TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

"Salah Tekan" Saat Pijat Refleksi Bisa Membahayakan untuk Ibu Hamil

Jika salah titik, pijat refleksi justru akan membahayakan

Freepik/Chevanon

Refleksi merupakan salah satu dari jenis pijat yang sudah lama digunakan di seluruh dunia. Refleksi bisa menjadi cara dalam merawat tubuh dengan menekan setiap titik di bagian tertentu. 

Tekanan yang dilakukan menggunakan jari atau alat bantu tertentu dapat memberikan berbagai manfaat untuk tubuh seperti mengurangi kegelisahan, mempercepat penyembuhan sesuatu penyakit, memperlancar peredaran darah hingga dapat mengobati kanker.

Biasanya refleksi dilakukan seminggu sekali, sehingga dapat membantu meringankan kondisi tubuh yang terasa lelah setelah melakukan segala rutinitas sehari-hari. 

Dari banyak manfaat yang bisa dirasakan ketika melakukan refleksi membuat banyak ibu hamil ingin kembali merasakannya.

Terlebih saat ingin membuat tubuh terasa lebih rileks dan terhindar dari rasa pegal-pegal.

Untuk Mama yang bertanya-tanya amankah melakukan refleksi dalam kondisi hamil. Kali ini Popmama.com akan menjelaskan berbagai informasi mengenai refleksi selama masa kehamilan.

1. Amankah ibu hamil melakukan refleksi?

Pixabay/andreas160578

Melakukan refleksi saat hamil perlu sekali hati-hati. Jika melakukan refleksi dengan orang yang kurang profesional, maka bisa saja terjadi ‘salah tekan’ dan malah mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan.

Disarankan untuk tidak melakukan refleksi saat hamil muda karena akan berisiko keguguran. 

Pijatan refleksi yang dilakukan secara tepat oleh ibu hamil tentu akan membuatnya merasa nyaman tak jarang dapat bermanfaat dalam mengurangi kecemasan, tekanan emosional hingga depresi selama menjalani masa kehamilan. 

Berdasarkan teori dasar yang ada, pijat refleksi tentu akan terarah untuk menekan pusat titik yang ada di telapak tangan dan kaki.

Hal ini dilakukan agar semua tekanan pada pusat titik dapat berhubungan langsung dengan organ, kelenjar serta beberapa bagian terpenting di dalam tubuh. 

Tekanan yang terjadi pada pusat titik dapat merangsang dan menstimulasi semua bagian tubuh karena dapat membantu memperlancar aliran darah, membantu organ tubuh bekerja lebih optimal, meningkatkan produksi hormon pada kelenjar hingga membangun mood menjadi lebih stabil. 

Baca juga: Cara Merelaksasi Istri yang Sedang Hamil dengan Pijatan

Baca juga: 7 Manfaat Pijat Prenatal untuk Ibu Hamil dan Janin yang Menyehatkan

2. Titik yang tepat dalam melakukan refleksi

Freepik/Jcomp

Bila Mama sudah pernah melakukan pijak refleksi pasti merasakan suasana yang nyaman dan tentunya membuatkan tubuh terasa lebih rileks. 

Ibu hamil masih diperbolehkan untuk melakukan refleksi apalagi saat mengalami kesulitan kontraksi. Refleksi yang dilakukan sebelum persalinan dapat mempercepat kontraksi dan membantu proses berjalan dengan baik. 

Namun, semua refleksi harus dilakukan dengan cara yang benar dan di titik yang tepat. Mama perlu memerhatikan beberapa titik-titik yang menjadi kunci dalam melakukan refleksi agar dapat merangsang kontraksi. 3 titik kunci ini harus diperhatikan seperti:

  • Area sekitar jari kaki

Saat menekan sekitar jari kaki antara bagian jempol dengan telunjuk dapat membantu kontraksi ibu hamil semakin lebih cepat. Namun, pada bagian ini sebisa mungkin harus ditekan secara perlahan. Jika area sekitar jari kaki ini ditekan pasca persalinan, maka dipercaya dapat lebih meringankan rasa sakit yang dialami.  

  • Tumit kaki

Tekanan refleksi yang dilakukan di bagian tumit kaki akan menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasi rasa sakit ini ada baiknya tetap menekan titik yang sama hingga rasa nyeri bisa berkurang.  

  • Jempol kaki

Ma, perlu disadari kalau bagian jempol kaki bisa dikatakan sangat penting dalam menimbulkan kontraksi persalinan. Area penekanan yang dilakukan pada jempol kaki bisa terhubung langsung dengan kelenjar pituitari. Kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi hormon oksitosin. 

Hormon ini akan muncul secara alami pada saat si Kecil sudah siap dilahirkan. Saat hormon oksitosin muncul, tubuh akan otomatis membuat rahim ikut berkontraksi. 

Semoga bisa menjawab pertanyaan Mama ya! 

Topic:

The Latest