Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan segera memberikan penanganan sesuai kondisi si Kecil. Mengutip Cleveland Clinic, berikut metode pengobatan yang umum diberikan antara lain:
Terapi pengganti surfaktan
Cairan surfaktan buatan dimasukkan lewat selang napas dan paling efektif bila diberikan dalam 6 jam pertama setelah lahir.
CPAP (continuous positive airway pressure)
Alat ini mengalirkan udara atau oksigen secara terus-menerus untuk menjaga kantong udara paru-paru tetap terbuka.
Ventilator mekanis
Untuk kasus yang lebih berat, mesin ini akan mengambil alih sepenuhnya kerja pernapasan si Kecil.
Oksigen tambahan
Diberikan untuk memastikan kadar oksigen dalam darah bayi mama tetap stabil.
Obat pereda nyeri atau sedasi ringan
Membantu si Kecil tetap tenang selama menjalani perawatan.
Tim medis akan memantau kondisi si Kecil secara ketat selama masa perawatan ini. Seiring waktu, kebutuhan oksigen dan alat bantu napasnya akan berkurang secara bertahap hingga akhirnya bisa bernapas mandiri.
Jika Mama melihat tanda-tanda napas tidak biasa pada si Kecil, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang si Kecil melewati masa-masa awal kehidupannya dengan baik.
Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu respiratory distress pada bayi? Sebuah kondisi pada bayi yang harus Mama ketahui sebelum memburuk. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!