Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bayi Suka Mengangkat Kaki ke Atas? Ini Alasannya

Kenapa Bayi Suka Mengangkat Kaki ke Atas? Ini Alasannya
Magnific/Jcomp
  • Bayi mengangkat kaki umumnya merupakan bagian perkembangan motorik dan sensorik, untuk memperkuat otot, melatih koordinasi, serta mengenali tubuh sebagai persiapan berguling, tengkurap, dan duduk.
  • Gerakan ini juga dapat menjadi milestone hingga sekitar usia 6–7 bulan atau ekspresi saat bayi senang, ingin bermain, dan menikmati eksplorasi sensasi fisik.
  • Jika disertai tangisan, rewel, atau gejala seperti muntah, BAB berdarah, lemas, demam, dan perut menonjol, gerakan kaki bisa terkait ketidaknyamanan gas atau intususepsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayi yang baru lahir sering kali melakukan hal-hal yang tampak aneh, lucu, hingga membingungkan, terutama bagi orangtua baru. Di awal-awal kehidupannya, si Kecil tak jarang melakukan berbagai gerakan yang sebelumnya tidak pernah Mama lihat.

Salah satunya seperti kakinya yang sering diangkat ke atas ketika sedang berbaring. Meski terlihat sederhana, gerakan ini mungkin membuat Mama penasaran dan bertanya-tanya, mengapa Si Kecil suka melakukan hal itu.

Lantas, kenapa bayi suka mengangkat kaki ke atas? Yuk, Ma, temukan jawabannya dalam informasi Popmama.com berikut ini.

  1. 1. Perkembangan motorik

    Perkembangan motorik
    Magnific/bristekjegor

    Mama, bayi yang sering mengangkat kakinya dapat dimaknai sebagai salah satu bagian dari perkembangan motoriknya. Gerakan mengangkat kaki menjadi salah satu cara untuk memperkuat otot-otot kakinya sebagai persiapan untuk berguling, melatih koordinasi tangan dan kaki, serta mengenal atau bereksplorasi pada tubuhnya sendiri. 

    Tak hanya itu, jika si Kecil mengangkat kaki dan memasukkannya ke dalam mulut, ia juga sedang mengeksplorasi tubuhnya melalui indera. Aktivitas ini penting untuk fungsi sensoriknya karena saat jari-jari kaki masuk ke mulut, bibir dan lidahnya akan merasakan berbagai sensasi dari sentuhan tersebut. Dengan begitu, ia dapat mengenali bagian tubuhnya sekaligus mendapatkan pengalaman sensorik baru.

  2. 2. Sebagai tahapan perkembangannya atau “milestone”

    Sebagai tahapan perkembangannya atau “milestone”
    Pexels/Helena Lopes

    Tahukah Mama, bayi yang sering mengangkat kaki juga sedang menunjukkan salah satu tahap perkembangannya atau milestone.

    Seiring dengan semakin kuatnya otot-otot tubuh, gerakan mengangkat kaki membantu si Kecil melatih kekuatan dan koordinasi tubuh yang dibutuhkan untuk belajar tengkurap dan duduk. Gerakan ini umumnya masih sering dilakukan bayi hingga usia sekitar 6–7 bulan.

  3. 3. Sedang senang atau ingin bermain

    Sedang senang atau ingin bermain
    Magnific/krakenimages.com

    Bayi yang sering mengangkat kakinya juga bisa diartikan sebagai tanda ketika ia sedang senang dan ingin bermain bersama orang–orang di sekitarnya. 

    Gerakan mengangkat kaki ke atas merupakan salah satu cara bagaimana mereka bereksplorasi dengan tubuhnya, mengekspresikan rasa bahagia, dan menikmati sensasi fisik yang membuatnya senang. 

  4. 4. Mengalami intususepsi

    Mengalami intususepsi
    Pexels/RDNE Stock project

    Tak hanya sebagai tanda tumbuh kkembangnya yang positif, bayi yang mengangkat kaki juga bisa diartikan sebagai adanya tanda serius yang terjadi pada tubuhnya. Salah satunya adalah intususepsi.

    Intususepsi adalah kondisi ketika bagian usus yang lebih dekat dengan lambung (intussusceptum) masuk ke bagian usus di sebelahnya (intussuscipiens). Hal ini dapat menyumbat usus dan mengganggu aliran darah, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau strangulasi usus jika tidak segera ditangani.

    Melansir The Bump, beberapa tanda intususepsi pada bayi adalah:

    • Bayi atau anak tiba-tiba menangis kencang.
    • Menarik atau menekuk lutut ke arah dada saat menangis.
    • BAB bercampur darah dan lendir.
    • Muntah.
    • Terdapat benjolan atau bagian yang terasa menonjol di perut.
    • Tampak lemas atau tidak berenergi (lethargy).
    • Diare.
    • Demam.

    Setiap anak dapat mengalami gejala yang berbeda. Ada yang merasakan nyeri, tetapi ada juga yang tidak mengalami nyeri sama sekali. Pada awalnya, nyeri biasanya muncul dan hilang secara berulang, misalnya setiap 15–20 menit. Seiring waktu, episode nyeri dapat berlangsung lebih lama dan muncul semakin sering. 

  5. 5. Sedang merasa tidak nyaman

    Sedang merasa tidak nyaman
    Pexels/Marcin Jozwiak

    Mama, sebenarnya bayi cukup sering buang angin sepanjang hari. Sehingga, bayi yang sering mengangkat kakinya bisa menandakan adanya rasa tidak nyaman pada perut. Rasa tidak nyaman ini disebabkan oleh banyaknya gas yang ada di perutnya.

    Tetapi tak perlu khawatir, karena Mama bisa melakukan beberapa cara untuk membantunya. Mama bisa mengubah posisinya, seperti mengangkat atau menarik kedua kaki ke arah dada, gerakan ini bisa membantu gas di dalam perut keluar dengan lebih mudah dan membuatnya merasa lebih nyaman. 

    Mama bisa membantu dengan memijat perutnya secara perlahan searah jarum jam atau membaringkan si Kecil tengkurap di atas paha sambil menggerakkan kaki secara perlahan untuk memberikan pijatan lembut pada perutnya. Atau bisa juga mencoba membuatnya bersendawa atau menggendongnya dalam posisi tegak setelah menyusu. 

    Seperti yang sudah disebutkan, bayi yang sering mengangkat kakinya ke atas itu merupakan hal normal. Namun, jika ia mengangkat kakinya disertai dengan rewel dan tangisan, maka hal tersebut bisa menjadi tanda adanya sesuatu yang salah. Maka, Mama harus memperhatikan ciri-cirinya dengan saksama. 

    Nah, itu tadi informasi mengenai beberapa alasan kenapa bayi suka mengangkat kaki ke atas. Semoga informasi ini memberikan wawasan baru dan bermanfaat untuk Mama, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More