Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aturan Pemakaian Kipas Angin untuk Bayi, Ini Cara yang Aman
freepik.com
  • Kipas untuk bayi perlu ditempatkan jauh dari tempat tidur atau area bermain, di permukaan kokoh, serta dengan kabel dan bagian kipas tidak mudah dijangkau.
  • Angin kipas sebaiknya diarahkan ke sisi ruangan untuk menjaga sirkulasi udara, bukan langsung ke tubuh bayi dalam waktu lama.
  • Orang tua perlu memantau suhu ruangan dan tanda bayi kepanasan, seperti berkeringat, kulit memerah, atau dada panas, sambil menyesuaikan pakaian dan selimut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kipas angin boleh dipakai saat cuaca panas agar kamar bayi lebih sejuk. Kipas harus jauh dari bayi, kabelnya tidak boleh dekat, dan kipas harus berdiri kuat. Anginnya jangan kena bayi langsung. Mama perlu lihat bayi. Jika bayi berkeringat, merah, atau dadanya panas, pakaiannya bisa dikurangi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kipas angin bisa menjadi pilihan untuk membantu membuat ruangan terasa lebih sejuk, terutama saat cuaca sedang panas.

Namun, penggunaannya pada bayi mama tetap perlu diperhatikan agar si Kecil merasa nyaman dan tetap aman.

Bayi belum bisa mengatur suhu tubuh sebaik orang dewasa. Oleh karena itu, Mama tidak hanya perlu memperhatikan suhu ruangan, tetapi juga posisi kipas dan kondisi tubuh sang Bayi.

Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang aturan pemakaian kipas angin untuk bayi. Simak selengkapnya di bawah, yuk!

1. Letakkan kipas pada jarak yang aman

unsplash.com/Delaney Van

Mama sebaiknya tidak meletakkan kipas terlalu dekat dengan tempat tidur atau area bermain si Kecil.

Pastikan kipas berada di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau bayi, terutama ketika sang Bayi mulai aktif bergerak.

Dilansir dari Baby Center, kipas sebaiknya ditempatkan pada jarak yang aman dari anak untuk menghindari risiko cedera, seperti jari terjepit pada bagian kipas.

Selain itu, pastikan kabel kipas tidak berada di dekat tempat tidur atau area yang mudah dijangkau si Kecil. Kipas juga perlu diletakkan pada permukaan yang kokoh agar tidak mudah terjatuh.

2. Hindari mengarahkan kipas langsung ke tubuh si Kecil

pixabay.com/szymonpacek

Penggunaan kipas bukan berarti anginnya harus diarahkan langsung ke tubuh si Kecil. Mama bisa arahkan kipas ke sisi ruangan agar udara tetap bersirkulasi tanpa terus mengenai tubuh bayi.

Dengan begitu, kipas tetap membantu membuat udara di dalam ruangan terasa lebih sejuk tanpa membuat si Kecil terpapar hembusan angin secara langsung dalam waktu lama.

Jadi, gunakan kipas untuk membantu sirkulasi udara, bukan sebagai sumber angin yang langsung mengarah ke bayi.

Jika ruangan terasa sangat panas, Mama sebaiknya mencari cara lain untuk membantu mendinginkan ruangan agar si Kecil tetap nyaman.

3. Perhatikan suhu dan kondisi tubuh si Kecil

pexels.com/Trúc Giang

Selain melihat apakah ruangan terasa sejuk, Mama juga perlu memperhatikan kondisi tubuh bayi. Ruangan yang terlalu panas dapat membuat si Kecil tidak nyaman dan meningkatkan risiko kepanasan.

Verywell Family menyarankan agar bayi tidak terlalu banyak mengenakan pakaian atau selimut.

Mama dapat memperhatikan tanda-tanda bayi kepanasan, seperti berkeringat, kulit tampak memerah, atau bagian dada terasa panas saat disentuh.

Jika si Kecil terlihat kepanasan, Mama dapat menyesuaikan pakaian dan kondisi ruangan. Sebaliknya, tidak perlu memberikan terlalu banyak lapisan pakaian hanya karena menggunakan kipas.

Itu dia informasi tentang aturan pemakaian kipas angin untuk bayi. Pastikan penggunaan kipas tetap aman agar si Kecil merasa nyaman dan tidak kepanasan, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article