuan untuk memiliki atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual tidak berarti seorang laki-laki tidak bisa ejakulasi selamanya.

Ia mungkin harus merangsang diri sendiri untuk sampai ke sana. Tetapi seringkali, laki-laki yang mengalami disfungsi ereksi akan dapat mencapai ejakulasi di beberapa titik.

Selama jumlah spermanya baik, yang berarti jumlah sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi, ini dapat menyebabkan kehamilan. Tentu saja, jika pasangan suami istri tidak berhasil melakukan hubungan seksual, mereka mungkin memerlukan bantuan untuk membawa sperma menuju sel telur.

Metode untuk Membantu Laki-Laki dengan Disfungsi Ereksi Mengalami Infertilitas?

Pixabay.com

Jika tidak dapat melakukan ejakulasi selama berhubungan seksual, pasangan kemungkinan akan membutuhkan bantuan dari luar untuk hamil.

Inseminasi Intrauterin adalah salah satu metode yang umum digunakan untuk membantu pasangan tidak subur untuk hamil ketika masalah yang dihadapi berkaitan dengan perjalanan sperma ke sel telur.

Terkadang, seperti pada pasangan dengan disfungsi ereksi, sperma membutuhkan bantuan. Dengan Inseminasi Intrauterin, laki-laki melakukan ejakulasi ke dalam cangkir. Kemudian spermanya dimasukkan ke dalam perempuan berdekatan dengan waktu ovulasi. Prosedur ini melibatkan spesialis kesuburan dan mahal.

Jika tidak ada penyebab lain yang mendasari infertilitas selain disfungsi ereksi, pengobatan juga dapat membantu sehingga pasangan dapat melakukan hubungan seksual tanpa intervensi.

Perawatan disfungsi ereksi dapat berupa pengobatan, prosedur, perubahan pola makan, atau mengatasi masalah kesehatan mental.

Gejala Infertilitas pada Laki-laki

Freepik/Jcomp

Bagi kebanyakan laki-laki, gejala infertilitas yang paling mencolok adalah ketidakmampuan menyebabkan kehamilan pada perempuan.

Namun, laki-laki yang menderita infertilitas mungkin juga memiliki satu atau lebih gejala berikut:

  • Kesulitan dengan ejakulasi
  • Nyeri dan/atau bengkak pada testis
  • Pertumbuhan payudara laki-laki yang tidak normal (ginekomastia)
  • Rambut wajah atau tubuh berkurang (tanda ketidakseimbangan hormon laki-laki)

Jika Papa dan Mama telah mencoba untuk hamil tanpa hasil, mungkin sudah saatnya menemui spesialis reproduksi untuk menentukan apakah penyebabnya adalah infertilitas.

Meski tidak nyaman, jangan ragu untuk mengungkapkan soal disfungsi ereksi pada dokter. Ini penting agar dokter bisa mencari tahu apa penyebabnya dan segera mengatasinya.

Itu penjelasan tentang disfungsi ereksi, efeknya pada kesuburan, dan perawatannya. Semoga informasi ini dapat membantu!

Baca juga:

The Latest