Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini 4 Bahaya Menggunakan Bantal pada Bayi Baru Lahir
Pexels/Alexander Mass
  • Penggunaan bantal pada bayi baru lahir meningkatkan risiko SIDS ketika wajah tertutup atau tertekan bantal, sementara otot leher bayi belum cukup kuat untuk mengubah posisi.

  • Bantal tinggi atau empuk dapat mempersempit jalan napas, menghambat pergerakan kepala saat gumoh, dan meningkatkan risiko tersedak apabila cairan susu masuk ke saluran pernapasan.

  • Bantal dapat menutupi wajah hingga memicu sesak napas serta menahan panas di kepala dan leher, sehingga bayi berisiko mengalami kepanasan saat tidur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi baru lahir jangan pakai bantal saat tidur. Bantal bisa menutup wajahnya dan membuatnya susah bernapas. Bayi juga bisa tersedak susu kalau kepalanya susah bergerak. Bantal dapat membuat bayi kepanasan. Leher bayi masih lemah, jadi ia belum bisa mudah pindah posisi atau menyingkirkan bantal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bantal rasanya menjadi salah satu perlengkapan tidur yang wajib dimiliki. Selain membuat kepala dan leher terasa lebih nyaman, bantal juga bisa membantu menjaga posisi tidur agar lebih rileks.

Meski begitu, penggunaan dan kegunaan bantal bagi orang dewasa ternyata tidak berlaku untuk bayi baru lahir, lho, Ma.

Alih-alih membuat tidur si Kecil lebih nyaman, penggunaan bantal justru dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan bahaya lainnya.

Lantas, apa saja bahayanya? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel Popmama.com tentang 4 bahaya menggunakan bantal pada bayi baru lahir berikut ini.

1. Risiko SIDS

Unsplash/Amir Mohammad Jahanshiri

Salah satu bahaya utama penggunaan bantal adalah SIDS atau sudden infant death syndrome.

Dilansir dari What to Expect, perlengkapan tidur yang empuk, seperti bantal dapat meningkatkan risiko SIDS yang terjadi ketika bayi tidak sengaja berguling hingga wajahnya tertutupi atau tertekan oleh bantal.

Risiko SiDS akan semakin pada bayi baru lahir yang belum memiliki kekuatan pada otot lehernya seperti pada bayi baru lahir sehingga si Kecil sulit untuk berpindah posisi.

2. Potensi tersedak

Unsplash/Trung Nhan Tran

Bantal yang terlalu tinggi dapat membuat kepala si Kecil terdorong ke depan sehingga lehernya menekuk dan jalan napas menjadi lebih sempit.

Selain itu, bayi juga sering mengalami gumoh setelah menyusu, sehingga bantal yang menghalangi pergerakan kepalanya dapat membuat cairan susu berisiko masuk ke saluran napas dan bayi pun tersedak.

3. Sesak napas

Unsplash/Marius Muresan

Bantal yang terlihat empuk dan nyaman ternyata bisa membahayakan pernapasan si Kecil.

Hal ini dapat terjadi jika bantal bergeser dan menutupi wajah bayi saat tidur sehingga jalan napasnya bisa terhalang. Terlebih, bayi belum memiliki kemampuan untuk memindahkan kepala atau menyingkirkan benda yang menutupi wajahnya.

Melansir HealthyChildren.org, ada ratusan kasus kematian bayi akibat sesak napas saat tidur karena penggunaan benda-benda yang empuk di area tidur bayi, seperti selimut, bantal, dan boneka.

4. Kepanasan

Magnific/pvproductions

Bantal yang empuk dan berbahan sintetis dapat menahan panas di sekitar kepala dan leher bayi sehingga sirkulasi udara menjadi kurang lancar.

Selain itu, bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya sebaik orang dewasa dan belum bisa mengubah posisi kepala dengan mudah ketika merasa gerah. Akibatnya, panas bisa menumpuk dan membuat bayi mengalami overheating.

Itulah 4 bahaya menggunakan bantal pada bayi baru lahir. Semoga informasi ini bermanfaat dalam menambah wawasan Mama seputar lingkungan tidur untuk bayi yang aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article