Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Bayi Susah Sendawa dan Cara Mengatasinya

4 min read
5 Penyebab Bayi Susah Sendawa dan Cara Mengatasinya
Pexels/Дмитрий Зайцев
  • Bayi tidak selalu wajib bersendawa setelah menyusu, tetapi kesulitan sendawa dapat berkaitan dengan posisi menyendawakan yang kurang cocok atau bayi terlalu mengantuk.

  • Posisi menyusu, perlekatan mulut, aliran ASI, dan kemiringan botol dapat membuat bayi menelan lebih banyak udara, sehingga perut terasa tidak nyaman.

  • Udara bisa terperangkap atau tertelan berlebihan saat bayi menangis dan menyusu terburu-buru; konsultasikan ke dokter jika rewel, kembung parah, atau gumoh berlebihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sudah ditepuk-tepuk punggungnya lama-lama, tapi si Kecil tetap tidak mau bersendawa? Mama pasti pernah merasakan momen ini, apalagi kalau setelahnya bayi mama jadi rewel atau gumoh.

Sebenarnya, tidak semua bayi wajib bersendawa setiap kali habis menyusu. Tapi kalau si Kecil terlihat tidak nyaman, kembung, atau rewel setelah minum ASI atau susu formula, ada baiknya Mama cari tahu apa yang membuatnya sulit sendawa.

Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com mengulas 5 penyebab bayi susah sendawa. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Posisi sendawa yang salah

    1. Posisi sendawa yang salah
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    Tidak semua posisi menyendawakan cocok untuk setiap bayi. Ada bayi yang lebih mudah bersendawa saat digendong tegak di bahu, tapi ada juga yang lebih nyaman saat didudukkan di pangkuan Mama.

    Menurut Babynama, posisi menyendawakan yang kurang tepat bisa jadi alasan kenapa udara di perut si Kecil susah keluar. Jika satu posisi tidak berhasil setelah beberapa menit, coba ganti ke posisi lain.

    Mengutip Taking Cara Babies, Mama disarankan untuk mencoba menepuk sekaligus mengusap punggung bayi mama secara melingkar, lalu memberi sedikit tekanan ke atas di sepanjang punggungnya. Terkadang, gerakan ini lebih efektif daripada hanya menepuk saja.

    Jadi, jangan buru-buru menyerah kalau posisi pertama belum berhasil. Cobalah 2 atau 3 posisi berbeda sebelum menyimpulkan si Kecil memang tidak butuh sendawa.

  2. 2. Bayi terlalu mengantuk

    2. Bayi terlalu mengantuk
    Pexels/Sarah Chai

    Selain soal posisi, kondisi si Kecil sendiri juga berpengaruh. Bayi yang sudah terlalu mengantuk atau tertidur pulas saat menyusu cenderung lebih sulit bersendawa.

    Ini karena otot-ototnya jadi lebih rileks saat mengantuk, sehingga tekanan yang dibutuhkan untuk mendorong udara keluar menjadi berkurang. Dilansir dari Babynama, tonus otot yang menurun saat bayi mengantuk memang memengaruhi kemampuannya bersendawa.

    Kalau si Kecil tertidur di tengah proses menyusu, Mama tidak perlu memaksakan sendawa saat itu juga. Coba bangunkan sedikit dengan mengusap punggungnya, atau tunggu sampai ia sedikit lebih terjaga.

    Yang penting, pastikan si Kecil tetap digendong tegak sesaat sebelum dibaringkan, supaya udara yang mungkin masih tersisa punya kesempatan untuk naik terlebih dahulu.

  3. 3. Posisi menyusu yang salah

    3. Posisi menyusu yang salah
    Pexels/hartono subagio

    Ternyata, penyebab susah sendawa bisa dimulai jauh sebelum sesi menyendawakan itu sendiri, yaitu sejak proses menyusu berlangsung. Posisi menyusu yang kurang tepat membuat si Kecil menelan lebih banyak udara daripada seharusnya.

    Menurut Pregnancy, Birth and Baby, bayi yang belum menutup mulutnya dengan rapat saat mengisap payudara atau dot cenderung menelan lebih banyak udara bersama susu. Aliran ASI yang terlalu deras bisa membuat bayi kewalahan mengatur ritme mengisap dan menelan.

    Melansir Babynama, perlekatan (latch) yang kurang pas saat menyusui serta posisi botol yang tidak dimiringkan dengan benar saat menyusu formula juga jadi pemicu umum masuknya udara berlebih ke perut bayi mama.

    Memperbaiki posisi menyusu, baik itu perlekatan mulut si Kecil ke payudara maupun sudut kemiringan botol, menjadi langkah awal yang bisa Mama coba untuk mengurangi udara yang tertelan sejak awal.

  4. 4. Udara terperangkap di dalam tubuh bayi

    4. Udara terperangkap di dalam tubuh bayi
    Pexels/Huynh Van

    Kadang, udara yang tertelan si Kecil sudah ada di dalam perutnya, tapi belum sempat naik ke atas untuk keluar sebagai sendawa. Kondisi ini membuat bayi mama tampak seperti tidak mau bersendawa, padahal sebenarnya udaranya hanya butuh waktu.

    Menurut Babynama, udara yang terperangkap cukup dalam di saluran pencernaan bayi memang butuh waktu lebih lama untuk naik dan keluar. Jadi, kalau Mama sudah mencoba beberapa menit tanpa hasil, bukan berarti usahanya sia-sia.

    Mengutip Taking Cara Babies, salah satu cara yang disarankan adalah membaringkan si Kecil sebentar, lalu menggendongnya kembali. Gerakan naik-turun ini sering kali membantu udara yang terjebak untuk bergerak naik dan akhirnya keluar sebagai sendawa.

  5. 5. Terlalu banyak menelan udara

    5. Terlalu banyak menelan udara
    Pexels/SHOX ART

    Penyebab terakhir yang cukup sering terjadi adalah si Kecil memang menelan udara dalam jumlah banyak selama sesi menyusu. Semakin banyak udara yang masuk, semakin besar pula kebutuhannya untuk bersendawa.

    Menurut Pregnancy, Birth and Baby, bayi bisa menelan udara berlebih saat menangis sebelum atau selama menyusu, maupun saat menyusu terlalu cepat karena sangat lapar. Sebagian bayi juga secara alami memiliki pola mengisap yang lebih cepat daripada yang lain.

    Mengutip Babynama, ketika menyusui saat si Kecil menangis, memberi susu terlalu terburu-buru, atau menunggu bayi mama terlalu lapar sebelum disusui, semuanya bisa meningkatkan jumlah udara yang tertelan.

    Untuk mengurangi risiko ini, Mama bisa mencoba menyusui si Kecil sebelum ia terlalu lapar dan menangis, serta menciptakan suasana menyusu yang tenang tanpa terburu-buru.

    Kalau sudah dicoba berbagai posisi dan cara, tetapi si Kecil tetap rewel, kembung parah, atau sering gumoh berlebihan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Yang terpenting, Mama tidak sendirian menghadapi fase ini.

    Nah, itulah pembahasan mengenai 5 penyebab bayi susah sendawa yang harus Mama pahami. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More