Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Lip Tie pada Bayi Berbahaya? Begini Faktanya

Apakah Lip Tie pada Bayi Berbahaya? Begini Faktanya
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI
  • Lip tie adalah perbedaan anatomi saat frenulum bibir atas menempel erat pada gusi; umumnya tidak berbahaya bila bayi menyusu lancar dan berat badannya naik normal.
  • Tanda yang perlu diperhatikan meliputi pelekatan menyusu sulit, bunyi klik, bayi rewel atau kembung, sesi menyusu lama, berat badan lambat naik, serta nyeri atau puting lecet pada ibu.
  • Penanganan ditentukan oleh gejala dan tumbuh kembang: pemantauan atau konsultasi laktasi untuk kasus ringan, sedangkan frenektomi dapat dipertimbangkan dokter bila gangguan menetap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Begitu mendengar istilah lip tie, tak sedikit Mama yang langsung panik dan membayangkan skenario terburuk. Wajar saja, apalagi kalau belakangan si Kecil terlihat kesulitan menyusu dan berat badannya seret naik.

Tapi sebelum larut dalam kekhawatiran, ada baiknya Mama mengetahui dulu fakta sebenarnya di balik kondisi ini. Apakah lip tie benar-benar berbahaya, atau sebenarnya hanya soal anatomi kecil yang bisa diatasi dengan mudah?

Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com mengulas apakah lip tie pada bayi berbahaya? Yuk, simak sampai habis!

  1. Apakah Lip Tie pada Bayi Berbahaya?

    Apakah Lip Tie pada Bayi Berbahaya?
    Instagram.com/solusilaktasi

    Kabar baiknya, lip tie sebenarnya bukan kondisi yang perlu terlalu dikhawatirkan. Menurut Healthline, lip tie tidak berbahaya bagi bayi selama berat badannya tetap naik sesuai anjuran dokter anak, dan begitu terdiagnosis, kondisi ini pun tergolong mudah diatasi.

    Menurut Medical News Today, lip tie sejatinya hanyalah perbedaan anatomi, bukan penyakit atau tanda adanya masalah serius pada bayi. Selama si Kecil tidak kesulitan menyusu dan Mama tidak merasa nyeri saat menyusui, sebenarnya tidak ada alasan untuk buru-buru melakukan tindakan.

    Tidak semua lip tie memerlukan penanganan. Sebagian bayi memiliki lip tie ringan yang sama sekali tidak mengganggu proses menyusu, bicara, maupun kebersihan mulutnya di kemudian hari.

  2. Apa Itu Lip Tie pada Bayi?

    Apa Itu Lip Tie pada Bayi?
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Menurut WebMD, lip tie adalah kondisi ketika kulit bibir atas bayi menempel erat pada gusi sehingga membatasi gerakan bibir dan dapat menyulitkan proses menyusui.

    Jaringan penghubung ini disebut frenulum labial. Mengutip Healthline, jika jaringan tersebut terlalu tebal atau kaku, gerakan bibir atas bayi Mama jadi tidak leluasa untuk membentuk pelekatan yang baik pada payudara atau dot.

    Jadi, kehadiran frenulum itu sendiri normal dan yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar dampaknya pada fungsi harian si Kecil.

  3. Apa Saja Tanda Lip Tie pada Bayi?

    Apa Saja Tanda Lip Tie pada Bayi?
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Supaya lebih waspada, ada beberapa tanda yang bisa Mama amati, terutama saat si Kecil sedang menyusu.

    • Kesulitan melekat sempurna.
      Mengutip Park Pediatric Dentistry, bayi dengan lip tie sering mengalami masalah pelekatan pada payudara atau dot, disertai bunyi decak atau klik saat menyusu.
    • Sesi menyusui jadi lebih lama dan melelahkan.
      Dikutip dari All About Kids Pediatric Dentistry, bayi bisa mengalami gassy atau rewel selama atau setelah menyusu akibat pelekatan yang tidak optimal.
    • Berat badan sulit naik.
      Karena transfer ASI tidak efisien, mengutip Healthline, bayi dengan lip tie berisiko mengalami kenaikan berat badan yang lambat.
    • Keluhan pada Mama saat menyusui.
      Mengutip Park Pediatric Dentistry, Mama bisa mengalami nyeri saat menyusui, hingga puting lecet akibat pelekatan yang kurang tepat.

  4. Apakah Bayi dengan Lip Tie Memerlukan Bantuan Medis?

    Apakah Bayi dengan Lip Tie Memerlukan Bantuan Medis?
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Jawabannya tergantung pada kondisinya. Mengutip All About Kids Pediatric Dentistry, penanganan lip tie bergantung pada gejala, fungsi, dan tumbuh kembang si Kecil, bukan sekadar tampilan fisiknya saja.

    Artinya, kalau si Kecil menyusu dengan lancar, berat badannya naik normal, dan Mama tidak merasakan nyeri, bantuan medis mungkin belum diperlukan. 

    Namun, jika muncul kesulitan menyusu yang terus-menerus, berat badan seret, atau Mama kesakitan setiap kali menyusui, itu tandanya sudah waktunya berkonsultasi dengan tenaga profesional.

  5. Kapan Lip Tie pada Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?

    Kapan Lip Tie pada Bayi Harus Diperiksakan ke Dokter?
    Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

    Mama tidak perlu menunggu masalah membesar dulu sebelum bertindak. Berikut beberapa kondisi yang menjadi alarm untuk segera memeriksakan si Kecil, seperti dikutip dari All About Kids Pediatric Dentistry. 

    • Kesulitan menyusu yang terus berlanjut.
      Jika masalah pelekatan tidak kunjung membaik meski sudah dibantu oleh konsultan laktasi, sebaiknya segera periksakan si Kecil.
    • Berat badan tidak naik sesuai harapan.
      Pertumbuhan yang lambat meski frekuensi menyusui sudah cukup adalah tanda penting untuk segera dievaluasi.
    • Mama merasakan nyeri terus-menerus saat menyusui.
      Rasa sakit yang tidak kunjung membaik meski posisi menyusui sudah diperbaiki perlu mendapat perhatian dokter.
    • Muncul gejala pada usia lebih besar.
      Lip tie yang dibiarkan berpotensi memengaruhi pola bicara atau susunan gigi, sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut jika gejala ini muncul.

  6. Bagaimana Mengatasi Lip Tie pada Bayi?

    Bagaimana Mengatasi Lip Tie pada Bayi?
    Pexels/Jonathan Borba

    Setelah diagnosis ditegakkan, ada beberapa pilihan penanganan yang bisa Mama diskusikan bersama dokter, disesuaikan dengan tingkat keparahan dan gejala yang dialami si Kecil.

    • Pemantauan tanpa tindakan.
      Jika lip tie tergolong ringan dan tidak mengganggu, menurut All About Kids Pediatric Dentistry, dokter biasanya menyarankan pemantauan berkala tanpa memerlukan tindakan medis.
    • Pendampingan konsultan laktasi.
      Mengutip Park Pediatric Dentistry, Mama disarankan untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk memperbaiki teknik menyusui sebelum mempertimbangkan tindakan lain.
    • Prosedur frenektomi menggunakan laser.
      Jika gejala cukup mengganggu, menurut WebMD, dokter dapat melakukan frenektomi, yaitu prosedur singkat untuk melepaskan jaringan frenulum menggunakan laser agar bibir atas dapat bergerak lebih bebas.
    • Peregangan rutin pascaprosedur.
      Setelah frenektomi, melansir Park Pediatric Dentistry, Mama perlu melakukan peregangan lembut pada area bibir sesuai anjuran dokter agar jaringan tidak menyatu kembali.

    Nah, itulah pembahasan mengenai apakah lip tie pada bayi berbahaya? Sebuah kondisi pada mulut si Kecil membuat Mama bertanya apakah ini normal atau tidak? Semoga penjelasannya informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More