Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Berapa Lama Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu? Ini Batas Amannya

5 min read
Berapa Lama Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu? Ini Batas Amannya
Pexels/kenan zhang
  • Bayi boleh tidur di dada ibu tanpa batas durasi pasti, asalkan ibu tetap terjaga penuh; saat mulai mengantuk, bayi perlu segera dipindahkan ke tempat tidur.
  • Posisi aman mencakup ibu bersandar, wajah bayi menghadap dada, bokong ditopang, serta permukaan kokoh dan bebas bantal atau selimut tebal; hindari sofa dan kursi.
  • Kontak dada dapat menenangkan bayi dan mempererat ikatan, tetapi tidur bersama meningkatkan risiko jalan napas tertutup, kepanasan, serta kondisi terkait tidur termasuk SIDS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen si Kecil tertidur pulas di dada Mama sambil mendengar detak jantung memang terasa begitu hangat dan menenangkan. Tak heran, banyak Mama baru akhirnya membiarkan bayi terlelap dalam posisi ini, apalagi setelah berjuang menenangkannya di tengah malam.

Namun, di balik momen syahdu tersebut, muncul pertanyaan yang sering menghantui, yaitu berapa lama sebenarnya bayi boleh tidur di dada ibu dan kapan momen ini justru berisiko? 

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com mengulas berapa lama bayi boleh tidur di dada ibu? Yuk, simak sampai habis!

  1. Berapa Lama Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu?

    Berapa Lama Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu?
    Pexels/kenan zhang

    Sebenarnya, tidak ada angka pasti yang menyebutkan berapa lama si Kecil boleh tidur di dada Mama. Faktor penentunya bukan soal durasi, melainkan kondisi Mama sendiri, yaitu apakah sedang terjaga penuh atau tidak.

    Melansir Romper, dr. Jean Moorjani seorang dokter anak di Orlando Health Arnold Palmer Hospital for Children, menjelaskan bahwa bayi baru lahir boleh saja tidur di dada asalkan Mama tidak ikut tertidur pulas. Begitu rasa kantuk mulai datang, sebaiknya segera pindahkan si Kecil ke tempat tidur.

    Mengutip Blueberry Pediatrics, menggendong bayi secara skin-to-skin sambil tetap terjaga adalah hal yang bermanfaat, tetapi risikonya justru muncul begitu Mama ikut lelap. 

    Karena tidak ada batas waktu resmi, aturan paling aman adalah membatasi sesi tidur di dada seperlunya dan selalu peka terhadap tanda kantuk pada diri sendiri.

  2. Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Aman saat Tidur di Dada Ibu?

    Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Aman saat Tidur di Dada Ibu?
    Pexels/Helena Lopes

    Setelah tahu soal batasan waktunya, hal berikutnya yang tak kalah penting adalah memastikan posisi bayi mama benar-benar aman selama momen ini berlangsung. Mengutip Mama Nurtured, berikut posisi tidur bayi yang aman di dada.

    • Bersandar, jangan berbaring rata
      Mama sebaiknya bersandar pada tumpukan bantal di tengah kasur, bukan berbaring telentang penuh. Posisi miring ke atas ini membuat berat tubuh si Kecil bertumpu pada bokong dan kaki, bukan dada, sehingga paru-parunya tetap leluasa bernapas.
    • Posisikan wajah bayi di dada, dekat jantung
      Letakkan tubuh si Kecil sejajar dengan tubuh Mama, dengan wajah menghadap ke dada. Posisi ini membuat Mama lebih mudah memantau napas dan warna kulitnya sepanjang waktu.
    • Topang bokong atau punggung bawahnya
      Gunakan satu tangan untuk menahan area bokong atau punggung bawah bayi mama agar posisinya tidak melorot atau bergeser selama tidur.
    • Pilih permukaan yang kokoh, datar, dan bersih
      Menurut panduan yang sama, permukaan tidur idealnya kokoh, rata, tidak miring, dan bebas dari bantal atau selimut tebal di sekitar tubuh Mama dan si Kecil.

    Satu hal yang tak boleh dilupakan, hindari momen ini di sofa atau kursi malas. Dikutip dari Blueberry Pediatrics, risiko kematian terkait tidur pada bayi bisa 49 hingga 67 kali lebih tinggi jika Mama tertidur di sofa atau kursi berlengan dibandingkan dengan kasur biasa.

  3. Apakah Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu Setelah Menyusui?

    Apakah Bayi Boleh Tidur di Dada Ibu Setelah Menyusui?
    Pexels/Nam Phong Bùi

    Pertanyaan ini juga sering muncul, apalagi banyak si Kecil yang langsung terlelap begitu kenyang menyusu hingga akhirnya si Kecil tertidur.

    Jawabannya, boleh, selama Mama tetap terjaga penuh. Melansir Johns Hopkins Medicine, membawa bayi ke ranjang Mama untuk disusui atau ditenangkan sebenarnya diperbolehkan, tetapi begitu proses menyusui selesai, si Kecil sebaiknya dikembalikan ke tempat tidur

    Kebiasaan ini penting sebab tubuh yang lelah setelah menyusui di tengah malam membuat siapa pun rentan ikut tertidur tanpa sadar. Begitu rasa kantuk mulai datang, itulah sinyal bagi Mama untuk segera memindahkan si Kecil, sekalipun ia baru saja pulas menyusu.

  4. Manfaat Bayi Tidur di Dada Ibu

    Manfaat Bayi Tidur di Dada Ibu
    Pexels/Sarah Chai

    Terlepas dari perlunya kehati-hatian, tidur di dada ibu memang punya banyak manfaat yang membuatnya begitu digemari bayi mama.

    • Membuat tidur lebih nyenyak dan lebih lama
      Menurut dr. Arunima Agarwal, dikutip dari Romper, mengatakan bahwa posisi ini membuat bayi merasa nyaman dan aman karena si Kecil mendengar detak jantung serta napas Mama, sehingga ia cenderung tidur lebih lama dan lebih tenang.
    • Mengingatkan pada suasana dalam kandungan
      Detak jantung dan kehangatan tubuh Mama menyerupai suasana rahim, membuat si Kecil merasa familier dan nyaman seperti sebelum ia lahir ke dunia.
    • Mendukung siklus tidur yang lebih stabil
      Mengutip Growing Your Baby, studi dari University of Cape Town yang dipimpin oleh Dr. Nils Bergman menemukan bahwa bayi yang tidur terpisah dari ibunya cenderung kehilangan siklus tidur nyenyaknya, sedangkan yang tidur di dada ibunya menunjukkan pola tidur yang lebih utuh.
    • Mempererat kedekatan Mama dan si Kecil
      Momen ini bukan cuma bermanfaat untuk bayi, tapi juga untuk Mama. Melansir Romper, kontak fisik semacam ini turut memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, terutama di masa-masa awal yang melelahkan.

  5. Faktor Risiko Bayi Tidur di Dada Ibu

    Faktor Risiko Bayi Tidur di Dada Ibu
    Pexels/Jonathan Borba

    Meski manfaatnya banyak, bukan berarti momen ini bebas dari risiko yang wajib Mama waspadai.

    • Risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
      Melansir Romper, data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat sekitar 3.500 bayi di Amerika Serikat meninggal akibat kondisi terkait tidur setiap tahunnya, dan SIDS menjadi salah satu penyebab utamanya.
    • Bahaya lebih besar jika tertidur di sofa
      Mengutip Johns Hopkins Medicine, berbagi ranjang sama sekali tidak dianjurkan, apalagi tertidur di sofa atau kursi bersama bayi, karena risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di kasur.
    • Jalan napas bisa tertutup tanpa disadari
      Posisi yang tidak tepat, seperti dagu si Kecil yang tertekuk ke dada atau wajah yang tertutup pakaian Mama, berpotensi menghambat pernapasannya tanpa Mama sadari, apalagi bila Mama sedang lelap.
    • Bayi mama berisiko kepanasan
      Kontak kulit yang terus-menerus bisa membuat suhu tubuh si Kecil naik. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, Mama dan bayi mama disarankan untuk mengenakan pakaian tipis serta menghindari selimut tebal selama momen ini berlangsung.

    Tidur di dada ibu adalah momen indah yang boleh-boleh saja dinikmati, asalkan Mama benar-benar memperhatikan aturan mainnya, seperti tetap terjaga, menjaga posisi tetap aman, dan segera memindahkan si Kecil ke tempat tidurnya begitu rasa kantuk mulai menyerang. 

    Dengan begitu, kehangatan momen ini bisa dirasakan tanpa mengorbankan keselamatan bayi mama yang sedang terlelap di dada.

    Nah, itulah pembahasan mengenai berapa lama bayi boleh tidur di dada ibu? Yang harus Mama ketahui ketika si Kecil tertidur. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More