Pijat bayi bisa menjadi cara menyenangkan untuk membuat si Kecil lebih rileks. Aktivitas itu juga dapat menjadi momen bonding antara bayi dan Mama.
Pada Kondisi Apa Bayi Tidak Boleh Dipijat? Ini yang Perlu Mama Tahu

- Pijat bayi sebaiknya ditunda saat demam atau sakit agar tubuhnya bisa beristirahat; bayi di bawah 3 bulan dengan demam perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
- Jangan memijat bayi ketika lapar, mengantuk, atau rewel. Pijat dilakukan saat bayi tenang, terjaga, cukup istirahat, dan segera dihentikan bila ia menangis atau tidak nyaman.
- Hindari memijat area yang luka, ruam, bengkak, kemerahan, atau sakit saat disentuh, termasuk payudara bayi baru lahir yang membengkak; konsultasikan dokter bila kondisinya tidak biasa.
Meski begitu, ada waktu-waktu tertentu ketika pijat sebaiknya ditunda. Pasalnya, kondisi tubuh dan suasana hati bayi perlu diperhatikan sebelum mulai memijat.
Jangan sampai niat ingin membuatnya nyaman justru membuat si Kecil semakin rewel atau tidak nyaman. Lantas, kapan bayi sebaiknya tidak dipijat?
Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang pada kondisi apa bayi tidak boleh dipijat. Simak selengkapnya di bawah, yuk!
Table of Content
1. Saat bayi sedang demam atau sakit
-5d0098642454717585eedbbbb26f75ad.jpg)
pbcexpo.com.au Ketika si Kecil sedang demam atau tidak enak badan, sebaiknya pijat ditunda terlebih dahulu. Tubuh bayi sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Menurut HealthyChildren.org dari American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dikatakan mengalami demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celsius atau lebih.
Khusus bayi berusia di bawah 3 bulan yang mengalami demam, orangtua dianjurkan segera menghubungi dokter. Jadi, jangan memaksakan pijat ketika sang Bayi sedang sakit. Utamakan istirahat dan perhatikan kondisinya.
Jika bayi terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, sulit bernapas, atau tidak mau menyusu, segera periksakan ke dokter, ya.
2. Saat bayi sedang lapar, mengantuk, atau rewel

pexels.com/Antoni Shkraba Studio) Waktu pemijatan juga penting. Bayi yang sedang lapar, mengantuk, atau rewel biasanya tidak akan menikmati pijatan.
Raising Children Network menyarankan pijat dilakukan ketika bayi dalam kondisi tenang, terjaga, dan tidak sedang lapar.
Pilih waktu saat si Kecil sudah cukup istirahat dan dalam suasana hati yang baik. Jika bayi mulai menangis atau terlihat tidak nyaman saat dipijat, segera hentikan dan coba lagi di waktu lain.
3. Saat ada luka, ruam, atau bagian tubuh yang terasa sakit

pexels.com/Sarah Chai Mama sebaiknya tidak memijat bagian tubuh si Kecil yang sedang mengalami luka, ruam, bengkak, kemerahan, atau terasa sakit saat disentuh.
Hindari memberikan tekanan pada area tersebut sampai penyebabnya diketahui. Jika kondisi kulit atau bagian tubuh bayi terlihat tidak biasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Hal yang sama berlaku pada payudara bayi baru lahir yang terkadang tampak membengkak akibat pengaruh hormon dari ibu.
Area tersebut sebaiknya tidak dipijat atau ditekan karena berisiko menyebabkan iritasi atau infeksi. Pada dasarnya, pijat bayi bisa dilakukan saat si Kecil dalam kondisi sehat, tenang, dan nyaman.
Itu dia informasi tentang pada kondisi apa bayi tidak boleh dipijat. Pastikan si Kecil dalam kondisi sehat dan nyaman sebelum dipijat, ya, Ma.

-2PKCu83GH2l6QK0fAvwsLvfTOzGUMc3I.jpg)



















