TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Bolehkah Berhubungan Seks saat Hamil 40 Minggu?

Apakah ini aman dilakukan?

Freepik/Racool_studio

Pada umumnya, waktu perkiraan kelahiran bayi berada di antara usia kehamilan 38–42 minggu. Jika Mama sudah berada di tahap ini, Mama tinggal menanti dan mempersiapkan diri untuk menyambut si Kecil.

Mama mungkin bertanya-tanya, sambil menunggu datangnya waktu bersalin, apakah ibu hamil boleh berhubungan seks saat hamil 40 minggu?

Jika boleh, apakah aktivitas ini menimbulkan risiko bagi ibu hamil dan janin? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan Popmama.com berikut ini, ya, Ma.

Bolehkah Berhubungan Seks saat Hamil 40 Minggu?

Pexels/Ivan Samkov

Ya, ibu hamil bisa berhubungan seks di usia kehamilan 40 minggu. Selama dokter tidak secara khusus mengatakan kepada Mama untuk menjauhi seks, tidak apa-apa untuk melakukannya kapan saja selama kehamilan, termasuk di akhir kehamilan.

Meskipun demikian, berhubungan seks di akhir kehamilan mungkin akan terasa tidak nyaman. Perut membesar, payudara yang lembut, dan segala sesuatu yang bengkak bisa menjadi pembunuh suasana romantis. Di akhir kehamilan, banyak ibu hamil yang tidak ingin berhubungan seks.

Tetapi jika Mama bersemangat untuk berhubungan seks, itu normal. Mama bisa melakukannya asal perhatikan faktor-faktor keamanan.

Apakah Berhubungan Seks di Usia 40 Minggu Kehamilan Bisa Menginduksi Persalinan?

Pexels/freestocks.org

Mungkin tidak. Kabar baiknya adalah jika leher rahim dan rahim sudah siap dan persalinan sudah dekat, seks pada usia 40 minggu bisa membuat segalanya bergerak.

Apa keburukannya? Jika kondisi (dan serviks) belum cukup matang, menyibukkan diri tidak akan mempercepat persalinan. Dalam hal ini, tubuh dan janinlah yang menentukan kapan Mama bisa bersalin.

Manfaat Berhubungan Seks di Usia 40 Minggu Kehamilan

Freepik/Tirachardz

Seks akan memberikan manfaat yang sama pada 40 minggu seperti yang terjadi selama kehamilan. Seks dapat membantu Mama merasa lebih rileks, meningkatkan kualitas tidur, dan bahkan meredakan beberapa ketidaknyamanan terkait kehamilan untuk sementara.

Bukan itu saja. Ada kemungkinan besar Mama sedang banyak pikiran di akhir kehamilan, dan seks bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk beristirahat sejenak dari semua itu. Ini seperti menekan tombol jeda pada aliran pertanyaan yang terus-menerus tentang kapan si Kecil akan lahir, bagaimana perasaan persalinan, dan beragam pertanyaan lainnya.

Risiko Berhubungan Seks di Usia 40 Minggu Kehamilan

Freepik/torwaiphoto

Secara kesehatan, tidak ada. Sangat aman untuk berhubungan seks selama kehamilan, termasuk pada usia kehamilan 40 minggu. Namun dengan catatan jika dokter memberi lampu hijau.

Tapi bukan berarti berhubungan seks sekarang akan terasa persis sama seperti sebelumnya. Peningkatan aliran darah yang mungkin membuat seks lebih menyenangkan di trimester kedua mungkin telah berkembang menjadi perasaan mati rasa. Mama mungkin juga melihat sedikit bercak jika serviks sudah mulai matang.

Mungkin juga berbeda untuk suami. Keputihan yang lebih banyak di akhir kehamilan dapat menciptakan kondisi ekstra licin. Suami mungkin juga memperhatikan atau merasakan leher rahim berbeda dari biasanya.

Posisi Berhubungan Seks yang Aman di Akhir Kehamilan

Freepik/Victoriafly

Posisi apa pun yang Mama sukai di awal kehamilan masih aman di akhir kehamilan. Pastikan Mama merasa nyaman dan perut tidak tertekan.

Gerakan mungkin akan terasa nyanggung, namun kelak Mama akan mengingatnya.

Sementara itu, tetap dekat dengan berpelukan, menyentuh, mencium, atau bahkan sekadar menari lambat di dapur diiringi lagu favorit.

Seks saat hamil 40 minggu bisa menjadi pelepasan yang hebat. Tetapi jika itu tidak berhasil untuk Mama, jangan khawatir. Alih-alih kecewa, cobalah untuk menghargai hari-hari terakhir kehamilan dan temukan cara lain untuk terhubung dengan suami.

Nah, itu penjelasan tentang berhubungan seks saat hamil 40 minggu. Meski diperbolehkan, tetap perhatikan faktor keamanannya, ya, Ma.

Baca juga:

The Latest